Gus Yahya Ungkap Makna Muktamar NU di Tambakberas
- account_circle EAP
- calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. (Foto: Memodaily.id/EAP)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JOMBANG, Memodaily.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menegaskan pelaksanaan Muktamar NU 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, memiliki makna sejarah yang kuat sekaligus diharapkan membawa keberkahan bagi Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia.
Gus Yahya menyampaikan hal tersebut saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Minggu (12/7/2026). Kehadirannya disambut keluarga besar pesantren serta dzuriyah pendiri Nahdlatul Ulama, KH Wahab Chasbullah.
Menurut Gus Yahya, penetapan Tambakberas sebagai lokasi Muktamar NU 2026 merupakan keputusan strategis yang telah lama menjadi harapan warga Nahdliyin.
“Secara pribadi saya sangat bahagia. Penetapan Tambakberas sebagai lokasi Muktamar menjadi harapan besar warga Nahdliyin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, warga NU sejak lama menginginkan Muktamar digelar di lingkungan pesantren yang memiliki keterkaitan erat dengan para muasis Nahdlatul Ulama.
Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, kata dia, memiliki nilai historis yang kuat karena menjadi basis perjuangan KH Wahab Chasbullah, salah seorang pendiri utama Nahdlatul Ulama.
Karena itu, Gus Yahya berharap Muktamar NU 2026 tidak hanya berjalan sukses secara organisatoris, tetapi juga membawa keberkahan serta menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi organisasi, bangsa, dan kemanusiaan.
“Semoga Muktamar nanti berjalan lancar, menghasilkan keputusan-keputusan terbaik, membawa kemaslahatan bagi NU, bangsa Indonesia, agama, dan kemanusiaan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya juga menjelaskan alasan dirinya baru dapat berkunjung ke Tambakberas. Ia mengaku sebelumnya telah menjadwalkan silaturahmi, namun harus menundanya karena mendapat tugas mendadak mendampingi delegasi resmi pemerintah Indonesia ke Iran.
Delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Luar Negeri dan Ketua MPR RI menghadiri penghormatan terakhir kepada Ayatullah Ali Khamenei di Mashhad, Iran.
Selama berada di Iran, delegasi Indonesia juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran serta Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Galibaf untuk menyampaikan pesan perdamaian dan belasungkawa atas nama pemerintah serta masyarakat Indonesia.
Gus Yahya mengatakan dirinya turut menyampaikan duka cita atas nama warga Nahdlatul Ulama sekaligus menjelaskan bahwa warga NU sejak awal konflik terus menggelar doa bersama dan istigasah untuk perdamaian dunia.
Menurutnya, pesan perdamaian yang disampaikan delegasi Indonesia mendapat sambutan positif dari pemerintah Iran.
Ia berharap Muktamar NU 2026 di Tambakberas dapat melahirkan berbagai keputusan strategis yang relevan menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat kontribusi Nahdlatul Ulama bagi bangsa, umat, dan kemanusiaan.
- Penulis: EAP
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar