Kejar Paket Masif Dimulai 2027, Bupati Jember Bidik Peningkatan IPM
- account_circle WNP
- calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Jember Muhammad Fawait usai menghadiri sidang paripurna di Gedung DPRD Jember. (Foto: Memodaily.id/WNP)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, Memodaily.id – Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan program Kejar Paket secara masif mulai 2027 sebagai salah satu upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya melalui peningkatan rata-rata lama sekolah masyarakat.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, program tersebut akan menyasar masyarakat yang membutuhkan pendidikan kesetaraan. Pelaksanaannya akan melibatkan kelompok pengajian yang ada di tengah masyarakat.
“Terkait masalah kejar paket, kita akan melakukan kejar paket secara masif dimulai dari tahun 2027. Insyaallah kita tahu bahwa IPM kita salah satu yang mempengaruhi adalah lama rata-rata sekolah, itu tidak bisa kita penuhi secara biasa-biasa saja,” kata Fawait.
Pernyataan itu disampaikan Fawait saat menghadiri sidang paripurna penyampaian jawaban bupati atas pandangan fraksi terkait Raperda APBD 2027 di Gedung DPRD Jember.
Menurutnya, peningkatan rata-rata lama sekolah membutuhkan langkah yang lebih luas agar masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan melalui jalur kesetaraan.
“Maka insyaallah akan kita lakukan penanganan secara masif, kejar paket secara masif di tahun 2027,” ujarnya.
Selain program Kejar Paket, Pemkab Jember juga melanjutkan upaya perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Fawait meminta dukungan DPRD Jember untuk memastikan sekolah-sekolah yang membutuhkan revitalisasi dapat terdata dan menjadi prioritas.
Ia mencontohkan kondisi sekolah di Kecamatan Jenggawah yang masih membutuhkan perhatian karena bagian atap bangunan mengalami kerusakan berat.
“Di bidang pendidikan, saya mohon bantuan juga kepada anggota DPRD untuk memastikan bahwa sekolah-sekolah di daerah-daerah. Kemarin saya lihat, saya ke salah satu kecamatan di Jenggawah, ternyata masih mendapati sekolah yang belum mendapatkan revitalisasi sekolah, padahal atapnya sudah rata-rata rusak berat,” ujarnya.
Fawait mengatakan, Pemkab Jember sebelumnya telah memperjuangkan dukungan pemerintah pusat untuk program revitalisasi sekolah. Menurut dia, bantuan revitalisasi yang diperoleh pada 2025 menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.
“Perjuangan kita bersama tahun 2025 yang telah berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk memberikan bantuan revitalisasi sekolah di Jember, salah satu yang terbesar di Indonesia. Dan tahun ini insyaallah dua bahkan tiga kali lipat dibanding tahun 2025,” paparnya.
Fawait juga meminta anggota DPRD Jember ikut menyampaikan data dan aspirasi mengenai sekolah yang membutuhkan perbaikan. Masukan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah menentukan sekolah yang menjadi prioritas revitalisasi.
“Kami mohon ke depan saya mendapatkan masukan. Mohon anggota DPRD juga ikut serta memastikan sekolah-sekolah yang membutuhkan, sehingga sekolah-sekolah yang seperti saya datangi kemarin betul-betul kita prioritaskan untuk mendapatkan revitalisasi sekolah untuk di tahun-tahun yang akan datang,” katanya.
Ia menambahkan, aspirasi mengenai kondisi sekolah juga banyak disampaikan masyarakat kepada anggota DPRD saat kegiatan reses. Karena itu, informasi dari masing-masing daerah pemilihan dinilai penting untuk mendukung pemetaan kebutuhan pendidikan.
“Sehingga saya berharap teman-teman anggota DPR yang turun ke bawah bisa memberi masukan kepada kami terkait kondisi sekolah-sekolah yang ada di daerah atau dapilnya masing-masing,” pungkasnya.
- Penulis: WNP
- Editor: WNP


Saat ini belum ada komentar