Festival Tunjungsekar Tempo Doeloe Sedot Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Bergeliat
- account_circle ADK
- calendar_month Sabtu, 1 Agu 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Grup musik akustik menghibur pengunjung pada malam pembukaan Festival Tunjungsekar Tempo Doeloe 2026 di RT 04 RW 05, Kelurahan Tunjungsekar, Kota Malang, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Memodaily.id/ADK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Suasana Kota Malang era 1940 hingga 1960-an kembali dihadirkan melalui Festival Tunjungsekar Tempo Doeloe 2026 yang digelar di RT 04 RW 05, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (1/8/2026). Festival yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu langsung menyedot ribuan pengunjung pada malam pembukaan.
Kawasan permukiman warga disulap menjadi kampung bernuansa tempo dulu dengan dekorasi klasik, kuliner tradisional, musik lawas, hingga stan UMKM berkonsep jadul. Festival dijadwalkan berlangsung pada 1, 2, 8, dan 9 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diprakarsai Ketua RT 04 sekaligus Ketua Panitia, Satria Adi Nugroho, bersama Ketua RW 05 Gunawan Priyo Widodo, dengan melibatkan warga, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif setempat.
Ketua RW 05 Gunawan Priyo Widodo mengatakan, festival ini tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga sarana mengenalkan sejarah Kota Malang kepada generasi muda.
“Kami ingin mengingatkan anak-anak muda bahwa Malang memiliki sejarah panjang yang patut dikenang. Lewat festival ini, sejarah bisa disampaikan dengan cara yang menyenangkan sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain pertunjukan musik akustik dan hiburan bernuansa klasik, festival juga menjadi wadah promosi bagi sekitar 60 pelaku UMKM. Berbagai produk kuliner, minuman, dan kerajinan dipasarkan dengan konsep tempo dulu untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Tokoh masyarakat yang hadir, Mbok Nurul, mengapresiasi inisiatif warga dalam menyelenggarakan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan itu mampu menjaga identitas budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Malang merupakan kota yang kaya akan sejarah, budaya, dan kuliner. Semua itu harus terus dijaga. Festival ini bukan hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga menjadi peluang bagi UMKM untuk berkembang dan menarik kunjungan masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan itu, Mbok Nurul juga berkeliling area festival, menyapa warga, serta mencicipi aneka kuliner tradisional yang dijajakan pelaku UMKM.
Sementara itu, Ketua Panitia Satria Adi Nugroho mengaku antusiasme masyarakat pada hari pertama penyelenggaraan melebihi perkiraan. Menurutnya, tingginya jumlah pengunjung menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan warga.
“Kami berharap Festival Tunjungsekar Tempo Doeloe dapat menjadi agenda tahunan sehingga Tunjungsekar semakin dikenal sebagai kawasan yang menjaga sejarah, budaya, sekaligus mengembangkan potensi UMKM,” ungkapnya.
Tim kreator festival, Darmaji, menjelaskan konsep kampung bertema tempo dulu telah dirancang sejak sekitar tiga tahun lalu. Melalui festival ini, pihaknya berharap Tunjungsekar berkembang sebagai destinasi wisata budaya yang mampu mengangkat potensi masyarakat berbasis kreativitas dan gotong royong.
Festival Tunjungsekar Tempo Doeloe 2026 memadukan unsur sejarah, budaya, hiburan, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk peringatan HUT ke-81 RI yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya serta menggerakkan perekonomian warga.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar