Breaking News
Rabu, 14 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bari’an Anak Nusantara ke-5, Wahyu: Toleransi Harus Dikenalkan Sejak Dini

Bari’an Anak Nusantara ke-5, Wahyu: Toleransi Harus Dikenalkan Sejak Dini

  • account_circle ADK
  • calendar_month Minggu, 16 Agu 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Pesan toleransi mewarnai pelaksanaan Bari’an Anak Nusantara ke-5 di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Minggu (16/8) sore. Usai pemotongan tumpeng, anak-anak dari berbagai latar belakang tampak berbagi makanan dan berinteraksi dalam suasana penuh keakraban.

Momen tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan nilai toleransi dan kebersamaan sejak dini. Perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk duduk bersama, berbagi, dan membangun persaudaraan.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, Bari’an Anak Nusantara bukan sekadar seremoni peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan sekaligus melestarikan tradisi dan nilai persatuan.

“Bari’an yang digelar hari ini bukan sekadar menjadi ungkapan rasa syukur dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita untuk mengenalkan, merawat, dan melestarikan tradisi Bari’an sebagai salah satu kekayaan budaya yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat,” ujar Wahyu.

Ia menyebut Bari’an Anak Nusantara sebagai kegiatan yang mempertemukan anak-anak dalam semangat toleransi, keberagaman, dan nasionalisme.

“Mungkin ini adalah yang pertama dan satu-satunya yang diselenggarakan oleh Kota Malang,” katanya.

Wahyu menegaskan, keberagaman tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk saling mengenal, menghargai, dan melengkapi.

“Keberagaman bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi,” tegasnya.

Karena itu, keterlibatan anak-anak menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Wahyu menilai nilai toleransi perlu dikenalkan melalui pengalaman dan kebiasaan, bukan hanya disampaikan melalui pesan atau pidato.

“Dari sini kita dapat menanamkan kepada anak-anak dan generasi muda Kota Malang tentang pentingnya toleransi, saling menghargai, serta belajar hidup berdampingan di tengah-tengah perbedaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan jati diri di tengah perkembangan zaman. Kemajuan teknologi dan perubahan sosial, kata dia, perlu diimbangi dengan kecintaan terhadap budaya dan semangat kebangsaan.

“Jangan sampai kemajuan zaman membuat kita kehilangan jati diri. Jadikan budaya sebagai akar keberagaman, sebagai kekuatan dan prestasi, sebagai cara kalian melanjutkan perjuangan para pahlawan,” pesan Wahyu.

Menurutnya, perjuangan generasi saat ini bukan lagi dengan mengangkat senjata seperti para pahlawan pada masa lalu. Tanggung jawab generasi muda adalah menjaga persatuan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa.

“Perjuangan tidak terhenti hanya dengan bagaimana kita mempertaruhkan nyawa kepada penjajah dahulu, tetapi bagaimana kita berjuang untuk membela negara kita dengan segala keberagaman, dengan segala perbedaan ini untuk menjadi satu kekuatan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Wahyu berharap semangat Bari’an Anak Nusantara terus hidup setelah kegiatan berakhir. Tradisi tersebut diharapkan menjadi ruang perjumpaan masyarakat sekaligus sarana memperkuat toleransi.

“Kota ini menjadi kota yang semakin kuat bukan karena kita sama, melainkan karena kita mampu hidup bersama dalam perbedaan,” tegasnya.

Bari’an Anak Nusantara ke-5 diisi dengan doa lintas agama dan kepercayaan untuk keselamatan bangsa, pemotongan tumpeng, pentas seni, serta parade lagu nasional. Momen anak-anak berbagi makanan menjadi salah satu gambaran pesan kebersamaan yang diusung kegiatan tersebut.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Ada Senjata di Sekolah, Komisi X Minta Keamanan Dievaluasi

    Diduga Ada Senjata di Sekolah, Komisi X Minta Keamanan Dievaluasi

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Temuan sejumlah barang yang diduga berupa senjata api di salah satu sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, mendapat perhatian Komisi X DPR RI. Aparat diminta mengusut temuan tersebut secara menyeluruh, sementara sistem keamanan sekolah didorong untuk segera dievaluasi. Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, penyelidikan diperlukan untuk memastikan […]

  • Motor Masih Menyala, Mahasiswi Didorong Jatuh Lalu Kendaraan Dibawa Kabur, Polisi Beberkan Kronologi

    Motor Masih Menyala, Mahasiswi Didorong Jatuh Lalu Kendaraan Dibawa Kabur, Polisi Beberkan Kronologi

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Aksi perampasan sepeda motor menimpa seorang mahasiswi di kawasan Jalan Terusan Dieng, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Korban didorong hingga terjatuh, sementara sepeda motornya yang masih menyala langsung dibawa kabur pelaku. Peristiwa tersebut terjadi Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban diketahui bernama Shandy Irdina Rahmi (22). Kasihumas Polresta Malang […]

  • DPRD Kota Malang Bongkar Persoalan Anggaran PMI, Kemandirian Jadi Pekerjaan Rumah

    DPRD Kota Malang Bongkar Persoalan Anggaran PMI, Kemandirian Jadi Pekerjaan Rumah

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang kembali mendapat sorotan. Bukan karena pelayanan donor darahnya, melainkan menyangkut bagaimana organisasi kemanusiaan tersebut memperkuat kemandirian sekaligus mengelola potensi yang dimilikinya. Persoalan itu mencuat saat DPRD Kota Malang menerima audiensi PMI, Selasa (22/9/2026). Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, ST., MT., mengapresiasi peran […]

  • Jambore Sukun Digelar, Kwarcab Malang Tekankan Pramuka Tak Boleh Sekadar Seremonial

    Jambore Sukun Digelar, Kwarcab Malang Tekankan Pramuka Tak Boleh Sekadar Seremonial

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Jambore Ranting Sukun ke-7 di Taman Rekreasi Sengkaling, Minggu (27/9/2026), menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk mengasah kemandirian sekaligus memperkuat karakter melalui berbagai aktivitas bersama. Kegiatan tersebut mendapat perhatian dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Malang. Ka Kwarcab Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, ST, MT, menilai kegiatan di tingkat ranting memiliki […]

  • Berkeliling Cari Rumah Kosong, Perempuan Asal Lumajang Gasak Harta Warga Kota Batu Rp70 Juta

    Berkeliling Cari Rumah Kosong, Perempuan Asal Lumajang Gasak Harta Warga Kota Batu Rp70 Juta

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Seorang perempuan berinisial WLS (39), asal Kabupaten Lumajang, diamankan polisi setelah diduga membobol rumah warga dan membawa kabur harta benda senilai sekitar Rp70 juta. Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin, S.H., […]

  • Selly Genjot Sekolah Rakyat untuk Putus Kemiskinan

    Selly Genjot Sekolah Rakyat untuk Putus Kemiskinan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    LAMPUNG TENGAH, Memodaily.id – Komisi VIII DPR RI mendorong percepatan realisasi Sekolah Rakyat di Kabupaten Lampung Tengah sebagai langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Dorongan tersebut disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, setelah menilai keberhasilan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menurunkan angka kemiskinan dari dua digit menjadi […]

expand_less