9 Kiai Terpilih Jadi AHWA Muktamar NU, Segera Pilih Rais Aam
- account_circle EAP
- calendar_month Minggu, 30 Agu 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Situasi sidang pleno Muktamar ke-35 NU di gedung serbaguna. (Foto: EAP)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JOMBANG, Memodaily.id – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, menetapkan sembilan ulama sepuh sebagai anggota Ahlul Halli Wal ‘Aqdi (AHWA).
Penetapan tersebut berdasarkan Rekapitulasi Nasional Hasil Tabulasi Suara yang ditandatangani pada 30 Agustus 2026. Kesembilan ulama dengan perolehan suara terbanyak itu selanjutnya bertugas memilih Rais ‘Aam PBNU melalui musyawarah mufakat.
KH. Nurul Huda Djazuli dari Ploso menjadi peraih suara terbanyak dengan 485 suara atau 10,31 persen. Posisi kedua ditempati Tgk. KH. Nuruzzahri Yahya dari Waled NU dengan 477 suara atau 10,14 persen.
Berikut sembilan anggota AHWA Muktamar ke-35 NU:
- KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso) — 485 suara (10,31 persen)
- Tgk. KH. Nuruzzahri Yahya (Waled NU) — 477 suara (10,14 persen)
- AG. Dr. KH. Baharuddin HS, MA — 392 suara (8,34 persen)
- KH. Miftachul Akhyar — 350 suara (7,44 persen)
- KH. Afifuddin Muhajir — 339 suara (7,21 persen)
- KH. Anwar Iskandar — 326 suara (6,93 persen)
- KH. Anwar Manshur (Lirboyo) — 303 suara (6,44 persen)
- Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj — 273 suara (5,80 persen)
- Dr. KH. Abun Bunyamin, MA — 268 suara (5,70 persen)
Total suara yang masuk dalam tabulasi mencapai 4.703 suara dari 34 calon ulama yang diusulkan muktamirin melalui enam bilik atau panel penghitungan.
Sesuai AD/ART dan Tata Tertib Muktamar ke-35 NU, sembilan anggota AHWA tersebut akan bermusyawarah untuk menetapkan Rais ‘Aam PBNU periode mendatang.
Penetapan Rais ‘Aam menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.
- Penulis: EAP
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar