H3N2 Subclade K Jadi Perhatian, Dinkes Kota Malang Ingatkan Warga Waspadai Gejala Influenza
- account_circle ADK
- calendar_month Senin, 21 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif mengimbau masyarakat mewaspadai gejala influenza. (Foto: Memodaily.id/ADK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap infeksi saluran pernapasan, di tengah meningkatnya aktivitas influenza musiman secara global yang didominasi Influenza A(H3N2).
Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengatakan salah satu kelompok genetik yang menjadi perhatian adalah Influenza A(H3N2) Subclade K. Kelompok genetik tersebut mulai teridentifikasi sejak Agustus 2025.
“Subclade K merupakan salah satu kelompok genetik dari Influenza A(H3N2) yang mulai teridentifikasi pada Agustus 2025,” jelas Husnul, Minggu (20/9/2026).
Husnul menerangkan, influenza merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang relatif mudah menular. Virus penyebab influenza dapat berasal dari tipe A, B, maupun C, dengan gejala yang muncul mulai dari ringan hingga berat.
Secara global, influenza musiman dapat beredar sepanjang tahun. Beberapa subtipe yang umum ditemukan antara lain A(H1N1)pdm09, A(H3N2), serta influenza tipe B.
Menurut Husnul, peningkatan aktivitas influenza musiman dalam beberapa bulan terakhir perlu menjadi perhatian masyarakat. Namun, kondisi tersebut tidak berarti masyarakat harus panik.
“Kewaspadaan dan upaya pencegahan perlu diperkuat,” ujarnya.
Dinkes Kota Malang mendorong masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan diri serta lingkungan, dan memperhatikan kondisi tubuh ketika mulai muncul keluhan yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan.
Masyarakat yang mengalami gejala juga diimbau mengurangi aktivitas yang berpotensi meningkatkan risiko penularan kepada orang lain, terutama saat berada di lingkungan dengan banyak orang.
Perhatian lebih perlu diberikan kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu. Jika gejala semakin berat atau kondisi kesehatan mengalami penurunan, masyarakat dianjurkan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Husnul menegaskan, masyarakat tidak perlu berlebihan dalam menyikapi informasi mengenai Influenza A(H3N2) Subclade K. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan dengan mengenali gejala, menjaga kondisi tubuh, dan segera mencari pertolongan medis apabila keluhan memburuk.
“Yang terpenting masyarakat tetap waspada, tetapi tidak perlu panik. Kenali gejalanya, jaga kesehatan, dan segera periksa apabila mengalami keluhan yang mengarah pada influenza,” pungkas Husnul.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar