Piala Gubernur Jatim 2026 Digelar di Malang, Velodrom Sawojajar Diusulkan Segera Dibenahi
- account_circle ADK
- calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Disporapar Kota Malang Baihaqi memberikan keterangan kepada awak media di sela pembukaan Piala Gubernur Jawa Timur Track Race 2026 di Velodrom Sawojajar, Sabtu (11/7/2026). (Foto: Memodaily.id/ADK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Pelaksanaan Piala Gubernur Jawa Timur Track Race 2026 di Velodrom Sawojajar, Kota Malang, menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan fasilitas olahraga balap sepeda di Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta inventarisasi kebutuhan perbaikan Velodrom Sawojajar agar pembinaan atlet dapat didukung sarana yang lebih memadai.
Kejuaraan yang berlangsung pada 11–12 Juli 2026 itu diikuti ratusan pembalap dari berbagai klub dan lima provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat, dan Bali. Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan Velodrom Sawojajar masih menjadi salah satu venue balap sepeda lintasan yang diperhitungkan di tingkat nasional.
Emil mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurutnya, Jawa Timur memiliki tradisi prestasi yang kuat di cabang olahraga balap sepeda dan perlu terus diperkuat melalui pembinaan berkelanjutan.
“Balap sepeda merupakan salah satu cabang olahraga unggulan Jawa Timur. Prestasi yang sudah diraih harus terus dikembangkan melalui pembinaan yang konsisten dan dukungan fasilitas yang memadai,” ujar Emil, Sabtu (11/7/2026).
Ia menyebut atlet-atlet Jawa Timur telah mencatatkan prestasi pada berbagai ajang nasional, baik di nomor track race, road race, maupun BMX. Menurutnya, capaian tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas infrastruktur olahraga.
Karena Velodrom Sawojajar merupakan aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Emil meminta Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur segera menginventarisasi kebutuhan fasilitas yang memerlukan perbaikan.
“Sudah saya minta Dispora Provinsi untuk menginventarisasi kebutuhan-kebutuhan yang paling mendesak. Dari situ nanti akan disusun langkah perbaikan sesuai prioritas,” tegasnya.
Emil menilai pembenahan venue olahraga merupakan bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet sekaligus pemerataan pembangunan olahraga di Jawa Timur. Kota Malang dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pembinaan balap sepeda karena telah memiliki fasilitas velodrom yang dapat terus dikembangkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyambut baik perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pengembangan Velodrom Sawojajar.
Menurutnya, penyelenggaraan Piala Gubernur Jatim Track Race 2026 membuktikan bahwa Velodrom Sawojajar masih layak menjadi lokasi kompetisi balap sepeda tingkat nasional.
“Kami optimistis setelah ada arahan dari Pak Wakil Gubernur, kebutuhan-kebutuhan Velodrom akan segera dipetakan. Pembinaan atlet sangat ditentukan oleh kualitas sarana dan prasarana olahraga,” kata Baihaqi saat memberikan keterangan kepada awak media di sela pembukaan kejuaraan.
Ia menambahkan, penyelenggaraan kejuaraan juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, mekanik, serta keluarga peserta dari berbagai daerah turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro di sekitar kawasan Velodrom Sawojajar.
“Event seperti ini memberikan dampak ekonomi yang nyata. Hotel, kuliner, dan UMKM ikut merasakan manfaat dari penyelenggaraan kejuaraan,” ujarnya.
Baihaqi berharap dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat mempercepat peningkatan kualitas fasilitas Velodrom Sawojajar sehingga Kota Malang semakin siap menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan balap sepeda tingkat nasional maupun internasional.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar