Jelang WCD 9 Oktober, DLH dan Tugu Tirta Bersihkan Sumber Air Merjosari
- account_circle ADK
- calendar_month Senin, 5 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas DLH Kota Malang, karyawan Perumda Air Minum Tugu Tirta, dan masyarakat bergotong royong membersihkan sampah di area aliran sumber air Merjosari, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, dalam pra-bersih World Clean Up Day (WCD). (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Menjelang pelaksanaan World Clean Up Day (WCD) pada Jumat (9/10/2026), persiapan mulai dilakukan Pemerintah Kota Malang dengan menggelar pra-bersih di kawasan sumber air Merjosari, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Minggu (4/10/2026) pagi.
Kegiatan tersebut melibatkan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, karyawan Perumda Air Minum Tugu Tirta, serta masyarakat sekitar. Mereka bergotong royong membersihkan area aliran air dan lingkungan sekitar sumber dari sampah dan material yang berpotensi mengganggu kebersihan kawasan.
Plt. Kepala DLH Kota Malang, Drs. Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, M.AP., saat dikonfirmasi Memodaily.id, Senin (5/10/2026), mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan WCD yang mengacu pada arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam mewujudkan Indonesia Asri.
“Hari ini adalah persiapan kegiatan World Clean Up Day atau WCD sesuai arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk Indonesia Asri. Lokasi di Mojosari kita laksanakan pembersihan,” ujar Raymond.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan pada Jumat (9/10/2026) dengan agenda penanaman pohon yang melibatkan seluruh OPD dan Forkopimda Kota Malang.
“Pada tanggal 9 akan kita laksanakan penanaman pohon bersama seluruh OPD dan Forkopimda Kota Malang,” lanjutnya.
Menurut Raymond , agenda WCD tidak semata-mata diarahkan untuk membuat lingkungan terlihat bersih. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat upaya penghijauan sekaligus menjaga keberadaan sumber-sumber air di Kota Malang.
“Dengan harapan Kota Malang selain bersih, hijau, tentunya juga menjaga sumber air tetap mengalir,” tegasnya.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, S.E., S.Sos., M.M., turut menyoroti pentingnya menjaga kawasan tangkapan air atau catchment area.
Menurut Priyo, kegiatan bersih-bersih di sekitar sumber air perlu dibarengi perhatian terhadap kawasan yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air. Kelestarian kawasan tersebut berkaitan dengan keberlangsungan sumber-sumber air yang dimanfaatkan masyarakat.
“Clean up di sini, maka kami berharap dari Cipta Karya terutama untuk bagian catchment area lewat sumber, agar sumber-sumber tetap kita lestarikan, bisa difungsikan untuk kepentingan masyarakat Kota Malang khususnya,” kata Priyo.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, pengelola air minum, petugas lapangan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan sumber air.
Priyo pun menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang dilakukan dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih untuk DLH, Dinas PUPR, dan Pemerintah Kota Malang atas kerja sama dan kolaborasinya, terima kasih,” pungkasnya.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar