Breaking News
Minggu, 11 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Jadi Korban Dugaan Penganiayaan, Anggota DPRD Kabupaten Malang Dirawat Inap

Jadi Korban Dugaan Penganiayaan, Anggota DPRD Kabupaten Malang Dirawat Inap

  • account_circle ADK
  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Penyampaian aspirasi warga terkait pembukaan akses Bendungan Lahor selama 24 jam di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jumat (11/9/2026), berujung kericuhan. Seorang anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan hingga harus menjalani rawat inap di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ketika sejumlah warga asal Kecamatan Sumberpucung yang dipimpin Hadi Wiyono alias Pak Dur mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Malang. Mereka datang untuk menyerahkan surat sekaligus meminta audiensi terkait pembukaan akses Bendungan Lahor selama 24 jam.

Awalnya, pembahasan berlangsung antara warga dengan dua anggota DPRD dari daerah pemilihan setempat, yakni Taufik Setyowangono dari Fraksi Golkar dan Alaik Mubarok dari Fraksi Gerindra.

Namun, situasi kemudian memanas setelah terjadi adu argumen antara warga dan anggota dewan. Kericuhan membuat pimpinan DPRD meminta anggota dewan lainnya turun tangan untuk meredakan keadaan.

Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi kemudian meminta Zulham Akhmad Mubarrok membantu menenangkan situasi.

Zulham mengatakan dirinya berupaya mengajak warga menyelesaikan persoalan melalui musyawarah. Namun, menurut keterangannya, upaya tersebut justru berujung pada dugaan tindakan kekerasan.

“Saya berniat melerai dan mengajak musyawarah baik-baik, tetapi malah diumpat dan diserang. Saya tidak membalas, tetapi disundul menggunakan kepala beberapa kali,” kata Zulham, Jumat (11/9/2026).

Akibat kejadian tersebut, Zulham mengaku mengalami luka sobek pada bibir serta sejumlah benjolan di bagian samping dan belakang kepala. Ia juga menyebut sempat terkena lemparan botol air mineral saat kericuhan berlangsung.

Setelah kejadian, Zulham mendatangi kepolisian untuk melaporkan peristiwa tersebut. Ia juga menjalani pemeriksaan visum di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

Keluhan pusing setelah mengalami benturan membuat tim medis menyarankan Zulham menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ia kemudian menjalani rawat inap dan pemeriksaan CT scan untuk memastikan kondisi kepalanya.

Sementara itu, kepolisian disebut telah menerima laporan terkait insiden tersebut. Pemeriksaan awal melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) juga mulai dilakukan.

Zulham berharap proses hukum atas dugaan penganiayaan tersebut berjalan objektif dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Harapannya proses hukum berjalan adil dan persoalan ini bisa diselesaikan sesuai aturan,” ujarnya.

Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap rangkaian kejadian serta pihak-pihak yang terlibat dalam kericuhan tersebut.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atalia Soroti 146 Ribu UMKM Bandung Belum Bersertifikat Halal

    Atalia Soroti 146 Ribu UMKM Bandung Belum Bersertifikat Halal

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    BANDUNG, Memodaily.id – Sebanyak 146 ribu dari sekitar 180 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Bandung disebut belum memiliki sertifikat halal. Kondisi ini menjadi perhatian Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya menjelang pemberlakuan penuh kewajiban sertifikasi halal pada 18 Oktober 2026. Atalia menyampaikan hal tersebut setelah menggelar kegiatan serap aspirasi […]

  • 167 Jabatan Kosong hingga 1.600 Warga, PKB Desak Pemkot Malang Berbenah

    167 Jabatan Kosong hingga 1.600 Warga, PKB Desak Pemkot Malang Berbenah

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Fraksi PKB DPRD Kota Malang membongkar sejumlah persoalan yang dinilai belum tuntas dalam pandangan terhadap Rancangan Perubahan APBD 2026, mulai polemik Pasar Gadang, 167 jabatan kosong, data bansos hingga persoalan kesehatan mental warga. Juru bicara Fraksi PKB, H. Arif Wahyudi, meminta Pemkot Malang tidak sekadar menjalankan program secara administratif. Menurutnya, setiap kebijakan […]

  • Novita Hardini Soroti Pengawasan AMDK, Galon Berusia 20 Tahun Masih Beredar

    Novita Hardini Soroti Pengawasan AMDK, Galon Berusia 20 Tahun Masih Beredar

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mengkritik lemahnya pengawasan terhadap industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan konsumen. Sorotan itu mengemuka setelah ditemukan dugaan galon guna ulang berusia hingga 20 tahun yang masih beredar dan digunakan masyarakat. Kritik tersebut disampaikan Novita dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja […]

  • PKS Soroti APBD Jatim, Desak Reformasi Tata Kelola

    PKS Soroti APBD Jatim, Desak Reformasi Tata Kelola

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle WNZ
    • 0Komentar

    SURABAYA, Memodaily.id – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Jawa Timur mendorong reformasi menyeluruh dalam tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar pengelolaan keuangan daerah tidak berhenti pada pemenuhan aspek administratif, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Sikap tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi PKS DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, saat […]

  • Angkot Sepi, Pemkot Malang Siapkan Rp1,9 Miliar untuk Angkutan Pelajar

    Angkot Sepi, Pemkot Malang Siapkan Rp1,9 Miliar untuk Angkutan Pelajar

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kota Malang menyiapkan anggaran sekitar Rp1,9 miliar untuk menjalankan program angkutan pelajar berbasis angkutan kota (angkot). Program ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 31 Agustus 2026. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, sebelum diluncurkan secara resmi, layanan tersebut akan menjalani uji coba. Operasional ditargetkan dimulai pukul 05.00 WIB, […]

  • Rp200 Juta Digelontorkan, Eks Lokasi PKL Kedungkandang Dikunci Pagar dan Disiapkan Jadi RTH

    Rp200 Juta Digelontorkan, Eks Lokasi PKL Kedungkandang Dikunci Pagar dan Disiapkan Jadi RTH

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Bekas kawasan yang sebelumnya menjadi titik aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Kedungkandang, Kota Malang, mulai diarahkan menuju wajah baru. Pemerintah Kota Malang menyiapkan anggaran sekitar Rp200 juta untuk memasang pagar di sisi utara dan barat kawasan tersebut. Pemasangan pagar menjadi salah satu langkah pengamanan setelah kawasan ditata. Pemkot tidak ingin […]

expand_less