Dividen Telkom Naik, DPR Minta Percepat Transformasi Digital dan Talenta Teknologi
- account_circle RFR
- calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jajaran PT Telkom Indonesia saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Foto: Sudutkota.id/RFR)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Memodaily.id – Kenaikan dividen PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tahun buku 2025 mendapat apresiasi dari Komisi VI DPR RI. Namun, DPR mengingatkan agar capaian tersebut diimbangi dengan percepatan transformasi digital serta penguatan talenta teknologi untuk menjawab tantangan ekonomi kreatif yang terus berkembang.
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando H. Ganinduto, menyampaikan apresiasi atas peningkatan dividen Telkom yang dibagikan pada 2026. Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026), Telkom melaporkan dividen sebesar 22 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 21,05 persen.
Dari total dividen tersebut, sebesar 11,46 persen menjadi bagian pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas, sedangkan 10,54 persen diberikan kepada pemegang saham publik.
“Ibu sudah memaparkan bahwa dividen PT Telkom ini tertinggi. Itu kami patut apresiasi karena dividen itu tujuannya untuk rakyat juga,” ujar Firnando.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan dividen tidak boleh membuat Telkom berpuas diri. Menurutnya, tantangan utama perusahaan saat ini adalah kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital yang bergerak semakin cepat.
Firnando menilai sektor ekonomi kreatif yang terus didorong pemerintah membutuhkan dukungan ekosistem digital yang kuat. Karena itu, Telkom diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam pengembangan teknologi dan inovasi nasional.
“Ekonomi kreatif sedang gencar-gencarnya didorong pemerintah. Otomatis talenta digital juga harus mengikuti. PT Telkom jangan sampai tertinggal dari perkembangan ekonomi kreatif,” katanya.
Ia menambahkan, sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di sektor telekomunikasi strategis, Telkom tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan dan dividen, tetapi juga berperan dalam mencetak talenta digital serta meningkatkan daya saing industri nasional.
“Digital talent itu harus ada di PT Telkom. Jangan sampai dunia teknologi yang terus bergerak ini justru membuat Telkom tertinggal ketika ekonomi kreatif sedang dikejar pemerintah,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Firnando juga menyampaikan ucapan selamat kepada Dian Siswarini yang kembali dipercaya memimpin Telkom sebagai Direktur Utama. Menurutnya, penunjukan kembali Dian mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kinerja dan kepemimpinannya.
“Hari ini Ibu terpilih kembali. Itu membuktikan bahwa Ibu Dian berprestasi dan diinginkan pemerintah untuk mewakili PT Telkom,” ujarnya.
Ke depan, Telkom dinilai menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring meningkatnya kebutuhan digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, dan penguatan ekonomi kreatif berbasis teknologi. Karena itu, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari besarnya dividen yang disetorkan kepada negara, tetapi juga kontribusinya dalam mendorong transformasi digital Indonesia.
- Penulis: RFR
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar