Kejar Target 3 Juta Wisatawan, Kota Malang Masih Butuh 600 Ribu Kunjungan
- account_circle ADK
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Keterangan foto:Kepala Disporapar Kota Malang Arif Tri Sastyawan bersama mitra pariwisata saat penyerahan penghargaan dalam kegiatan Temu Mitra Pariwisata 2026. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menargetkan 3 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2026. Hingga Juli 2026, jumlah kunjungan wisatawan yang tercatat mencapai sekitar 2,4 juta orang.
Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar 600 ribu kunjungan yang harus dikejar hingga akhir 2026.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pengembangan pariwisata membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai pemerintah, pelaku usaha, pengelola hotel, pusat perbelanjaan, masyarakat, tokoh agama hingga media.
Menurut Wahyu, kolaborasi tersebut diperlukan untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Malang.
“Pariwisata ini apabila tidak kita bicarakan bersama, tentu kekuatannya tidak maksimal. Kita harus satu misi dan satu visi untuk mendatangkan wisatawan atau orang-orang yang datang menikmati pariwisata di Kota Malang,” ujar Wahyu.
Wahyu juga menyoroti periode low season, terutama Januari hingga Maret, ketika tingkat kunjungan wisatawan cenderung menurun. Untuk menjaga kunjungan pada periode tersebut, ia mendorong hotel dan pusat perbelanjaan menyiapkan program promosi serta potongan harga.
Program tersebut diharapkan dapat menarik wisatawan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi selama mereka berada di Kota Malang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengatakan, capaian sekitar 2,4 juta kunjungan hingga Juli menjadi dasar untuk mengejar tambahan sekitar 600 ribu kunjungan sampai akhir tahun.
Hal tersebut disampaikan Arif dalam kegiatan “Temu Wisata: Penguatan Legalitas, Data dan Jejaring Usaha untuk Pariwisata Kota Malang yang Berdaya Saing” di Hall B, Mini Block Office (MBO) Lantai 4, Rabu (16/9/2026).
Menurut Arif, tambahan kunjungan tersebut akan didorong melalui berbagai kegiatan dan daya tarik wisata, termasuk sport tourism, agenda daerah serta kegiatan yang diselenggarakan pihak swasta.
“Kami mengharapkan ke depan ada beberapa kegiatan, baik sport tourism maupun kegiatan kepariwisataan yang dilakukan pihak daerah, swasta dan sebagainya, yang hadir di Kota Malang sehingga menarik wisatawan,” kata Arif.
Selain jumlah kunjungan, Disporapar juga menargetkan peningkatan lama tinggal wisatawan di Kota Malang.
Arif menyebut rata-rata lama tinggal wisatawan pada 2025 berada di sekitar 1,5 hari. Sementara pada 2026, angka yang menjadi perhatian berada di kisaran 1,3 hari.
Pemkot Malang menargetkan rata-rata lama tinggal wisatawan dapat mencapai minimal dua hari.
“Kami ingin di tahun 2026 ini lama tinggal wisatawan yang ada di Kota Malang minimal di angka dua,” tegasnya.
Untuk mendukung target tersebut, Disporapar menyiapkan konsep promosi digital bertajuk “48 Hours in Malang City”. Materi promosi itu akan memuat berbagai aktivitas yang dapat dilakukan wisatawan selama berada di Kota Malang selama dua hari.
Materi tersebut mencakup pilihan hotel, kuliner, kampung tematik, destinasi sejarah hingga lokasi olahraga.
“Video ini nanti selama 48 jam yang kami beri nama ‘48 Hours in Malang City’, berisi hotel mana saja, kuliner mana saja, kampung tematik mana saja dan tempat-tempat bersejarah di Kota Malang,” jelas Arif.
Disporapar juga mengembangkan kalender event yang mengintegrasikan berbagai kegiatan di Kota Malang. Pendataan tidak hanya mencakup agenda pemerintah, tetapi juga kegiatan masyarakat di tingkat RW, kelurahan dan kecamatan.
Kegiatan olahraga, kesenian tradisional hingga aktivitas pasar tradisional juga akan dipetakan sebagai bagian dari potensi daya tarik wisata.
“Menjelang bulan Agustus banyak kampung-kampung, RW dan kelurahan yang benar-benar menggelar kegiatan. Termasuk pasar-pasar tradisional yang bisa menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Malang,” ujarnya.
Pendataan tersebut akan menjadi bahan penyusunan kalender wisata yang dapat digunakan untuk memberikan informasi agenda kepada wisatawan. Dengan informasi tersebut, wisatawan dapat menentukan waktu kunjungan berdasarkan kegiatan yang ingin mereka ikuti.
Pemkot Malang juga meminta pengelola hotel lebih aktif menyampaikan data tingkat hunian kamar. Dari sekitar 65 hotel di Kota Malang, pemerintah berharap data okupansi dapat dilaporkan secara rutin setiap bulan.
Data tingkat hunian tersebut akan digunakan sebagai bahan untuk memantau kondisi pariwisata dan menyusun strategi promosi serta kebijakan selanjutnya.
Selain itu, Disporapar menyiapkan konsep Face Malang Visitor yang diarahkan untuk memberikan kemudahan perjalanan bagi wisatawan, termasuk rombongan yang ingin berkeliling di Kota Malang.
Dalam konsep tersebut, pemerintah menyiapkan armada tertentu dengan layanan yang dirancang tanpa pungutan biaya.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot Malang untuk mencapai target 3 juta kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan lama tinggal wisatawan di Kota Malang.
Dengan capaian sekitar 2,4 juta kunjungan hingga Juli 2026, Pemkot Malang masih membutuhkan sekitar 600 ribu kunjungan untuk memenuhi target tahunan tersebut.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar