Wakil Ketua DPRD Jatim Sidak SMAN 1 Bojonegoro, Klarifikasi Dugaan Pungli
- account_circle WNZ
- calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Caption Foto:Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, saat melakukan sidak dan klarifikasi terkait dugaan pungli di SMAN 1 Bojonegoro. (Foto: Aspri)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOJONEGORO, Memodaily.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMAN 1 Bojonegoro, Senin (8/6/2026), guna meminta klarifikasi langsung terkait isu dugaan pungutan liar (pungli) yang sempat mencuat di lingkungan sekolah tersebut.
Kedatangan politisi Partai Demokrat itu disambut Kepala SMAN 1 Bojonegoro, Wiwik Widowati, bersama jajaran wakil kepala sekolah. Dalam pertemuan tersebut, Sri Wahyuni berdialog mengenai mekanisme pembiayaan pendidikan, peran komite sekolah, hingga pengelolaan bantuan dan sumbangan masyarakat.
Wiwik Widowati menegaskan bahwa tudingan pungli yang ditujukan kepada dirinya tidak benar. Menurutnya, dana yang selama ini diterima sekolah berasal dari sumbangan sukarela yang tidak mengandung unsur paksaan maupun kewajiban.
“Sejak dulu sumbangan yang ada sifatnya sukarela dan sudah berjalan sebelum saya menjabat. Saya mulai bertugas sebagai kepala sekolah di SMAN 1 Bojonegoro pada 2024,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketika terdapat kebutuhan yang belum dapat dibiayai melalui anggaran sekolah, pihak sekolah hanya menyampaikan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kepada komite sekolah. Selanjutnya, komite bersama wali murid membahas kebutuhan tersebut dan menentukan langkah yang akan diambil.
Menurut Wiwik, tidak pernah ada penetapan nominal maupun kewajiban pembayaran kepada orang tua siswa.
“Tidak ada penagihan. Kalau sumbangan sukarela memang tidak boleh ditagih. Yang tidak mampu atau tidak memberikan sumbangan juga tidak menjadi masalah,” tegasnya.
Terkait kegiatan lomba dan prestasi siswa di luar sekolah, Wiwik memastikan sekolah tidak pernah meminta biaya kepada orang tua. Apabila ada kebutuhan tambahan, siswa biasanya mencari dukungan dari keluarga atau sponsor secara mandiri.
Ia menambahkan, siswa SMAN 1 Bojonegoro aktif mengikuti berbagai ajang prestasi, seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (LS2N), serta kompetisi lainnya.
“Kalau ada siswa yang meminta bantuan kepada orang tuanya untuk mengikuti lomba, itu bukan permintaan sekolah. Kami tidak mengetahui dan tidak ada komunikasi terkait hal tersebut,” katanya.
Selain dari wali murid, sekolah juga menerima dukungan sukarela dari para alumni untuk pengembangan fasilitas pendidikan. Bahkan, belum lama ini sekolah memperoleh bantuan dari seorang alumni senilai Rp250 juta.
- Penulis: WNZ
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar