Kasus HIV Jatim Tertinggi Kedua Nasional, DPRD Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Edukasi
- account_circle WNZ
- calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni menyoroti tingginya kasus HIV di Jatim dan mendorong penguatan edukasi serta layanan kesehatan. (Foto: Aspri)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SURABAYA, Memodaily.id – Tingginya angka kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Jawa Timur kembali menjadi sorotan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Jawa Timur masih menempati peringkat kedua tertinggi kasus HIV di Indonesia, kondisi yang dinilai memerlukan langkah penanganan lebih serius dan berkelanjutan.
Secara nasional, Kementerian Kesehatan memperkirakan terdapat sekitar 564 ribu Orang dengan HIV (ODHIV) di Indonesia pada 2025. Namun hingga Maret 2025, baru sekitar 356.638 orang atau 63 persen yang mengetahui status HIV mereka.
Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 67 persen yang menjalani terapi antiretroviral (ARV), sementara 55 persen berhasil mencapai supresi virus. Data ini menunjukkan masih banyak penderita HIV yang belum mendapatkan pengobatan optimal.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni menyampaikan keprihatinannya terhadap tren peningkatan kasus HIV yang terus terjadi setiap tahun, khususnya di Jawa Timur.
“Kasus HIV di Jawa Timur yang masih menempati urutan kedua tertinggi secara nasional menjadi perhatian serius bagi kita semua. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan, edukasi, deteksi dini, dan pengobatan masih perlu diperkuat secara berkelanjutan,” ujar Sri Wahyuni, Jumat (12/6/2026).
Politisi Partai Demokrat itu menegaskan bahwa HIV/AIDS bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat hingga keluarga.
Menurutnya, langkah yang paling mendesak saat ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini, menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), serta memastikan layanan kesehatan dan terapi ARV dapat diakses secara merata.
“Yang terpenting saat ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini, menghilangkan stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), serta memastikan akses layanan kesehatan dan terapi antiretroviral (ARV) tersedia secara merata. Dengan kolaborasi yang kuat, kita berharap angka kasus baru dapat ditekan dan kualitas hidup para penyandang HIV/AIDS semakin baik,” katanya.
Sri Wahyuni juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan yang lebih kuat, termasuk penguatan anggaran, edukasi kesehatan reproduksi, skrining bagi kelompok berisiko, serta peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan dalam memberikan layanan pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.
“Ini merupakan investasi penting untuk melindungi generasi produktif dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.
- Penulis: WNZ
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar