Breaking News
Rabu, 14 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Polemik Mentan Amran dan Komnas Perempuan Berakhir, Kini Fokus Kolaborasi

Polemik Mentan Amran dan Komnas Perempuan Berakhir, Kini Fokus Kolaborasi

  • account_circle RFR
  • calendar_month Jumat, 14 Agu 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Memodaily.id – Polemik terkait pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengenai persoalan di Surabaya dinyatakan selesai setelah Komnas Perempuan melakukan klarifikasi langsung di Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (13/8/2026).

Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor mengatakan, pertemuan tersebut digelar setelah pihaknya memperoleh informasi dari pemberitaan media mengenai pernyataan Mentan Amran.

“Kedatangan kami, Komnas Perempuan ke kantor Kementerian Pertanian bertemu dengan Pak Menteri ini karena media kemarin yang mempertemukan,” kata Maria.

Menurut Maria, klarifikasi diperlukan karena Komnas Perempuan memiliki mandat memantau upaya penghentian kekerasan terhadap perempuan serta diskriminasi terhadap hak-hak perempuan.

“Hari ini adalah kami sudah mengonfirmasi, mengklarifikasi terkait dengan pernyataan beliau dan alhamdulillah clear, sudah tidak ada lagi yang perlu kita perdebatkan,” ujarnya.

Maria menyebut Kementan telah mengadopsi prinsip pengarusutamaan gender dalam pembangunan dan pelaksanaan program. Menurut dia, keterlibatan perempuan harus dilakukan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pemantauan dan evaluasi.

Pertemuan tersebut juga membahas keterlibatan perempuan dalam struktur organisasi Kementan. Komnas Perempuan memperoleh informasi bahwa sejumlah posisi kepala bagian di lingkungan Kementan telah diisi perempuan.

Polemik Berujung Kolaborasi

Klarifikasi itu kemudian berkembang menjadi pembahasan kerja sama untuk memperkuat perlindungan perempuan. Kementan dan Komnas Perempuan sebelumnya telah memiliki nota kesepahaman mengenai upaya penghapusan diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan.

Mentan Amran menyambut baik pertemuan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah bermaksud mendiskriminasi perempuan maupun kelompok tertentu.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Ketua Komnas Perempuan. Tadi malam begitu kami lihat berita, kami baru selesai sholat Isya, tiba-tiba kami cari nomor telepon beliau, langsung telepon. Ini sensitif, sensitif sekali,” kata Amran.

Ia menjelaskan, persoalan yang memicu polemik berawal dari upaya pemerintah merespons keluhan peternak ayam terkait harga telur. Pemerintah kemudian mengundang peternak, pengusaha, dan pelaku usaha besar untuk mencari akar persoalan.

Salah satu temuan berkaitan dengan belum optimalnya penyerapan telur peternak oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di Surabaya.

“Di Surabaya, kenapa harga turun? Salah satu faktor penyebabnya adalah MBG yang SPPG ini tidak membeli telur dari peternak dengan harga yang ditentukan oleh pemerintah,” ujar Amran.

Terkait pembahasan seorang pegawai yang tengah mengandung dan memiliki tugas dengan mobilitas tinggi, Amran menegaskan tawaran agar yang bersangkutan bekerja di Kementan bukan bentuk hukuman atau diskriminasi.

“Jadi bukan dihukum. Saya dengan spontan, tolong cari yang kuat. Tapi terserah laki atau perempuan. Jadi tidak ada masalah di situ,” tegasnya.

Amran juga menegaskan Kementan menerapkan prinsip meritokrasi. Menurutnya, kesempatan dan penilaian kerja diberikan berdasarkan kemampuan serta kinerja, tanpa membedakan gender, suku, agama, maupun asal daerah.

“Di pertanian meritokrasi. Kami tidak melihat siapa mereka. Dari suku mana, dari agama mana, dari mana. Gender, tidak ada. Yang penting kinerja,” ujarnya.

Kementan Siapkan Aksi Bersama

Amran mengatakan pertemuan dengan Komnas Perempuan menjadi momentum untuk mengubah polemik menjadi kolaborasi melalui program nyata.

“Kita di sini ingin mencari kebaikan, kita ingin tumbuh bersama, kita ingin bangun negara ini bersama,” katanya.

Kolaborasi akan diarahkan pada berbagai program pertanian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk perempuan dan masyarakat terdampak bencana.

“Jadi bukan lagi menjadi topik yang tadi. Langsung aksi nyata. Nanti operasionalnya bersama dengan dirjen-dirjen. Ini lengkap. Ada peternakan, ada hortikultura. KRPL kita bangun bersama,” ujar Amran.

Ia menilai perempuan memiliki peran besar dalam sektor pertanian, baik dalam produksi maupun aktivitas ekonomi keluarga.

“Perempuan sektor pertanian itu mungkin 50 persen. Jadi kita ini harus, kalau mau sukses, muliakan ibu, ibu, ibu, ibu,” katanya.

Amran menegaskan pembangunan pertanian tidak hanya diarahkan untuk mencapai swasembada pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulillah, tahun ini kita sudah swasembada. Sekarang kesejahteraan kita kejar,” ujarnya.

Kementan memastikan ruang kolaborasi dengan Komnas Perempuan dan berbagai pihak akan terus dibuka untuk mendorong pembangunan pertanian yang inklusif, setara, dan bebas diskriminasi.

  • Penulis: RFR
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Junrejo Culture Carnival 2026: 10 RW Suguhkan Ragam Budaya Nusantara, dari Bali hingga NTT

    Junrejo Culture Carnival 2026: 10 RW Suguhkan Ragam Budaya Nusantara, dari Bali hingga NTT

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Semarak Selamatan Desa Junrejo 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung meriah. Sebanyak 10 RW di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, menyuguhkan beragam seni, tradisi, pakaian adat hingga kuliner khas dari berbagai daerah di Indonesia. Mengusung tema “Beragam dalam Budaya, Bersatu Membangun Desa”, kegiatan yang dikemas dalam Junrejo Culture […]

  • Sam Ali Soroti Ekosistem QRIS: Pedagang Sudah Cashless, Belanja Masih Manual

    Sam Ali Soroti Ekosistem QRIS: Pedagang Sudah Cashless, Belanja Masih Manual

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Perluasan transaksi digital melalui QRIS di Kota Malang dinilai belum sepenuhnya diikuti ekosistem pembayaran yang praktis bagi pelaku UMKM. Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin (Sam Ali) menyampaikan persoalan itu saat menghadiri Flag Off QRIS Jelajah Indonesia (QJI) Wilayah Jawa 2026 di Balai Kota Malang, Sabtu (29/8/2026). Menurutnya, QRIS telah mengubah kebiasaan […]

  • Pabrik Pakan Ternak Jombang Terbakar, Enam Damkar Berjibaku Padamkan Api

    Pabrik Pakan Ternak Jombang Terbakar, Enam Damkar Berjibaku Padamkan Api

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle EAP
    • 0Komentar

    JOMBANG, Memodaily.id – Kebakaran melanda pabrik pengolahan bonggol jagung untuk pakan ternak di Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jumat (24/7/2026) malam. Enam unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api yang membakar bangunan pabrik dan tumpukan bahan baku. Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 19.30 WIB, bertepatan dengan pergantian sif karyawan. Asap tebal lebih […]

  • Eks Kepala UPT Pasar Among Tani Batu Jadi Tersangka Korupsi, Pengacara: Tak Menutup Kemungkinan Ada Tersangka Baru

    Eks Kepala UPT Pasar Among Tani Batu Jadi Tersangka Korupsi, Pengacara: Tak Menutup Kemungkinan Ada Tersangka Baru

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Mantan Kepala UPT Pasar Induk AmongTani Kota Batu berinisial AS ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi. Setelah sebelumnya diperiksa sebagai saksi, status AS dinaikkan menjadi tersangka oleh penyidik kejaksaan. Selain menetapkan tersangka, penyidik melakukan penahanan terhadap AS. Ia kini ditahan di Lapas Kelas I Malang (Lowokwaru) untuk kepentingan proses […]

  • Ketua DPRD Kota Malang Desak Perbaikan Data Bansos, Dorong Skema Biaya Siswa Sekolah Swasta

    Ketua DPRD Kota Malang Desak Perbaikan Data Bansos, Dorong Skema Biaya Siswa Sekolah Swasta

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Malang segera memperbaiki validitas data desil penerima bantuan sosial (bansos) sekaligus menyiapkan skema pembiayaan bagi siswa yang bersekolah di sekolah swasta karena tidak tertampung di sekolah negeri. Hal itu disampaikan Amitya usai kegiatan Serap Aspirasi Masyarakat, Senin (6/7) malam. Menurutnya, dua persoalan […]

  • Prabowo Tinjau Teknologi PM-AAS di Gorontalo, Optimistis Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia

    Prabowo Tinjau Teknologi PM-AAS di Gorontalo, Optimistis Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    GORONTALO, Memodaily.id – Presiden Prabowo Subianto meninjau penerapan Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) dan area Gelar Teknologi dalam rangkaian Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melihat langsung berbagai […]

expand_less