Breaking News
Senin, 12 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Ketua DPRD Kota Malang Soroti Guru PAUD dan PKL

Ketua DPRD Kota Malang Soroti Guru PAUD dan PKL

  • account_circle ADK
  • calendar_month Rabu, 19 Agu 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyoroti dua persoalan dalam pembahasan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026, yakni peningkatan kesejahteraan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Amithya mengatakan, tambahan anggaran sekitar Rp27,9 miliar untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan belum otomatis dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh tenaga pendidik, termasuk guru PAUD.

Menurutnya, penambahan anggaran harus dihitung berdasarkan jumlah penerima, kebutuhan pembiayaan, kemampuan keuangan daerah, serta konsekuensi terhadap regulasi.

“Kalau itu kita harus menghitung satuannya untuk semua. Kalau untuk merubah di akhir PAK ini, sepertinya kita butuh merubah aturan juga. Pasti nanti di Perwali berubah,” kata Amithya kepada awak media, Rabu (19/8).

Ia menyebut peningkatan dukungan bagi guru PAUD tetap menjadi perhatian DPRD. Namun, kebijakan tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah dan proyeksi dana transfer dari pemerintah pusat.

“Kita harus berhitung juga dana transfer dari pusat itu akan seperti apa ke depannya, paling tidak prediksinya atau proyeksinya. Baru nanti kita akan hitung kembali untuk penambahannya,” ujarnya.

Jika peningkatan kesejahteraan guru PAUD belum dapat direalisasikan melalui perubahan anggaran 2026, Amithya mendorong agar kebijakan tersebut dipersiapkan untuk penganggaran berikutnya.

PKL Jangan Hanya Ditertibkan

Selain guru PAUD, persoalan PKL juga menjadi perhatian Badan Anggaran DPRD Kota Malang.

Amithya menilai penanganan PKL tidak cukup dilakukan melalui operasi penertiban berulang. Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan dengan penataan tata ruang dan penyediaan ruang usaha bagi masyarakat.

“Karena kan ini bagian dari tata kota sebetulnya,” tegasnya.

Ia berharap kebijakan pembangunan dalam RPJMD Kota Malang dapat memberikan ruang yang lebih jelas bagi masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari aktivitas berdagang.

“Kami berharap di RPJMD kali ini, seperti disampaikan, kita mulai masuk ke infrastruktur. Artinya masyarakat-masyarakat ini apabila ingin mempunyai ruang usaha harus difasilitasi,” jelasnya.

Amithya juga mendorong pemerintah mengkaji penyediaan ruang terbuka atau kawasan khusus yang dapat menjadi lokasi usaha, termasuk untuk pedagang makanan.

“Apakah kemudian kita bisa punya ruang terbuka, etalase teman-teman yang akan berjualan, berjualan makanan, seperti apa nanti,” ujarnya.

Terkait anggaran operasi penertiban PKL, Amithya meminta pemerintah juga mempertimbangkan penyediaan lokasi alternatif. Sebab, tanpa solusi tempat berjualan, persoalan PKL dinilai akan terus berulang.

“Sebetulnya masyarakat punya keinginan dibuat tempat lokasi berjualan. Kebetulan kalau mereka punya tempat berjualan, pemerintah harus bisa menangkap itu,” katanya.

Salah satu lokasi yang menurutnya dapat dikaji adalah kawasan sekitar Balai Kota Malang. Namun, hal tersebut tetap harus memperhatikan tata ruang, fungsi kawasan, kebutuhan infrastruktur, serta ketentuan yang berlaku.

“Bagaimana caranya kita menyediakan tempat di seputaran Balai Kota misalkan. Kalau itu memungkinkan, mari kita hitung bersama, kira-kira apa yang dibutuhkan karena itu kan khususnya infrastruktur,” jelasnya.

Amithya menegaskan penataan PKL harus menghasilkan solusi yang berkelanjutan, bukan sekadar memindahkan pedagang dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Pemerintah, kata dia, perlu menghitung kebutuhan lokasi, fasilitas pendukung, akses masyarakat, sanitasi, keamanan, hingga pengelolaan kawasan apabila ruang usaha khusus PKL disiapkan.

“Yang jelas itu juga menjadi sorotan kami salah satunya, supaya kota ini semakin tertata,” pungkasnya.

DPRD Kota Malang akan terus mengawal pembahasan anggaran agar program dalam Perubahan APBD 2026 dapat menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk peningkatan dukungan bagi guru PAUD dan penataan PKL melalui penyediaan ruang usaha yang sesuai aturan.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Trans Jatim Malang Butuh Feeder, DPRD Desak Pemkot Bergerak

    Trans Jatim Malang Butuh Feeder, DPRD Desak Pemkot Bergerak

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Malang segera menyiapkan sistem feeder untuk mendukung layanan Trans Jatim. Kepastian feeder dinilai penting agar transportasi publik tidak hanya menjangkau jalan-jalan protokol. Amithya mengatakan Pemkot Malang perlu segera menentukan alur layanan, kebutuhan armada dan sumber daya manusia, hingga bentuk dukungan anggaran […]

  • Andalkan GPS, Dua Pendaki Nekat Terobos Jalur Ilegal Semeru Terdampar 3 Hari

    Andalkan GPS, Dua Pendaki Nekat Terobos Jalur Ilegal Semeru Terdampar 3 Hari

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id — Mengandalkan GPS tanpa pemandu, dua pemuda asal Kepanjen, Kabupaten Malang, Yanuar (19) dan Dwi (25), justru terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Gunung Semeru. Keduanya nekat memasuki kawasan Semeru melalui jalur ilegal di kawasan Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin (24/8/2026) malam. Pendakian itu awalnya direncanakan sebagai perjalanan tektok, […]

  • Urus Paspor Jadi Lebih Fleksibel, Imigrasi Malang Hadirkan PASPORIA di Jatim Park 3

    Urus Paspor Jadi Lebih Fleksibel, Imigrasi Malang Hadirkan PASPORIA di Jatim Park 3

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle DAY
    • 0Komentar

    ‎MALANG, Memodaily.id– Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang kembali menghadirkan layanan PASPORIA (Paspor Ceria) untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen perjalanan pada akhir pekan. Layanan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 13 September 2026, di Jatim Park 3, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. ‎ ‎Program ini menjadi salah satu upaya Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang […]

  • Wahyu Hidayat: Jadi Sekwan Bukan Tugas Mudah

    Wahyu Hidayat: Jadi Sekwan Bukan Tugas Mudah

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa jabatan Sekretaris DPRD (Sekwan) memiliki tanggung jawab strategis sekaligus kompleks karena harus menjadi penghubung antara pemerintah daerah dan DPRD di tengah dinamika politik yang terus berkembang. Hal itu disampaikan Wahyu saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Sekretariat DPRD Tingkat Nasional yang digelar Asosiasi Sekretaris DPRD […]

  • Tokoh Lintas Agama Sepakat Wujudkan Rumah Ibadah Aman bagi Perempuan

    Tokoh Lintas Agama Sepakat Wujudkan Rumah Ibadah Aman bagi Perempuan

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle YAT
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Tokoh lintas agama, pegiat perlindungan perempuan dan anak, serta komunitas kebebasan beragama dan berkeyakinan berkumpul dalam diskusi bertajuk Ruang Aman dan Kesehatan Mental Perempuan dan Anak: Mewujudkan Rumah Ibadah yang Ramah bagi Perempuan dan Anak, Selasa (28/7/2026), di Aula KOPPATARA, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan yang diselenggarakan KOPPATARA Indonesia bekerja […]

  • Polresta Malang Kota Sediakan Air Minum Gratis untuk Warga

    Polresta Malang Kota Sediakan Air Minum Gratis untuk Warga

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Pelayanan kepada masyarakat di Polresta Malang Kota kini tak hanya soal kecepatan dan ketepatan dalam memberikan layanan. Kenyamanan warga juga mendapat perhatian melalui hadirnya fasilitas air minum gratis yang bisa dinikmati pengunjung maupun anggota kepolisian. Fasilitas tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Malang, Perumda Air Minum Tugu Tirta dan Polresta Malang Kota. […]

expand_less