Tak Nampak Pejabat Pemkot Batu di Bantengan Nuswantara 2026, Ini Kata Kadisparta
- account_circle PRI
- calendar_month Senin, 3 Agu 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kejuaraan Paralayang Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2026 di Landing Paralayang Songgomaruto, Jumat (31/7/2026). (Foto: Memodaily.id/PRI)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BATU, Memodaily.id – Absennya jajaran pejabat Pemerintah Kota Batu dalam puncak Festival Bantengan Nuswantara 2026 menjadi sorotan. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menjelaskan dirinya tidak dapat menghadiri kegiatan karena harus menjalankan agenda kedinasan lain yang berlangsung pada waktu bersamaan.
Saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026), Onny mengaku tidak mengetahui alasan ketidakhadiran pejabat Pemerintah Kota Batu lainnya. Namun, ia memastikan dirinya berhalangan hadir karena telah dijadwalkan mengikuti dua kegiatan resmi.
“Kalau untuk pejabat yang lain saya ndak faham. Kalau saya kebetulan ada dua kegiatan berbarengan, pagi sampai siang di Sanguran dan penutupan Paralayang sampai Maghrib,” ujar Onny melalui pesan Whatsapp kepada media ini.
Sebelumnya, Festival Bantengan Nuswantara 2026 yang digelar pada Minggu (2/8/2026) berlangsung meriah. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 150 kelompok bantengan dari berbagai daerah di Jawa Timur dan disaksikan ribuan masyarakat.
Festival budaya itu juga menarik perhatian 18 tamu mancanegara yang berasal dari Malaysia, Australia, Jepang, Maroko, dan Chili. Mereka hadir untuk menyaksikan sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan budaya yang digelar di Kota Batu.
Meski antusiasme masyarakat tinggi dan tamu internasional turut hadir, jajaran pejabat utama Pemerintah Kota Batu tidak terlihat menghadiri puncak kirab budaya tersebut.
Ketua Panitia Festival Bantengan Nuswantara 2026, Anjani, mengatakan seluruh pejabat Pemerintah Kota Batu telah diundang sejak hari pertama hingga hari terakhir penyelenggaraan festival.
“Kami sudah mengundang semua pejabat Kota Batu dari hari pertama sampai hari keempat. Kalau hari ini mereka tidak hadir, mungkin karena kelelahan atau ada kesibukan lain,” katanya.
Anjani menjelaskan, Festival Bantengan Nuswantara tahun ini diselenggarakan secara mandiri tanpa dukungan anggaran pemerintah. Dukungan dari pemerintah, menurutnya, hanya diberikan dalam aspek perizinan.
“Tahun ini festival bantengan murni swadaya masyarakat tanpa dukungan dari pemerintah, hanya bantuan terkait perizinan. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang berkolaborasi dengan pemerintah,” ujarnya.
Ia menegaskan keberhasilan festival tidak diukur dari banyaknya pejabat yang hadir, melainkan dari tingginya partisipasi masyarakat dan dampak ekonomi yang dirasakan pelaku UMKM di Kota Batu.
“Kami dari Pendekar Bantengan Nuswantara menegaskan, kesuksesan suatu acara bukan dinilai dari berapa jumlah pejabat yang hadir, melainkan animo masyarakat untuk menyaksikan festival bantengan. Fokus utama kami adalah mengangkat perekonomian masyarakat Kota Batu melalui sektor UMKM,” pungkasnya.
- Penulis: PRI
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar