Terharu Kisah Maba Unismuh, Mentan Amran Bayar Kos 3 Tahun
- account_circle RFR
- calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mentan Andi Amran Sulaiman memberikan perhatian kepada mahasiswa baru Unismuh Makassar, Harlen, yang mengalami keterbatasan ekonomi. (Foto: Dok. Kementan)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAKASSAR, Memodaily.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terharu mendengar kisah Harlen, mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) yang sejak kecil ditinggal ayahnya. Dalam keterbatasan ekonomi, Harlen tetap berjuang melanjutkan pendidikan hingga harus tinggal di asrama karena tidak mampu membayar biaya kos.
Kisah tersebut disampaikan saat Mentan Amran menghadiri Taaruf dan Kuliah Umum Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 Unismuh Makassar, Sabtu (12/9).
Harlen merupakan mahasiswa baru asal Bone yang masuk Unismuh sebagai utusan pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Salomekko. Karena keterbatasan biaya, ia tinggal di asrama dengan bantuan seorang ustaz.
Mendengar kondisi Harlen, Mentan Amran langsung memberikan bantuan untuk biaya tempat tinggal selama tiga tahun masa perkuliahan. Ia meminta pihak Unismuh mencarikan kos yang layak bagi Harlen.
“Nanti kosannya cari di sini, nanti bayarnya tiga tahun dari kantor saya. Nanti staf Unismuh kontak kantor saya, carikan kosan, lunasi tiga tahun. Jadi aman tiga tahun ya, Nak,” ujar Amran.
Setelah mengetahui kebutuhan makan Harlen selama tinggal di asrama juga telah ditanggung, Amran meminta mahasiswa tersebut menyimpan bantuan yang diterimanya untuk kebutuhan pendidikan.
“Udah, simpan saja, itu untuk beasiswa,” katanya.
Amran juga menyampaikan pesan kepada ayah Harlen melalui kamera. Ia mengatakan, Harlen sedang berjuang menuntut ilmu dan tetap mendoakan ayahnya.
“Pak Hilo, anakmu sedang berjuang, ada di sini. Insyaallah dia akan mengangkat nama baikmu dan dia selalu mendoakan, dia mencarimu. Pak Hilo, berilah kasih sayang kepada mereka. Ini anakmu sedang berjuang menuntut ilmu untuk mengangkat nama baik Bapak. Dia rindu,” kata Amran.
Ia kemudian berpesan kepada Harlen agar tidak menyimpan dendam kepada ayahnya. Amran meminta mahasiswa tersebut tetap berprasangka baik dan mendoakan kedua orang tuanya.
“Doakan bapakmu yang tinggalkan, jangan dendam. Karena mungkin kesulitan sehingga dia cari rezeki. Kita berprasangka baik. Doakan ibumu yang sudah meninggal. Doakan terus ya,” pesannya.
Selain Harlen, Amran memberikan perhatian kepada sejumlah mahasiswa yatim piatu yang mengalami kesulitan ekonomi. Ia juga memberikan bantuan kepada mahasiswa penghafal Al-Qur’an atau hafiz.
Dalam kesempatan tersebut, Amran berpesan kepada mahasiswa agar tidak menjadikan kesulitan hidup sebagai alasan untuk menyerah. Menurut dia, tekanan dan perjuangan dapat membentuk seseorang menjadi lebih kuat.
“Orang yang menderita, orang yang mendapat tekanan, itulah calon pendekar. Yang kita senangi di dunia adalah berlian, itu ada di perut bumi, tekanan 3.500 derajat Celcius. Anda mau jadi berlian atau lumpur. Anda berjuang, jangan pernah mengeluh,” tegasnya.
Amran juga mengatakan kesuksesan tidak ditentukan oleh latar belakang seseorang. Karena itu, mahasiswa diminta percaya diri, bekerja keras, menjaga karakter, dan konsisten mengejar cita-cita.
“Sukses tidak mengenal latar belakang. Siapa pun berhak. Apalagi di Unismuh, Anda sudah digembleng. Jadi tergantung Anda,” ujarnya.
Ia berharap bantuan dan perhatian tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan, mengangkat nama baik keluarga, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ayo kita berjuang bersama untuk umat, bangsa, negara yang kita cintai,” pungkas Amran.
- Penulis: RFR
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar