Breaking News
Minggu, 11 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » WCC Jombang: Empat Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Tiri, Satu Korban Hamil

WCC Jombang: Empat Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Tiri, Satu Korban Hamil

  • account_circle EAP
  • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JOMBANG, Memodaily.id – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Jombang masih menjadi perhatian serius. Sepanjang 2026, Women Crisis Center (WCC) Jombang mencatat empat anak perempuan menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan ayah tiri. Dari jumlah tersebut, satu korban diketahui hamil akibat perbuatan pelaku.

Direktur WCC Jombang, Ana Abdillah, mengatakan empat kasus tersebut merupakan bagian dari 29 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan yang saat ini didampingi lembaganya. Hingga pertengahan 2026, WCC juga mencatat total 52 kasus kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Jombang.

“Dari 29 kasus kekerasan seksual yang kami tangani, ada empat kasus yang pelakunya ayah tiri. Satu korban sampai hamil,” kata Ana, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Ana, para pelaku umumnya lebih dahulu melakukan manipulasi psikologis terhadap ibu kandung korban agar anak tidak dipercaya ketika mengungkapkan kekerasan yang dialaminya.

“Pelaku biasanya lebih dulu memanipulasi ibunya. Dibuat supaya ibu tidak percaya kepada anaknya ketika korban bercerita,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut kerap diperparah oleh ketergantungan ekonomi ibu kepada pelaku sehingga memengaruhi keputusan saat kasus terungkap.

“Mayoritas ibunya memiliki ketergantungan ekonomi kepada pelaku. Itu sangat memengaruhi pengambilan keputusan ketika kasus terungkap,” ungkapnya.

Selain manipulasi, pelaku juga kerap melontarkan ancaman agar korban maupun ibunya tetap bungkam.

“Ada ancaman seperti, ‘kalau ibumu tahu, saya ceraikan’. Pola seperti itu sering kami temukan,” katanya.

Ana menyebut mayoritas korban yang didampingi WCC berusia 12 hingga 15 tahun atau masih duduk di bangku SMP. Korban termuda berusia enam tahun, sedangkan korban tertua masih berstatus pelajar kelas XI SMA.

“Rata-rata korban usia SMP. Yang paling kecil enam tahun, sedangkan yang paling besar masih kelas XI SMA,” tuturnya.

Dari empat kasus yang melibatkan ayah tiri, bentuk kekerasan seksual yang dialami korban bervariasi, mulai dari pelecehan hingga pemerkosaan. Sedikitnya dua kasus masuk kategori pemerkosaan dan menimbulkan dampak berat bagi korban.

“Sedikitnya dua kasus masuk kategori perkosaan dan menimbulkan dampak berat bagi korban,” ucap Ana.

Ia menambahkan, kerentanan juga banyak ditemukan pada keluarga yang terbentuk kembali setelah perceraian. Dalam salah satu kasus yang didampingi WCC, seorang ibu tunggal memilih menikah lagi demi memperoleh kepastian ekonomi, namun proses mengenal pasangan dinilai kurang matang.

“Ada kasus ketika seorang perempuan yang menjadi single mom merasa harus segera memiliki pasangan karena berharap kebutuhan keluarganya bisa tercukupi. Situasi seperti itu kadang membuat proses mengenal calon pasangan menjadi kurang matang,” jelasnya.

Akibat kekerasan seksual tersebut, sebagian korban mengalami trauma berat hingga terancam putus sekolah karena minimnya dukungan keluarga dan keterbatasan ekonomi.

“Kami terus mendorong korban untuk tetap melanjutkan pendidikan. Tetapi sering kali kesadaran orang tua masih minim sehingga perjuangannya berat bagi anak-anak ini,” ujarnya.

Ana menambahkan, mayoritas korban berasal dari keluarga prasejahtera. Karena itu, penguatan ekonomi keluarga, edukasi perlindungan anak, serta keberanian melaporkan kasus menjadi langkah penting untuk mencegah kekerasan seksual terhadap anak.

“Kekerasan seksual terhadap anak sering terjadi justru di ruang yang seharusnya paling aman bagi mereka, yaitu keluarga. Karena itu pengawasan dan keberpihakan kepada korban harus menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.

  • Penulis: EAP
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SDN di Jombang Ini Cuma Dapat 1 Murid Baru

    SDN di Jombang Ini Cuma Dapat 1 Murid Baru

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle EAP
    • 0Komentar

    JOMBANG, Memodaily.id – SDN Mojongapit 3, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, hanya menerima satu peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut menjadi yang terendah sejak sekolah berdiri, sehingga total siswa di sekolah itu kini tinggal 39 anak. Penurunan jumlah peserta didik terjadi setelah 19 siswa kelas VI lulus pada akhir tahun ajaran 2025/2026. Dengan […]

  • Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Wahyu Hadiningrat Wakapolri

    Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Wahyu Hadiningrat Wakapolri

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, sedangkan Wahyu […]

  • ‎DPRD Kota Malang Tampung Aspirasi Mahasiswa, Amithya Soroti Efektivitas Program MBG dan KMP

    ‎DPRD Kota Malang Tampung Aspirasi Mahasiswa, Amithya Soroti Efektivitas Program MBG dan KMP

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id– ‎Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menyatakan lembaganya akan menindaklanjuti lima tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Malang pada Senin (15/06). ‎ ‎Aspirasi tersebut disebut akan diteruskan kepada DPR RI karena mayoritas berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat. ‎ ‎Pernyataan itu disampaikan Amithya saat menemui ribuan massa […]

  • Kades Junrejo Klaim Tak Intervensi Lelang BKK 2026, TPK Diberi Mandat Penuh

    Kades Junrejo Klaim Tak Intervensi Lelang BKK 2026, TPK Diberi Mandat Penuh

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Kepala Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, menegaskan dirinya tidak melakukan intervensi dalam proses lelang kegiatan yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) 2026. Seluruh tahapan pelaksanaan, menurutnya, diserahkan kepada Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Kades Junrejo, Andi Faizal Hasan mengatakan, TPK telah mendapatkan pendampingan dari pihak terkait, termasuk PLP Kota Batu dan […]

  • Ledia Desak Dana Abadi Selamatkan Cagar Budaya

    Ledia Desak Dana Abadi Selamatkan Cagar Budaya

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah mendorong pemerintah membuka pemanfaatan Dana Abadi Kebudayaan untuk membiayai pemeliharaan dan revitalisasi cagar budaya. Menurutnya, skema pendanaan yang berlaku saat ini belum mampu menjawab kebutuhan pelestarian bangunan bersejarah yang terus mengalami kerusakan. Ledia mengatakan regulasi yang ada membuat Dana Abadi Kebudayaan belum dapat dimanfaatkan […]

  • Dinsos Malang Bongkar Data Perlinsos: Baru 15,4 Persen, 50 Ribu KK Dikejar

    Dinsos Malang Bongkar Data Perlinsos: Baru 15,4 Persen, 50 Ribu KK Dikejar

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id — Pendataan perlindungan sosial (perlinsos) di Kota Malang masih dikebut. Hingga Senin (31/8), capaian baru mencapai 15,4 persen, sementara Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang menargetkan angka tersebut naik menjadi 17 persen. Target 17 persen itu diperkirakan setara dengan 45 ribu hingga 50 ribu […]

expand_less