Wali Kota Malang Lepas Parade Kendaraan Listrik, Dorong Kota Bebas Emisi
- account_circle ADK
- calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengibarkan bendera saat melepas Parade Kendaraan Listrik pada Sosialisasi Kendaraan Non-Fosil Seri ke-4 di kawasan Car Free Day Jalan Ijen, Minggu (26/7). (Foto: Memodaily.id/ADK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kota Malang terus memperkuat komitmen dalam mendukung transisi menuju energi bersih. Salah satu langkah nyata ditunjukkan melalui Sosialisasi Kendaraan Non-Fosil Seri ke-4 yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ijen, Minggu (26/7), ditandai dengan pelepasan Parade Kendaraan Listrik oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Puluhan kendaraan listrik dari berbagai jenis dan merek mengikuti parade menyusuri Jalan Ijen. Kehadirannya menarik perhatian ribuan pengunjung CFD yang antusias melihat langsung perkembangan teknologi transportasi berbasis energi bersih.
Wahyu Hidayat mengatakan, Kota Malang dipercaya menjadi kota keempat dalam rangkaian Sosialisasi Kendaraan Non-Fosil. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekaligus mendorong percepatan penggunaan kendaraan ramah lingkungan.
“Dari seri keempat ini, Kota Malang melaksanakan sosialisasi kendaraan non-fosil yang tentunya diharapkan mampu mengurangi emisi karbon,” ujar Wahyu.
Ia menjelaskan, penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu upaya mengurangi pencemaran udara akibat emisi kendaraan berbahan bakar fosil. Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, kualitas udara di Kota Malang diharapkan tetap terjaga.
“Ini akan menjadikan Kota Malang menjadi lebih segar lagi. Selama ini udara bersih di Kota Malang sudah terjaga dan tentu harus terus kita pertahankan bersama,” katanya.
Menurut Wahyu, kawasan Car Free Day dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat setiap akhir pekan. Hal itu dinilai efektif untuk memperkenalkan kendaraan non-fosil secara langsung kepada masyarakat.
“Melalui sosialisasi dan kegiatan ini masyarakat Kota Malang bisa melihat secara langsung kendaraan non-fosil. Ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat kendaraan listrik bagi lingkungan,” ungkapnya.
Selain mendorong penggunaan kendaraan listrik di sektor transportasi, Pemerintah Kota Malang juga mulai menerapkan inovasi pelayanan publik melalui operasional gerobak sampah bertenaga listrik. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi emisi karbon dari aktivitas pengangkutan sampah.
Wahyu menegaskan, berbagai upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkot Malang dalam mendukung program transisi energi bersih dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Di sisi lain, pengembangan kendaraan non-fosil juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Parade kendaraan listrik yang melintasi Jalan Ijen mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Antusiasme warga menjadi gambaran meningkatnya perhatian publik terhadap transportasi ramah lingkungan sebagai bagian dari pembangunan kota yang berkelanjutan.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar