Wamenhan Dorong Industri Pertahanan, Wamentan Perkuat Riset Pertanian
- account_circle RFR
- calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil menteri Kabinet Merah Putih usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. (Foto: Setpres)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Memodaily.id – Penguatan industri pertahanan dalam negeri dan pemanfaatan riset perguruan tinggi menjadi dua agenda yang didorong wakil menteri Kabinet Merah Putih usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Kedua agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui inovasi pertanian.
Wakil Menteri Pertahanan Richard Taruli Horja Tampubolon menjelaskan pembagian tugasnya bersama Wakil Menteri Pertahanan Yusuf Jauhari. Richard bertanggung jawab pada bidang strategi, doktrin, dan pengembangan kekuatan pertahanan, sedangkan Yusuf berfokus pada industri dan logistik pertahanan.
“Kebetulan kami sebagai Wamenhan I, beliau sebagai Wamenhan II. Intinya kalau di Wamenhan I itu bagaimana strategi, doktrin, dan pengembangan kekuatan pertahanan,” ujar Richard.
Ia menegaskan, pembagian tugas tersebut tetap mengedepankan kolaborasi untuk mendukung pelaksanaan tugas Menteri Pertahanan dalam memperkuat pertahanan Indonesia.
Sementara itu, Yusuf Jauhari menekankan pentingnya pengembangan industri pertahanan dalam negeri untuk mendukung kebutuhan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menurut dia, industri pertahanan tidak hanya berperan dalam penyediaan kebutuhan militer, tetapi juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi dan pengembangan teknologi nasional.
“Kita mendorong seluruh industri pertahanan untuk berkontribusi dalam memperkuat TNI kita. Dan itu harapannya tidak hanya kekuatan TNI, tapi bagaimana juga ekonomi bergerak,” kata Yusuf.
Yusuf juga menyoroti pentingnya diversifikasi kerja sama pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kemandirian logistik pertahanan sekaligus memperkuat kapasitas industri dalam negeri.
Pengembangan industri pertahanan nasional perlu berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan alutsista dan dukungan logistik TNI. Karena itu, penguatan kemampuan produksi serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan pertahanan jangka panjang.
Di sektor pertanian, Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet mendorong penerapan hasil riset dan inovasi perguruan tinggi untuk mendukung program swasembada pangan dan hilirisasi pertanian.
Hilirisasi pertanian merupakan proses pengolahan hasil pertanian menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi. Melalui pendekatan tersebut, hasil riset dan inovasi diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas, memperluas pengolahan hasil pertanian, serta memperkuat nilai ekonomi produk dalam negeri.
“Karena saya berasal dari kalangan perguruan tinggi tentu saya juga punya harapan agar hasil-hasil riset, inovasi dari perguruan tinggi ini bisa diterapkan, bisa membantu tadi untuk menyukseskan program swasembada dan juga hilirisasi terutama untuk meningkatkan nilai tambah,” pungkas Alim.
Dorongan terhadap industri pertahanan dan riset pertanian tersebut menempatkan penerapan teknologi, penguatan kapasitas dalam negeri, serta koordinasi antarpemangku kepentingan sebagai bagian penting dalam pelaksanaan program pemerintah. Implementasinya akan menentukan sejauh mana kedua sektor tersebut dapat mendukung kemandirian nasional dan meningkatkan nilai tambah ekonomi.
- Penulis: RFR
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar