Prabowo Tegaskan Himbara Jadi Penggerak Ekonomi Nasional, Nilai Kapitalisasi Tembus Rp1.100 Triliun
- account_circle RFR
- calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menjelaskan peran strategis Himbara sebagai penggerak ekonomi nasional usai pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka. (Foto: BPMI Setpres)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Memodaily.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran strategis Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Dengan total kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp1.100 triliun, Himbara dinilai memiliki kekuatan besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat menerima jajaran komisaris dan direksi Himbara di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Usai pertemuan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa nilai kapitalisasi pasar gabungan bank-bank anggota Himbara mencapai sekitar Rp1.100 triliun. Angka tersebut setara dengan sekitar 10 persen dari total nilai perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia.
“Jika dijumlahkan, nilai kapitalisasi pasar seluruh bank Himbara mencapai sekitar Rp1.100 triliun. Nilai ini mencerminkan kurang lebih 10 persen dari total nilai seluruh perusahaan di pasar modal Indonesia,” ujar Rosan.
Menurutnya, Presiden Prabowo menekankan bahwa Himbara tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Bank-bank pelat merah tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor komersial, hingga korporasi besar.
“Perbankan tidak semata-mata mengejar laba, tetapi kehadirannya harus dirasakan masyarakat melalui akses dan kesempatan yang lebih luas bagi semua kalangan,” kata Rosan.
Selain menjadi pilar sektor keuangan nasional, Himbara juga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah. Namun demikian, Rosan menegaskan bahwa seluruh kegiatan perbankan harus tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme.
“Yang terpenting, semuanya dijalankan dengan asas kehati-hatian secara profesional sehingga manfaat Himbara benar-benar dirasakan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rosan turut menyoroti perkembangan harga minyak dunia yang saat ini berada di bawah level 80 dolar AS per barel. Kondisi tersebut diyakini dapat memberikan sentimen positif bagi perekonomian Indonesia.
“Harga minyak dunia yang menurun diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional,” katanya.
Rosan menambahkan, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya membangun ekonomi Indonesia yang berdikari dan mampu berdiri di atas kekuatan sendiri. Untuk mewujudkan hal tersebut, dukungan sektor perbankan, khususnya Himbara, menjadi faktor yang sangat penting.
“Ke depan, perekonomian Indonesia harus menjadi ekonomi yang berdikari dengan dukungan kuat dari sektor perbankan, terutama Himbara,” pungkasnya.
- Penulis: RFR
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar