Breaking News
Senin, 12 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » KPK Beberkan Area Rawan, Pemkot dan DPRD Malang Diingatkan dari Perencanaan hingga Pengawasan

KPK Beberkan Area Rawan, Pemkot dan DPRD Malang Diingatkan dari Perencanaan hingga Pengawasan

  • account_circle ADK
  • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Gedung DPRD Kota Malang menjadi lokasi agenda pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (23/9/2026). Selama hampir seharian, tim KPK memberikan penguatan dan pengingat kepada jajaran Pemerintah Kota Malang dan DPRD terkait berbagai titik rawan dalam tata kelola pemerintahan.

Kegiatan tersebut berlangsung sejak sekitar pukul 08.00 WIB hingga menjelang malam. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut, agenda itu melibatkan tiga orang dari tim KPK melalui Satgas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsugah) wilayah Jawa Timur.

Menurut Wahyu, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin KPK yang dilaksanakan secara bergiliran di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Ini kegiatan rutin dari Deputi Pencegahan KPK RI yang tadi langsung oleh Satgas Korsugah di Jawa Timur,” ujar Wahyu saat ditemui awak media, Rabu malam.

Jajaran yang mengikuti kegiatan cukup lengkap. Dari unsur eksekutif, hadir Wali Kota, Wakil Wali Kota, Plt Sekda, kepala OPD hingga camat.

Sementara dari legislatif, kegiatan diikuti pimpinan DPRD, ketua dan anggota fraksi, ketua komisi serta seluruh anggota DPRD Kota Malang.

Wahyu mengatakan, pembahasan KPK tidak diarahkan pada satu kasus tertentu. Namun, hampir seluruh mata rantai tata kelola pemerintahan disentuh.

Mulai dari perencanaan, penganggaran, pengelolaan aset, pendapatan, perizinan hingga pengawasan.

Ketika ditanya mengenai sejumlah isu yang menjadi perhatian, termasuk pokok-pokok pikiran (pokir), dana hibah dan refocusing anggaran, Wahyu memastikan seluruhnya ikut dibahas.

“Semuanya disinggung satu-satu, jadi tidak ada yang spesifik,” katanya.

Menurut Wahyu, seluruh pembahasan tersebut berkaitan dengan penerapan MJSP KPK. Sistem tersebut mencakup berbagai tahapan pengelolaan pemerintahan sehingga pencegahan tidak hanya dilakukan ketika program sudah berjalan.

“Mulai dari perencanaan, penganggaran, aset, pendapatan, pengawasan, semua, perizinan, itu MJSP semua,” jelasnya.

Dengan cakupan tersebut, area rawan tidak hanya berada pada penggunaan anggaran. Tahap awal ketika program dirancang hingga mekanisme pengawasan setelah pelaksanaan juga menjadi bagian yang harus diperhatikan.

Wahyu menyebut, KPK memberikan pengingat berdasarkan berbagai kejadian yang sebelumnya terjadi di daerah lain.

“Intinya hanya banyak mengingatkan terkait dengan kejadian-kejadian yang telah terjadi agar tidak terjadi di daerah-daerah lain,” ungkapnya

Wahyu mengatakan, pesan pencegahan tersebut berlaku untuk seluruh unsur pemerintahan daerah. Baik eksekutif maupun legislatif harus memahami batas kewenangan dan mengikuti regulasi yang berlaku.

“Jadi kita mengantisipasi saja, diingatkan agar pemerintahan Kota Malang ini, baik dari eksekutif maupun legislatif, harus mengikuti rambu-rambu regulasi yang sudah ada,” tegasnya.

Dalam konteks pengawasan, DPRD juga memiliki posisi penting. Sebagai lembaga legislatif, fungsi pengawasan harus berjalan bersamaan dengan pelaksanaan pemerintahan oleh eksekutif.

“DPRD juga sebagai pengawas memberikan penekanan-penekanan. Kita juga perlu tekan penegakan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Wahyu.

Sementara ketika muncul pertanyaan mengenai adanya permintaan KPK agar Pemkot Malang menyerahkan daftar konsultan perizinan, Wahyu membantahnya.

“Gak ada. Gak ada,” jawabnya.

Alih-alih menganggap agenda tersebut sebagai beban, Wahyu justru berharap tim pencegahan KPK terus melakukan pendampingan dan pengingat kepada Pemkot Malang.

Menurutnya, pengawasan dan pengingat dari lembaga antirasuah dibutuhkan agar jajaran pemerintahan tidak terlena dalam menjalankan kewenangan.

“Kami menginginkan beliau dari tim Korsugah ini datang terus ke Kota Malang untuk bisa mengingatkan kami terus agar kami tidak terlena, tapi selalu diingatkan,” tutur Wahyu
.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim KPK di Kota Malang.

“Saya terima kasih, pencegahan sudah hadir ke Kota Malang karena untuk selalu mengingatkan kita,” katanya.

Wahyu menjelaskan, agenda tersebut juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan pimpinan KPK dan Gubernur Jawa Timur di Surabaya.

Sehingga, kegiatan di Gedung DPRD Kota Malang kali ini lebih diarahkan untuk mendetailkan sekaligus mengingatkan kembali berbagai aspek pencegahan.

Wahyu mengatakan, seluruh mata rantai pemerintahan menjadi perhatian, baik dari perencanaan, penganggaran, aset, pendapatan, perizinan hingga pengawasan.

“Yang jelas area-area rawan itu tadi, mulai dari perencanaan sampai dengan pengawasan,” pungkas Wahyu.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Malang Tegaskan Tak Ada Kenaikan Pajak Kendaraan, Keringanan 40 Persen Tetap Berlaku

    Wali Kota Malang Tegaskan Tak Ada Kenaikan Pajak Kendaraan, Keringanan 40 Persen Tetap Berlaku

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menegaskan tidak ada kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) meski terjadi penyesuaian regulasi dasar pengenaan pajak kendaraan. Kepastian itu disampaikan untuk meredam kekhawatiran masyarakat yang berkembang seiring munculnya informasi mengenai kebijakan baru perpajakan kendaraan. Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, […]

  • Kelangkaan Pertalite di Surabaya, Lilik Hendarwati Khawatirkan Dampak bagi UMKM

    Kelangkaan Pertalite di Surabaya, Lilik Hendarwati Khawatirkan Dampak bagi UMKM

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle WNZ
    • 0Komentar

    SURABAYA, Memodaily.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU Kota Surabaya mulai menimbulkan keresahan masyarakat. Antrean kendaraan terlihat mengular di beberapa titik SPBU, sementara sebagian warga terpaksa beralih menggunakan Pertamax karena stok Pertalite tidak tersedia. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Anggota DPRD Jawa Timur Daerah Pemilihan Surabaya, Lilik Hendarwati. Ia menilai […]

  • 23 Calon BPK Jalani Uji Kelayakan, DPD Siapkan 10 Nama untuk DPR

    23 Calon BPK Jalani Uji Kelayakan, DPD Siapkan 10 Nama untuk DPR

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI telah menyelesaikan uji kelayakan dan kepatutan terhadap 23 calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk masa jabatan 2026–2031. Dari hasil proses tersebut, Komite IV DPD RI akan menyusun 10 nama untuk disampaikan sebagai pertimbangan DPD kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Selanjutnya, DPR akan […]

  • Netty Dukung Larangan LPG Subsidi untuk MBG, Ingatkan SPPG Jangan Terganggu

    Netty Dukung Larangan LPG Subsidi untuk MBG, Ingatkan SPPG Jangan Terganggu

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mendukung kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang melarang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan barang bersubsidi. Namun, ia meminta pemerintah memastikan kebijakan tersebut tidak menghambat operasional dapur maupun menurunkan kualitas makanan bagi penerima manfaat. Menurut Netty, larangan […]

  • Kuota Sekolah Rakyat SD di Jombang Masih Kurang 20 Siswa, Dinsos Intensifkan Penjaringan

    Kuota Sekolah Rakyat SD di Jombang Masih Kurang 20 Siswa, Dinsos Intensifkan Penjaringan

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle EAP
    • 0Komentar

    JOMBANG, Memodaily.id – Pemerintah Kabupaten Jombang terus mempercepat pemenuhan kuota peserta didik Sekolah Rakyat menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Hingga pertengahan Juni 2026, kuota jenjang sekolah dasar (SD) masih menyisakan sekitar 20 kursi yang belum terisi. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, mengatakan fokus penjaringan saat ini diarahkan pada jenjang SD. Dari total […]

  • Menkeu Kawal Ganti Rugi dan Pemulihan Korban Montara

    Menkeu Kawal Ganti Rugi dan Pemulihan Korban Montara

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    NTT, Memodaily.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah terus mengawal penyelesaian hak ganti rugi sekaligus pemulihan lingkungan dan ekonomi masyarakat terdampak tumpahan minyak Montara di Laut Timor. Penegasan tersebut disampaikan saat Menteri Keuangan berdialog dengan masyarakat Tablolong, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (6/8). Kunjungan kerja itu dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi warga […]

expand_less