Breaking News
Selasa, 13 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Karhutla Ancam Kesehatan, Netty: Jangan Tunggu Warga Sakit

Karhutla Ancam Kesehatan, Netty: Jangan Tunggu Warga Sakit

  • account_circle RFR
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Memodaily.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat paparan asap dan memburuknya kualitas udara.

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta pemerintah memperkuat kesiapsiagaan kesehatan masyarakat di wilayah yang terdampak maupun berisiko mengalami karhutla.

“Jangan hanya menghitung berapa hektare yang terbakar. Kita juga harus menghitung berapa banyak masyarakat yang terpapar asap dan berapa banyak yang kemudian membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujar Netty dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).

Menurut Netty, kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan dan jantung harus menjadi prioritas ketika kualitas udara memburuk.

Ia meminta pemerintah tidak menunggu hingga masyarakat jatuh sakit. Fasilitas dan sistem pelayanan kesehatan di daerah terdampak harus dipersiapkan sejak kualitas udara mulai menunjukkan penurunan.

“Jangan menunggu masyarakat sakit baru negara bergerak. Ketika kualitas udara mulai memburuk, sistem kesehatan harus sudah bersiap,” tegasnya.

Netty juga mendorong pembangunan sistem peringatan dini yang mengintegrasikan data kualitas udara dengan data kependudukan dan kondisi kesehatan masyarakat.

Menurutnya, data mengenai kualitas udara, wilayah terdampak, kepadatan penduduk, hingga tren penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) perlu terhubung. Integrasi tersebut dinilai dapat membantu pemerintah menentukan wilayah dan kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi lebih cepat.

Kesiapan fasilitas kesehatan di daerah rawan karhutla juga perlu diperkuat. Puskesmas dan rumah sakit daerah diminta memastikan ketersediaan obat, alat kesehatan, tenaga medis, serta mekanisme pelayanan bagi kelompok rentan.

“Respons kesehatan jangan hanya bersifat reaktif ketika pasien sudah berdatangan ke puskesmas. Harus ada kesiapsiagaan sebelum, saat, dan setelah karhutla,” jelasnya.

Netty mengingatkan dampak karhutla tidak hanya berupa gangguan pernapasan. Paparan asap berkepanjangan, kehilangan tempat tinggal, terganggunya mata pencaharian, serta kondisi di pengungsian juga dapat menimbulkan tekanan psikologis bagi masyarakat.

Karena itu, ia menilai penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas sektor agar perlindungan kesehatan masyarakat berjalan sejak sebelum bencana hingga masa pemulihan.

“Ukuran keberhasilan penanganan karhutla bukan hanya seberapa cepat api dipadamkan, tetapi juga seberapa baik negara mencegah masyarakat jatuh sakit akibat dampaknya,” pungkas Netty.

  • Penulis: RFR
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bripka Agus Divonis Mati dalam Kasus Pembunuhan Adik Ipar

    Bripka Agus Divonis Mati dalam Kasus Pembunuhan Adik Ipar

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Pengadilan Negeri (PN) Malang menjatuhkan hukuman mati kepada mantan anggota kepolisian, Bripka Agus, dalam perkara pembunuhan berencana terhadap adik iparnya, Faradila Amalia Najwa (23), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam perkara yang sama, terdakwa Suyitno dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Perbedaan vonis tersebut berkaitan dengan peran masing-masing terdakwa dalam perkara pembunuhan tersebut. […]

  • Kasus Dugaan Keracunan Berulang, Netty Desak Audit MBG Dibuka ke Publik

    Kasus Dugaan Keracunan Berulang, Netty Desak Audit MBG Dibuka ke Publik

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Berulangnya kasus dugaan keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat sistem pengawasan dari hulu hingga hilir. Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menilai pengawasan MBG tidak boleh hanya dilakukan setelah makanan dikonsumsi penerima manfaat. Pengawasan harus dimulai sejak bahan baku diterima, proses pengolahan, […]

  • 116 Kios Pasar Gadang Dibongkar, Tenggat Pedagang 15 September

    116 Kios Pasar Gadang Dibongkar, Tenggat Pedagang 15 September

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle memodaily
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kota Malang mulai mempercepat penataan kawasan Pasar Induk Gadang. Sebanyak 12 kios yang telah kosong dibongkar pada Kamis (27/8/2026), sebagai tahap awal dari rencana pembongkaran sekitar 116 kios di bagian depan pasar. Pembongkaran dilakukan setelah lokasi penampungan pedagang di bagian belakang pasar mulai disiapkan. Kios yang sudah kosong menjadi sasaran awal […]

  • Gempa NTT, Netty Soroti Kesehatan Jiwa Korban dan Relawan

    Gempa NTT, Netty Soroti Kesehatan Jiwa Korban dan Relawan

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta tidak hanya berfokus pada kondisi fisik korban. Layanan kesehatan jiwa dan dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak hingga petugas di lokasi bencana juga perlu diperkuat. Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mengatakan tekanan psikologis dapat muncul sejak masa tanggap darurat hingga proses […]

  • 85 Siswa dan Guru Sakit Usai MBG, DPRD Jombang Desak Investigasi

    85 Siswa dan Guru Sakit Usai MBG, DPRD Jombang Desak Investigasi

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle EAP
    • 0Komentar

    JOMBANG, Memodaily.id – Dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi makanan bergizi gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, mendapat sorotan DPRD Jombang. Dewan meminta biaya pengobatan ditanggung dan investigasi dilakukan untuk memastikan penyebabnya. Anggota DPRD Jombang dari Fraksi PDI Perjuangan, Ama Siswanto, mengatakan seluruh biaya pengobatan siswa yang mengalami keluhan kesehatan harus ditanggung. Ia […]

  • Prabowo Resmikan 5 Bendungan, Targetkan Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia

    Prabowo Resmikan 5 Bendungan, Targetkan Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    NTB, Memodaily.id – Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan lima bendungan di sejumlah wilayah Indonesia dan menegaskan optimisme bahwa Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Menurutnya, peningkatan produksi pangan harus ditopang infrastruktur yang dikelola secara profesional demi memperkuat ketahanan pangan nasional. Peresmian dilakukan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026). Dalam […]

expand_less