Breaking News
Selasa, 13 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kuota Popda Dipangkas, Atlet Pelajar Malang Dihadapkan pada Pilihan Biaya Mandiri

Kuota Popda Dipangkas, Atlet Pelajar Malang Dihadapkan pada Pilihan Biaya Mandiri

  • account_circle ADK
  • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Keterbatasan anggaran Pemerintah Kota Malang untuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jawa Timur 2026 membuat ratusan atlet pelajar belum terakomodasi dalam pembiayaan keberangkatan. Kondisi ini memunculkan persoalan baru, yakni atlet yang tetap ingin bertanding harus mempertimbangkan keberangkatan dengan biaya mandiri.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam menentukan jumlah atlet yang dapat diberangkatkan. Di tengah polemik yang ramai diperbincangkan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang untuk mencari kemungkinan penambahan kuota pembiayaan.

Saat dikonfirmasi pada Jumat (9/10/2026), Arif menegaskan keputusan mengenai atlet yang diberangkatkan belum sepenuhnya final. Ia berharap ada dukungan tambahan bagi atlet yang dinilai memiliki peluang meraih medali.

“Jadi, kemarin itu sebenarnya belum final. Kami masih akan berkoordinasi dengan KONI. Nanti akan kami sampaikan setelah ada keputusan final, kira-kira KONI bisa membantu memberangkatkan beberapa atlet tambahan yang memiliki potensi,” ujar Arif.

Menurutnya, persoalan ini berawal dari jumlah usulan atlet yang tidak sebanding dengan kemampuan anggaran daerah. Dari total 423 atlet yang diajukan oleh 28 cabang olahraga (cabor), Disporapar hanya memiliki kemampuan pembiayaan untuk sekitar 200 atlet dan 30 ofisial.

Artinya, masih terdapat ratusan atlet yang belum terakomodasi dalam rencana keberangkatan yang dibiayai pemerintah. Kondisi tersebut memaksa Disporapar bersama KONI menentukan prioritas berdasarkan potensi prestasi dan peluang menyumbangkan medali.

Arif menjelaskan, ketika mulai mengemban amanah memimpin Disporapar Kota Malang, anggaran yang tersedia untuk kegiatan Popda hanya sekitar Rp400 juta. Dari jumlah tersebut, Rp300 juta dialokasikan untuk bonus atlet berprestasi.

Dengan anggaran awal itu, jumlah atlet dan ofisial yang dapat diberangkatkan diperkirakan hanya sekitar 70 orang.

Setelah kebutuhan dihitung dan pembahasan anggaran dilakukan, keberangkatan sekitar 200 atlet membutuhkan anggaran minimal Rp1 miliar. Dana tersebut mencakup jersey, perlengkapan pertandingan, penginapan, transportasi, uang saku, hingga asuransi.

Sementara itu, apabila seluruh usulan sekitar 400 atlet dapat diberangkatkan, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp3 miliar hingga Rp4 miliar.

Adapun anggaran yang tersedia pada 2026 disebut mencapai sekitar Rp1 miliar lebih untuk keberangkatan atlet, di luar alokasi Rp300 juta untuk bonus prestasi.

“Dari usulan yang disampaikan kepada kami, totalnya ada 423 atlet dari 28 cabang olahraga. Karena keterbatasan anggaran, kami tidak bisa memberangkatkan semuanya,” jelasnya.

Disporapar bersama KONI kemudian menggelar pertemuan dengan perwakilan 28 cabor untuk membahas komposisi kontingen. Pemilihan atlet dilakukan dengan mempertimbangkan potensi prestasi agar keterbatasan anggaran tidak menghilangkan peluang Kota Malang meraih medali.

Namun, kebijakan tersebut berdampak pada kesempatan atlet untuk mengikuti kompetisi. Atlet yang tidak masuk kuota pembiayaan pemerintah harus mempertimbangkan pilihan lain apabila tetap ingin berpartisipasi.

Pembatasan kuota tidak hanya menyentuh atlet perorangan. Sejumlah cabang olahraga beregu juga harus menyesuaikan jumlah pemain yang diberangkatkan.

Arif mencontohkan cabang sepak bola. Kebutuhan awal satu tim diperkirakan sekitar 30 atlet. Setelah dilakukan efisiensi, jumlah pemain yang disepakati untuk diberangkatkan menjadi 20 orang, meskipun kebutuhan ideal tim disebut mencapai 22 pemain, terdiri atas 11 pemain inti dan 11 pemain cadangan.

Penyesuaian juga berdampak pada cabang bola voli, bola basket, dan voli pantai.

Menurut Arif, seluruh kabupaten dan kota peserta Popda juga mengirimkan atletnya. Karena itu, Kota Malang harus menyusun strategi dengan menyesuaikan komposisi atlet terhadap kemampuan pembiayaan yang tersedia.

Salah satu strategi yang dipertimbangkan adalah memaksimalkan atlet yang mampu bertanding di lebih dari satu nomor. Pada cabang atletik, misalnya, seorang atlet dapat dipertimbangkan mengikuti dua nomor pertandingan sepanjang sesuai ketentuan kompetisi. Strategi serupa dapat diterapkan pada cabang renang dan cabang lainnya.

“Kita harus memakai strategi dan memaksimalkan potensi atlet yang ada di Kota Malang. Jangan sampai strategi yang sudah disusun tidak mampu menghasilkan prestasi maksimal saat pertandingan Popda 2026,” tegasnya.

Persoalan semakin kompleks ketika atlet yang tidak masuk kuota pembiayaan pemerintah tetap ingin mengikuti Popda melalui jalur mandiri.

Dalam surat pernyataan yang ditandatangani wali atlet, peserta jalur mandiri diwajibkan menanggung sendiri kebutuhan keberangkatan, mulai dari penginapan, konsumsi, transportasi, hingga seragam kontingen.

Surat tersebut juga memuat ketentuan bahwa atlet jalur mandiri melepaskan hak untuk mengajukan klaim bonus, insentif, maupun penghargaan dari Pemerintah Kota Malang apabila berhasil meraih medali.

Selain itu, mereka tidak didaftarkan dalam perlindungan asuransi BPJS yang dibiayai pemerintah daerah. Klausul surat pernyataan juga mengatur pembebasan tanggung jawab Pemkot Malang atas tuntutan hukum maupun finansial apabila terjadi cedera, gangguan kesehatan, kecacatan, hingga kematian selama mengikuti pertandingan.

Ketentuan tersebut menjadi perhatian karena atlet pelajar yang tetap ingin bertanding melalui jalur mandiri harus menanggung beban pembiayaan sekaligus menghadapi perbedaan fasilitas perlindungan dengan atlet yang dibiayai pemerintah.

Arif menjelaskan, anggaran bonus sebesar Rp300 juta telah disiapkan untuk atlet yang diberangkatkan menggunakan pembiayaan pemerintah. Pihaknya khawatir anggaran tersebut tidak mencukupi apabila seluruh atlet, termasuk yang berangkat mandiri, juga memperoleh bonus dari pemerintah daerah.

“Kami khawatir bonusnya tidak cukup. Apakah atlet yang kami berangkatkan bisa meraih medali semua, belum tentu. Begitu juga yang berangkat mandiri, bisa jadi memperoleh medali,” ujarnya.

Ia menambahkan, atlet yang diberangkatkan melalui pembiayaan Pemkot Malang mendapatkan perlindungan BPJS, sedangkan atlet mandiri tidak memperoleh fasilitas tersebut karena tidak tersedia anggaran untuk membiayainya.

“Kita antisipasi dari awal. Kalau yang diberangkatkan dari Pemkot diasuransikan melalui BPJS, yang mandiri tidak karena tidak ada anggarannya,” tandasnya.

Bagi wali atlet yang memilih jalur mandiri, Disporapar memperkirakan kebutuhan biaya berkisar Rp667.000 hingga Rp841.800 per hari. Perhitungan tersebut mencakup kebutuhan makan, transportasi, dan penginapan selama mengikuti kompetisi.

Meski demikian, Arif menegaskan angka tersebut merupakan perkiraan kebutuhan, bukan nominal wajib yang harus dibayarkan setiap wali atlet.

Biaya dapat ditekan apabila keluarga memiliki alternatif tempat tinggal atau konsumsi, misalnya dengan menginap di rumah kerabat.

“Itu hanya reng-rengan. Kalau wali atlet punya alternatif, misalnya menginap di rumah saudara atau makannya ikut saudara, tidak ada masalah. Tidak harus membayar segitu. Yang wajib kan hanya jersey untuk bertanding,” pungkasnya.

Di tengah keluhan orang tua atlet, Disporapar mengaku masih berupaya mencari jalan keluar melalui koordinasi dengan KONI Kota Malang. Harapannya, ada dukungan pembiayaan tambahan bagi atlet yang memiliki potensi prestasi tetapi belum masuk dalam kuota keberangkatan pemerintah.

Arif menyebut pembahasan telah dilakukan dengan sejumlah pihak, termasuk dalam pertemuan di Jakarta. Namun, hingga Jumat (9/10/2026), belum ada kepastian mengenai jumlah atlet tambahan yang dapat dibantu.

“Kami masih koordinasi dengan KONI. Kalau saya inginnya semua berangkat, tetapi karena keterbatasan anggaran, kami tidak bisa berbuat banyak,” tegasnya.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selly Adriani: Anggaran 2027 Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Serapan

    Selly Adriani: Anggaran 2027 Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Serapan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Pembahasan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan pagu indikatif tahun 2027 kembali memunculkan sorotan terhadap efektivitas penggunaan anggaran negara. Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Adriani Gantina, mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan tingginya serapan anggaran sebagai satu-satunya indikator keberhasilan pembangunan. Menurut Selly, anggaran negara harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama […]

  • Sehari Empat Kebakaran Mengguncang Malang, Dua Sekolah Jadi Sasaran Api

    Sehari Empat Kebakaran Mengguncang Malang, Dua Sekolah Jadi Sasaran Api

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Rentetan kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Kota Malang dalam satu hari, Minggu (20/9/2026). Sedikitnya empat kejadian dilaporkan sejak menjelang siang hingga malam. Dua peristiwa terjadi di lingkungan sekolah, sementara dua lainnya melanda lahan dan pepohonan. Hal tersebut disampaikan Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan. Ia menjelaskan, seluruh kejadian berhasil […]

  • Amprong Kerap Meluap, Pemkot Malang Siapkan Normalisasi hingga Sungai Rolak

    Amprong Kerap Meluap, Pemkot Malang Siapkan Normalisasi hingga Sungai Rolak

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Ancaman banjir yang berulang di kawasan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, membuat penanganan Sungai Amprong kembali dikebut. Pemerintah menyiapkan normalisasi aliran sungai sepanjang sekitar 1,3 kilometer, mulai Gang 5 Ki Ageng Gribig hingga mengarah ke selatan menuju Sungai Rolak. Persiapan penanganan tersebut mulai terlihat pada Senin (14/9/2026), dengan pengecekan dua unit alat […]

  • Pemkab Malang Hibahkan Rp100 Juta kepada KPU untuk Perkuat Kelembagaan Demokrasi 2026

    Pemkab Malang Hibahkan Rp100 Juta kepada KPU untuk Perkuat Kelembagaan Demokrasi 2026

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengalokasikan dana hibah sebesar Rp100 juta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang untuk mendukung program kelembagaan pada Tahun Anggaran 2026. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., bersama jajaran KPU Kabupaten Malang di Ruang Kerja Bupati […]

  • Prabowo: Teknologi dan AI Harus Jadi Solusi, Bukan Ancaman bagi Bangsa

    Prabowo: Teknologi dan AI Harus Jadi Solusi, Bukan Ancaman bagi Bangsa

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan bangsa sekaligus meningkatkan efektivitas komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Di sisi lain, Presiden mengingatkan agar perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), digunakan secara bijaksana karena berpotensi membawa dampak besar jika disalahgunakan. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan […]

  • Coban Ciblungan di Ampelgading Malang, Surga Air Terjun Bertingkat yang Masih Asri

    Coban Ciblungan di Ampelgading Malang, Surga Air Terjun Bertingkat yang Masih Asri

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Coban Ciblungan di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan panorama air terjun bertingkat dengan suasana yang masih alami. Keunikan air terjun ini membuatnya menjadi pilihan wisata bagi pengunjung yang ingin menikmati kesejukan alam. Coban Ciblungan memiliki satu aliran air terjun utama yang dipadukan dengan beberapa aliran […]

expand_less