Menlu Sugiono Serukan Aksi Bersama OKI-Liga Arab Lindungi Yerusalem dan Palestina
- account_circle RFR
- calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menlu RI Sugiono saat menghadiri pertemuan menteri luar negeri negara-negara Arab dan Islam di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York. (Foto: Dok. Kemlu RI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Memodaily.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyerukan penguatan koordinasi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab untuk merespons perkembangan di Palestina serta menjaga status historis dan hukum Yerusalem.
Seruan tersebut disampaikan dalam Joint Arab-Islamic Ministerial Meeting on Jerusalem yang digelar di sela-sela High-level Week Sidang Majelis Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Kamis (25/9/2026).
Indonesia menyoroti kondisi di lapangan yang dinilai terus memburuk, termasuk perkembangan di kompleks Masjid Al-Aqsa. Menurut Indonesia, provokasi dan pelanggaran terhadap status quo Yerusalem masih terjadi.
“Seruan masyarakat internasional sudah jelas. Namun, realitas di lapangan justru semakin menjauh dari apa yang berulang kali kita serukan. Kesucian situs-situs suci tidak dapat dilanggar tanpa konsekuensi,” tegas Menlu Sugiono.
Sugiono menekankan, perkembangan di Yerusalem tidak dapat dipisahkan dari situasi di wilayah Palestina lainnya. Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur disebut sebagai bagian yang saling berkaitan dalam realitas politik dan teritorial Palestina.
Karena itu, menurut Indonesia, stabilitas di satu wilayah tidak akan tercapai apabila pelanggaran di wilayah lainnya terus berlangsung.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga menyoroti rencana perluasan permukiman E1 yang dinilai semakin mengancam keberlangsungan wilayah Palestina dan prospek Solusi Dua Negara.
Indonesia menyatakan perluasan permukiman tersebut bertentangan dengan hukum internasional, termasuk Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2334.
Menghadapi perkembangan tersebut, Indonesia mendorong OKI dan Liga Arab tidak berhenti pada seruan politik, tetapi memperkuat aksi bersama yang lebih terkoordinasi.
Kerja sama dengan berbagai mitra internasional juga dinilai perlu diperluas untuk memperkuat akuntabilitas, menegakkan hukum internasional, serta menjaga proses menuju perdamaian.
Indonesia turut menekankan pentingnya perlindungan situs-situs suci di Yerusalem, termasuk melalui dukungan terhadap wakaf Islam dan Jordan’s Hashemite Custodianship atau Perwalian Hashemite Yordania.
Sebagai salah satu langkah konkret, Indonesia mendorong lebih banyak negara mengambil langkah terhadap produk yang berasal dari permukiman ilegal, sesuai hukum internasional dan kerangka hukum nasional masing-masing.
Menurut Indonesia, langkah tersebut dapat menjadi instrumen untuk menerjemahkan komitmen politik internasional ke dalam tindakan nyata.
Selain situasi terkini, Indonesia juga mendorong perhatian terhadap masa depan Palestina. Dukungan berkelanjutan diperlukan untuk rekonstruksi Gaza, penguatan institusi Palestina, persatuan nasional Palestina, serta keberlanjutan peran UNRWA dalam memberikan layanan dasar bagi pengungsi Palestina.
Indonesia juga mendorong pembentukan koalisi internasional yang lebih luas untuk mendukung terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Pertemuan di New York tersebut merupakan tindak lanjut dari Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-LB) OKI yang digelar di Jeddah, Arab Saudi, pada 27 Agustus 2026.
Rangkaian pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi negara-negara Arab dan Islam dalam membahas perlindungan Yerusalem dan situs-situs sucinya serta langkah konkret untuk mendukung hak-hak rakyat Palestina.
- Penulis: RFR
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar