Ketua DPRD Kota Malang Soroti Pesan Penting Bari’an Anak Nusantara
- account_circle ADK
- calendar_month Minggu, 16 Agu 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita bersama peserta dan panitia Bari’an Anak Nusantara ke-5 di Alun-Alun Merdeka, Minggu (16/8). (Foto: Memodaily.id/ADK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita menilai Bari’an Anak Nusantara ke-5 menjadi ruang penting untuk mengenalkan budaya, toleransi, dan semangat persatuan kepada anak-anak sejak dini.
Hal itu disampaikan Amithya saat menghadiri Bari’an Anak Nusantara ke-5 di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Minggu (16/8) sore.
Menurut Amithya, mayoritas peserta merupakan anak-anak yang hadir bersama orang tua. Keterlibatan keluarga dinilai penting agar pesan kebangsaan dan toleransi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pesertanya mayoritas anak-anak, kemudian ada orang tua yang mendampingi juga. Di sini kita juga menyampaikan pesan kepada orang tua, sebetulnya kegiatan luar bersama ini sangat penting,” ujar Amithya.
Ia menyebut ruang publik seperti Alun-Alun Merdeka dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk rekreasi, tetapi juga sebagai tempat anak-anak berinteraksi, mengenal budaya, dan belajar menghargai perbedaan.
“Acara ini sangat penting dalam rangkaian untuk mengantarkan nilai-nilai budaya, melestarikannya, kemudian juga mengingatkan anak-anak kita bahwa kita ini beragam, tapi kita disatukan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Amithya juga mendorong agar Bari’an Anak Nusantara mendapat dukungan Pemerintah Kota Malang dan terus digelar secara konsisten setiap tahun.
“Saya kira ini acara yang patut didukung oleh pemerintah kota dan dilestarikan, dilakukan setiap tahunnya karena memang sangat baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah peserta tahun ini terlihat lebih banyak dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Menurutnya, antusiasme tersebut menunjukkan kegiatan yang melibatkan anak-anak dan keluarga mendapat perhatian masyarakat.
“Dibanding tahun kemarin, hari ini lebih banyak pesertanya. Berarti kan ini menarik untuk anak-anak kita,” katanya.
Amithya menegaskan, keberagaman perlu dikenalkan kepada anak melalui pengalaman langsung, seperti berkegiatan bersama, saling mengenal, dan menghormati perbedaan.
“Berbeda bukan berarti terpisah. Anak-anak harus memahami bahwa keberagaman adalah bagian dari Indonesia dan kita tetap disatukan oleh NKRI,” pungkasnya.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar