Breaking News
Senin, 12 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Hikmahanto: Hukum Internasional Sulit Ditegakkan, Ini Penyebabnya

Hikmahanto: Hukum Internasional Sulit Ditegakkan, Ini Penyebabnya

  • account_circle ADK
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Pakar Hukum Internasional Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D. menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam penyelesaian konflik global bukan terletak pada aturan hukumnya, melainkan pada lemahnya implementasi hukum internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam The 7th International Conference on Law Reform (INCLAR) 2026 di Golden Swan Ballroom, Rayz Hotel UMM, Kabupaten Malang, Rabu (22/7).

Menurut Hikmahanto, hukum internasional memiliki karakter yang berbeda dengan hukum nasional. Jika hukum nasional didukung aparat penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, dan pemerintah, maka hukum internasional tidak memiliki otoritas tertinggi yang dapat memaksa negara-negara berdaulat untuk mematuhi aturan.

“Kalau hukum nasional ada pemerintah, kepolisian, kejaksaan, dan lembaga penegak hukum lainnya. Sementara dalam hukum internasional tidak ada otoritas tertinggi yang dapat memaksa negara-negara untuk patuh. Setiap negara memiliki kedaulatannya masing-masing,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah konflik bersenjata yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, meski dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional kerap muncul, penegakan hukumnya tetap menghadapi kendala.

“Persoalannya bukan hanya ada atau tidaknya pelanggaran, tetapi siapa yang akan menegakkan hukumnya. PBB pun bukan pemerintahan dunia yang memiliki kewenangan memaksa negara-negara berdaulat,” katanya.

Hikmahanto menambahkan, serangan terhadap fasilitas sipil maupun infrastruktur dalam peperangan bertentangan dengan prinsip hukum humaniter internasional. Namun, tanpa mekanisme penegakan yang efektif, aturan tersebut sulit diterapkan secara konsisten.

Dalam forum yang mengusung tema ecological justice atau keadilan ekologi itu, Hikmahanto juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma hukum lingkungan. Menurutnya, perlindungan lingkungan tidak semata ditujukan bagi kepentingan manusia, tetapi juga seluruh makhluk hidup dan ekosistem.

“Selama ini kita melindungi lingkungan lebih banyak untuk kepentingan manusia. Padahal keadilan ekologi menempatkan seluruh makhluk hidup, termasuk satwa, tumbuhan, dan ekosistem sebagai pihak yang juga harus dilindungi,” jelasnya.

Ia menilai tantangan terbesar tetap berada pada implementasi regulasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, ia berharap forum akademik seperti INCLAR mampu menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan generasi muda agar kelak dapat melahirkan kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, Hikmahanto mengingatkan bahwa eksploitasi sumber daya alam di Indonesia masih menjadi tantangan serius. Menurutnya, orientasi pada keuntungan ekonomi jangka pendek harus diimbangi dengan komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan.

Ia juga menilai perdagangan karbon dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk mempertahankan kawasan hutan tanpa terus mengeksploitasi sumber daya alam. Namun, keberhasilannya bergantung pada ketegasan pemerintah dalam menegakkan aturan dan mengawasi aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

“Kalau proyek-proyek besar, termasuk proyek strategis nasional, tidak dikaji secara serius dari sisi lingkungan, maka dampaknya bisa menjadi persoalan besar di masa depan. Karena itu penegakan aturan harus benar-benar dilakukan secara tegas,” pungkasnya.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Rombak Total Pimpinan BGN, Hasil Evaluasi Program MBG

    Prabowo Rombak Total Pimpinan BGN, Hasil Evaluasi Program MBG

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    Memodaily.id – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan total jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang bertanggung jawab menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pergantian tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026). Dalam keterangannya, Prasetyo menyampaikan Presiden memberhentikan Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan […]

  • Amithya Kawal Aspirasi Warga Kedungkandang, PKH, Infrastruktur dan UMKM Jadi Prioritas APBD

    Amithya Kawal Aspirasi Warga Kedungkandang, PKH, Infrastruktur dan UMKM Jadi Prioritas APBD

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Persoalan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH), perbaikan infrastruktur lingkungan, hingga penguatan sektor UMKM menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga dalam kegiatan Serap Aspirasi Masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) Kedungkandang yang digelar Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Senin (6/7). Kegiatan yang diikuti sekitar 100 warga tersebut berlangsung di Teras Rumah Ketua DPRD […]

  • Nurochman Lepas 49 Pramuka Kota Batu ke Jamnas XII

    Nurochman Lepas 49 Pramuka Kota Batu ke Jamnas XII

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Wali Kota Batu Nurochman melepas 49 anggota Kontingen Pramuka Kota Batu yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, 10–22 Agustus 2026. Pelepasan kontingen berlangsung bersamaan dengan apel pagi Pemerintah Kota Batu di Halaman Balai Kota Batu, Senin (10/8/2026). Kontingen Kota Batu terdiri atas 16 Penggalang […]

  • 1.000 Karyawan PT SGS Jombang Terancam PHK, Status PKWTT Diduga Dialihkan ke Outsourcing

    1.000 Karyawan PT SGS Jombang Terancam PHK, Status PKWTT Diduga Dialihkan ke Outsourcing

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle EAP
    • 0Komentar

    JOMBANG, Memodaily.id – Lebih dari 1.000 karyawan berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) di PT Sumber Graha Sejahtera (SGS), Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, dikabarkan terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) massal mulai akhir Juni 2026. Informasi tersebut memicu keresahan di kalangan pekerja. Pasalnya, PHK diduga berkaitan dengan rencana perusahaan mengalihkan status karyawan tetap menjadi tenaga […]

  • Mikutopia Tebar Diskon 25 Persen untuk Rombongan Sekolah se-Jatim, Simak Waktunya!

    Mikutopia Tebar Diskon 25 Persen untuk Rombongan Sekolah se-Jatim, Simak Waktunya!

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Mikutopia menghadirkan promo Studyfun dengan potongan harga sebesar 25 persen bagi rombongan sekolah dari seluruh Jawa Timur. Promo tersebut berlaku untuk pembelian tiket reguler dengan minimal 20 peserta dalam satu rombongan. Program ini dapat dimanfaatkan untuk kunjungan yang dijadwalkan mulai Agustus hingga November […]

  • SPMB Kota Malang Dimulai, Pemkot Tegaskan Larangan Kecurangan

    SPMB Kota Malang Dimulai, Pemkot Tegaskan Larangan Kecurangan

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle memodaily
    • 0Komentar

    MEMODAILY.ID – Pemerintah Kota Malang mulai mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 melalui deklarasi komitmen bersama yang digelar di Mini Block Office (MBO) Balai Kota Malang, Selasa (19/5). Deklarasi ini menjadi penanda dimulainya tahapan awal penerimaan peserta didik baru sekaligus penguatan pengawasan agar proses berjalan bersih dan transparan. Wali Kota Malang, […]

expand_less