Selamatan Dusun Badut Gerakkan UMKM, DPRD Kota Malang Dorong Dukungan Berkelanjutan
- account_circle ADK
- calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota DPRD Kota Malang Abu Bakar bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, panitia, dan warga usai menghadiri Selamatan Bersih Dusun Badut di RW 05, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (5/7/2026). (Foto: Memodaily.id/ADK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Tradisi Selamatan Bersih Dusun Badut di RW 05, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, tidak hanya menjadi upaya melestarikan budaya leluhur, tetapi juga terbukti mampu menggerakkan perekonomian warga melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kota Malang, Abu Bakar, yang mendorong dukungan berkelanjutan dari pemerintah.
Ketua Panitia Selamatan Dusun Badut, Abah Mahmud, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan terlaksana berkat semangat gotong royong masyarakat. Tradisi tahunan tersebut merupakan wujud rasa syukur sekaligus doa bersama agar warga Dusun Badut senantiasa diberikan keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan.
“Selamatan dusun ini lahir dari kebersamaan masyarakat. Tanpa gotong royong dan kerukunan warga, kegiatan sebesar ini tidak mungkin bisa berjalan dengan baik. Harapan kami, seluruh masyarakat selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dan tradisi yang diwariskan para leluhur tetap lestari,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Mahmud menjelaskan, kegiatan digelar mulai 3 hingga 6 Juli 2026 dengan menghadirkan berbagai agenda, seperti Kampung Opor yang dibuka Ketua TP PKK Kota Malang Dian Kuntari, bazar UMKM, pertunjukan seni tradisional, festival terbangan, musik keroncong, kirab tumpeng yang diikuti seluruh RT di RW 05, pentas campursari, hingga pengajian umum.
Sebanyak 60 pelaku UMKM ikut berpartisipasi membuka stan di lokasi kegiatan. Tingginya antusiasme masyarakat membuat banyak pedagang mengaku dagangannya habis terjual sebelum acara berakhir.
“Alhamdulillah, dua hari pelaksanaan seluruh pedagang mengaku penjualannya sangat baik, bahkan banyak yang dagangannya habis sebelum acara selesai. Ini membuktikan bahwa kegiatan budaya bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Selain menggerakkan ekonomi, panitia juga menghadirkan berbagai kesenian tradisional sebagai sarana memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Malang Abu Bakar mengapresiasi penyelenggaraan Selamatan Dusun Badut yang dinilai berhasil memadukan pelestarian budaya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Saya datang ingin melihat langsung bagaimana perkembangan UMKM di sini. Ternyata antusiasme masyarakat sangat tinggi dan itu menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan mereka. Kegiatan seperti ini harus terus didorong karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Abu Bakar, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah sehingga setiap kegiatan budaya maupun festival kampung perlu melibatkan pelaku usaha lokal agar manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jangan sampai sebuah kegiatan hanya ramai pengunjung tetapi tidak memberikan dampak bagi warga sekitar. Yang harus menjadi prioritas adalah bagaimana pedagang kecil, pelaku usaha rumahan, dan UMKM memperoleh tambahan penghasilan. Ketika UMKM bergerak, roda ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” tegasnya.
Ia juga mendorong Pemerintah Kota Malang untuk terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui pelatihan, promosi, kemudahan perizinan, dan perluasan akses pemasaran agar mampu berkembang dan bersaing.
Selain itu, Abu Bakar menilai sinergi antara Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kabupaten Malang perlu terus diperkuat dalam pengembangan budaya, pariwisata, dan ekonomi kerakyatan.
“Kota Malang dan Kabupaten Malang adalah satu kesatuan yang saling mendukung. Potensi budaya, pariwisata, dan UMKM akan berkembang lebih cepat apabila dibangun melalui kolaborasi yang kuat. Jangan berjalan sendiri-sendiri, karena manfaatnya akan jauh lebih besar jika dikerjakan bersama,” katanya.
Menutup keterangannya, Abu Bakar mengajak masyarakat terus menjaga tradisi sebagai bagian dari identitas daerah.
“Budaya adalah identitas masyarakat Malang. Tradisi seperti Selamatan Dusun Badut harus terus dijaga karena selain memperkuat kebersamaan warga, juga terbukti mampu menggerakkan perekonomian melalui UMKM. Jangan pernah melupakan leluhur, sebab dari sanalah jati diri masyarakat Malang berasal,” pungkasnya.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar