Breaking News
Rabu, 14 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Wali Kota Malang Ajak Lestarikan Bersih Desa Polowijen, Sejarah Kampung Jangan Sampai Hilang

Wali Kota Malang Ajak Lestarikan Bersih Desa Polowijen, Sejarah Kampung Jangan Sampai Hilang

  • account_circle ADK
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Ribuan warga memadati puncak perayaan Bersih Desa Polowijen 2026 yang digelar pada Sabtu (4/7/2026) malam. Tradisi tahunan yang berlangsung secara swadaya itu dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Ketua DPRD Kota Malang, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta pelaku UMKM.

Ketua LPMK Polowijen sekaligus Ketua Panitia Bersih Desa 2026, Andri Basuki, mengatakan Bersih Desa merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus penghormatan kepada para leluhur yang membuka dan membangun kawasan Polowijen.

Menurutnya, rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 20 Juni 2026, diawali doa bersama di makam leluhur, tradisi Barikan di Petren, kirab budaya, karnaval, hiburan rakyat, hingga ditutup dengan pengajian umum dan pengumuman pemenang kirab budaya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga dan para donatur yang telah bergotong royong menyukseskan Bersih Desa. Seluruh kegiatan terlaksana berkat kebersamaan masyarakat Polowijen,” ujar Andri.

Dalam sambutannya, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi konsistensi masyarakat Polowijen dalam mempertahankan tradisi di tengah perkembangan kota.

Ia mengingatkan bahwa budaya lokal menghadapi tantangan besar akibat derasnya arus modernisasi. Karena itu, generasi muda perlu dikenalkan dengan sejarah kampung halamannya agar tidak hanya mengenal budaya melalui media digital.

“Di kota, tradisi seperti Bersih Desa mulai jarang ditemukan. Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal budaya dari media sosial, tetapi tidak mengenal sejarah kampung halamannya sendiri,” kata Wahyu.

Wahyu menilai masyarakat Polowijen telah memberikan contoh bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan perkembangan perkotaan. Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya menjaga ritual, tetapi juga mempertahankan identitas dan sejarah daerah.

Ia juga meminta agar nama “Bersih Desa” tetap dipertahankan meskipun Polowijen kini berstatus kelurahan.

“Jangan sampai nanti berubah menjadi Bersih Kelurahan. Nama Bersih Desa memiliki nilai sejarah karena Polowijen dulu merupakan desa yang memiliki petinggi desa sebelum menjadi kelurahan. Sejarah itu jangan sampai hilang,” ujarnya.

Selain melestarikan budaya, kegiatan tersebut juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Puluhan stan UMKM yang memadati lokasi acara ramai dikunjungi masyarakat, bahkan sejumlah pelaku usaha mengaku seluruh produknya habis terjual.

Menurut Wahyu, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

“Bersih Desa membuktikan bahwa budaya bukan beban pembangunan. Justru budaya mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan memperkuat kebersamaan warga,” tuturnya.

Ia berharap semangat gotong royong dan pelestarian budaya yang terus dijaga masyarakat Polowijen dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Malang agar tradisi lokal tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Melestarikan budaya bukan hanya menjaga tradisi, tetapi menjaga identitas daerah. Jika masyarakat mulai melupakan sejarahnya, maka perlahan mereka juga kehilangan jati dirinya. Karena itu Bersih Desa harus terus hidup sebagai gerakan masyarakat, bukan sekadar pesta tahunan,” pungkasnya.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komite II DPD RI Dorong Penguatan Energi Nuklir untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

    Komite II DPD RI Dorong Penguatan Energi Nuklir untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Komite II DPD RI mendorong penguatan pemanfaatan energi nuklir sebagai salah satu strategi mendukung ketahanan energi nasional. Hal itu mengemuka dalam kegiatan pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran yang digelar di Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bandung, bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan para pemangku kepentingan. Anggota […]

  • DPR Desak BGN Benahi Tata Kelola MBG, Irma: Jangan Tunda Penyelesaian Masalah

    DPR Desak BGN Benahi Tata Kelola MBG, Irma: Jangan Tunda Penyelesaian Masalah

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian Komisi IX DPR RI. Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) tidak hanya fokus melakukan evaluasi internal, tetapi juga segera menyelesaikan berbagai persoalan yang masih terjadi dalam pelaksanaan program di lapangan. Hal itu disampaikan Irma dalam […]

  • Karhutla Ancam Kesehatan, Netty: Jangan Tunggu Warga Sakit

    Karhutla Ancam Kesehatan, Netty: Jangan Tunggu Warga Sakit

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat paparan asap dan memburuknya kualitas udara. Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta pemerintah memperkuat kesiapsiagaan kesehatan masyarakat di wilayah yang terdampak maupun berisiko mengalami karhutla. “Jangan hanya menghitung berapa hektare yang terbakar. Kita juga […]

  • Dosen UB Soroti Risiko Kemitraan PT AMG yang Bertumpu pada Kepercayaan

    Dosen UB Soroti Risiko Kemitraan PT AMG yang Bertumpu pada Kepercayaan

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Hubungan bisnis berbasis kepercayaan dinilai tetap membutuhkan kepastian aturan agar tidak memicu perbedaan pemahaman hingga sengketa ketika kondisi transaksi berubah. Hal itu menjadi sorotan dua dosen peneliti Universitas Brawijaya (UB), Ayu Mustika Pamungkas dan Siti Nur Shoimah, dalam kajian mengenai pola kemitraan berbasis kepercayaan (trust-based relationship) di PT Artaniaga Megah Gemilang (PT […]

  • Jalan Provinsi Amblas, 7 Kecamatan di Nisel Terisolir

    Jalan Provinsi Amblas, 7 Kecamatan di Nisel Terisolir

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle AFW
    • 0Komentar

    NIAS SELATAN, Memodaily.id – Ruas jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Lahusa dengan Kecamatan Gomo, tepatnya di Dusun IV, Desa Taluzusua, Kecamatan Sidua’ori, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, putus total setelah badan jalan amblas diterjang luapan air sungai, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Badan jalan amblas sepanjang sekitar 25–30 meter setelah pondasinya terkikis arus sungai […]

  • SPMB 2026 Jombang, Pengambilan PIN Dibatasi 200 Siswa per Hari

    SPMB 2026 Jombang, Pengambilan PIN Dibatasi 200 Siswa per Hari

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle EAP
    • 0Komentar

    JOMBANG, Memodaily.id – Menjelang pembukaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Kabupaten Jombang membatasi layanan pengambilan PIN SMA/SMK maksimal 200 calon murid per hari. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menghindari penumpukan antrean sekaligus memastikan proses verifikasi dokumen berjalan tertib dan lancar. Kepala Cabdindik Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, mengatakan kuota […]

expand_less