Plafon Kayu SMPN 7 Malang Terbakar, 9 Petugas Dikerahkan dan Kerugian Capai Rp100 Juta
- account_circle ADK
- calendar_month Senin, 21 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang melakukan pemadaman dan pendinginan di kawasan SMP Negeri 7 Malang, Jalan Lembayung, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Kebakaran menggegerkan lingkungan SMP Negeri 7 Malang di Jalan Lembayung, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (20/9/2026) siang. Api muncul di bagian belakang ruang perpustakaan dan kemudian merambat ke plafon bangunan yang didominasi material kayu.
Peristiwa tersebut dilaporkan kepada UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah menerima laporan, petugas langsung melakukan validasi dan bergerak menuju lokasi pada pukul 12.02 WIB.
Petugas menempuh jarak sekitar 5,6 kilometer dan tiba di lokasi pukul 12.17 WIB. Operasi pemadaman langsung dimulai satu menit kemudian.
Sebanyak sembilan personel diterjunkan dengan dukungan tiga unit kendaraan pemadam, yakni Ayaxx 09, Matra dan Semut Ireng. Dalam proses pemadaman dan pendinginan, petugas menggunakan sekitar 12.000 liter air.
Kapolsek Kedungkandang, Kompol M. Roichan, mengatakan kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah seorang saksi melihat kepulan asap dari arah kawasan sekolah.
“Awalnya saksi melihat kepulan asap dari arah sekolah. Setelah dicek, ternyata api berasal dari tumpukan kayu di belakang perpustakaan,” kata Roichan.
Saksi kemudian meminta bantuan warga dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas. Dari lokasi, api diketahui membakar tumpukan kayu yang berada di bagian belakang ruang perpustakaan sebelum merambat ke bagian plafon.
Kondisi material plafon yang banyak menggunakan kayu membuat petugas harus melakukan penanganan secara menyeluruh. Selain memadamkan kobaran api, petugas melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang masih tersembunyi.
Operasi pemadaman berlangsung sekitar 71 menit. Petugas menyatakan penanganan selesai pada pukul 13.29 WIB setelah memastikan api benar-benar padam dan tidak ditemukan hidden fire.
Petugas kemudian meninggalkan lokasi sekitar pukul 13.35 WIB dan tiba kembali di markas pada pukul 13.47 WIB.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran berdampak pada area sekitar 20 meter persegi bangunan sekolah. Sejumlah dokumen milik sekolah juga dilaporkan terdampak.
Laporan UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang mencatat kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Terkait penyebab kebakaran, laporan awal petugas pemadam mencatat dugaan korsleting listrik dari bagian atap gedung. Namun, polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber dan penyebab pasti munculnya api.
Roichan mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, titik api berada di tumpukan kayu yang diletakkan di bagian belakang ruang perpustakaan. Api selanjutnya merambat ke plafon bangunan.
“Titik apinya dari tumpukan kayu yang ditaruh di lompongan belakang ruang perpustakaan, kemudian menyambar ke plafon yang didominasi terbuat dari kayu,” jelasnya.
Polisi belum menyimpulkan apakah api berkaitan dengan aktivitas pembakaran atau faktor lain. Keterangan saksi dan kondisi lokasi masih didalami untuk memastikan penyebab kebakaran.
“Apakah titik api itu muncul sengaja karena aktivitas pembakaran atau faktor penyebab lainnya, masih kami selidiki,” pungkas Roichan.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar