Jelang Muktamar NU 2026, Gus Salam Mengaku Terima Banyak Dukungan Maju Ketua Umum PBNU
- account_circle EAP
- calendar_month Senin, 15 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) menerima aspirasi dan dukungan dari sejumlah pengurus NU daerah menjelang Muktamar NU ke-35 tahun 2026. (Foto: Memodaily.id/EAP)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JOMBANG, Memodaily.id – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 pada Agustus 2026, bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat. Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, mengaku menerima banyak aspirasi dan dukungan dari pengurus NU di berbagai daerah untuk maju dalam kontestasi tersebut.
Dukungan itu, menurut Gus Salam, mengemuka saat dirinya melakukan safari silaturahmi ke sejumlah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dalam beberapa bulan terakhir.
“Banyak pengurus yang berharap NU ke depan semakin solid, mengedepankan keteladanan, serta menjunjung tinggi keterbukaan dalam menjalankan organisasi,” ujar Gus Salam, Senin (15/6/2026).
Paman Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar itu menuturkan, aspirasi yang diterimanya tidak hanya berkaitan dengan figur kepemimpinan, tetapi juga harapan besar agar NU semakin harmonis dan kondusif di seluruh tingkatan organisasi.
Menurut cucu pendiri NU KH Bisri Syansuri tersebut, stabilitas kepemimpinan di tingkat pusat memiliki pengaruh signifikan terhadap dinamika organisasi di daerah.
“Karena itu, sejumlah pengurus berharap tercipta hubungan yang lebih baik antar-elemen organisasi,” katanya.
Gus Salam menilai keharmonisan internal menjadi salah satu kunci penting agar program-program organisasi dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga nahdliyin.
Meski mengaku mendapat banyak dukungan, ia menegaskan bahwa langkah menuju pencalonan Ketua Umum PBNU belum bersifat final. Menurutnya, para pemilik hak suara dalam Muktamar NU 2026 akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan pilihan.
Ia menyebut kapasitas, rekam jejak, integritas, serta kemampuan menjawab tantangan organisasi ke depan akan menjadi faktor penting dalam proses pemilihan.
“Pada akhirnya para peserta muktamar akan memilih berdasarkan penilaian mereka terhadap kemampuan dan karakter masing-masing calon untuk menjawab tantangan NU ke depan,” tuturnya.
Sebelum Muktamar NU ke-35 digelar, Nahdlatul Ulama dijadwalkan mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) pada 20-21 Juni 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Jombang.
Forum tersebut diperkirakan menjadi momentum strategis bagi para tokoh yang disebut-sebut masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Selain membahas agenda organisasi, Munas dan Konbes juga dipandang sebagai ruang konsolidasi menjelang Muktamar NU 2026.
- Penulis: EAP
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar