Breaking News
Senin, 12 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Gus Yusuf: Saatnya NU Kembali Bersatu

Gus Yusuf: Saatnya NU Kembali Bersatu

  • account_circle EAP
  • calendar_month Jumat, 28 Agu 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JOMBANG, Memodaily.id – KH M Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf menegaskan komitmennya untuk menjadi figur yang dapat meredakan konflik dan menyatukan kembali kekuatan Nahdlatul Ulama (NU).

Gagasan itu disampaikan Gus Yusuf di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026), saat menjawab pertanyaan wartawan terkait dinamika pemilihan kepemimpinan NU dalam Muktamar ke-35 NU.

Pengasuh Pesantren API Tegalrejo, Magelang, itu mengatakan sejumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) telah jenuh dengan konflik internal organisasi.

Menurutnya, NU membutuhkan figur yang mampu menjadi perekat sekaligus menawarkan solusi atas berbagai dinamika yang terjadi.

“Karena semua PCNU dan PWNU lain ini sudah jenuh terhadap konflik. Mereka butuh figur yang bebas konflik, yang bisa menjadi solutif, bisa menyatukan kembali kekuatan NU,” kata Gus Yusuf.

Ia mengatakan dirinya ingin berada di tengah berbagai kepentingan yang muncul dalam internal NU.

“Yang sini konflik, sini konflik, nah kita di tengah. Ini yang akan menyatukan semua kekuatan NU, semangat solutif. Itu yang menjadi perekat kita,” ujarnya.

AHWA atau Voting Diserahkan ke Muktamirin

Terkait mekanisme pemilihan kepemimpinan NU, Gus Yusuf menyerahkan keputusan kepada para muktamirin, baik menggunakan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) maupun pemungutan suara atau voting.

“Sekali lagi saya kembalikan kepada muktamirin. Saya semuanya siap. Artinya muktamirin, PCNU-PWNU ingin menyampaikan aspirasinya secara langsung, itu kita hargai,” katanya.

Menurut Gus Yusuf, kedua mekanisme tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Sistem AHWA, kata dia, memiliki kelebihan karena melibatkan para masyayikh atau kiai dalam menentukan kepemimpinan NU.

“Para kiai-kiai kita lebih berhati-hati. Jadi semua ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nanti kita kembalikan kepada muktamirin seperti apa,” ujarnya.

Soroti Aturan ‘Iddah Politik’

Mengenai latar belakangnya yang pernah menjabat sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Gus Yusuf menekankan pentingnya menjadikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai pijakan organisasi NU.

Ia juga menyinggung perdebatan mengenai ketentuan jeda atau “iddah politik” menjelang Muktamar ke-35 NU.

“Soal iddah politik, jeda politik itu kan sebenarnya di AD/ART enggak ada. Itu hanya Perkum. Ya, maka semangat kita sekarang kembalikan lagi ke AD/ART,” tegasnya.

Gus Yusuf berharap tidak ada aturan di luar AD/ART yang membatasi kader NU untuk berkontribusi dalam organisasi.

“Semua punya hak yang sama untuk memberikan yang terbaik untuk NU. Jangan itu diganjal oleh peraturan-peraturan di luar AD/ART. Itu semangat yang kita munculkan. Jadi harus diberikan hak yang sama,” ujarnya.

Klaim Dukungan Sudah Cukup

Saat ditanya mengenai dukungan terhadap dirinya dalam proses pemilihan, Gus Yusuf tidak mengungkapkan jumlah dukungan secara terbuka.

Ia hanya menyebut dukungan yang diperolehnya telah cukup menjadi modal menghadapi proses pemilihan.

“Dukungan sudah fix. Kalau dibuka, bahaya itu nanti digerpol. Rahasia ini. Nanti kalau saya ngomong 300, 400, wah nanti malam digerpol. Yang penting cukuplah untuk modal menang,” katanya.

Gus Yusuf menjadi salah satu figur yang muncul dalam dinamika pemilihan kepemimpinan NU pada Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Dalam proses tersebut, ia membawa gagasan rekonsiliasi, penyatuan kekuatan NU, serta kesetaraan kesempatan bagi kader dari berbagai latar belakang.

  • Penulis: EAP
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Tiba di Malang, Siap Pimpin Panen Raya Tebu Nasional

    Prabowo Tiba di Malang, Siap Pimpin Panen Raya Tebu Nasional

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026), untuk menghadiri Panen Raya Tebu Nasional. Kedatangan Kepala Negara mendapat pengamanan ketat dari personel gabungan TNI, Polri, Paspampres, dan unsur pengamanan lainnya. Berdasarkan pantauan di lokasi, pesawat kepresidenan mendarat sekitar siang hari di Lanud Abdulrachman Saleh. Presiden Prabowo […]

  • Arumi Bidik Gen Z, Wastra Jatim Harus Makin Kekinian

    Arumi Bidik Gen Z, Wastra Jatim Harus Makin Kekinian

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle WNZ
    • 0Komentar

    MAKASSAR, Memodaily.id – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, mendorong inovasi produk wastra dan kriya agar semakin relevan dengan gaya hidup Generasi Z. Menurutnya, tingginya daya beli kalangan muda menjadi peluang besar untuk memperluas pasar produk lokal tanpa meninggalkan identitas budaya. Pernyataan tersebut disampaikan Arumi usai menghadiri pembukaan […]

  • Dua Kandang Ternak Terbakar dalam Semalam di Malang, Kerugian Tembus Rp210 Juta

    Dua Kandang Ternak Terbakar dalam Semalam di Malang, Kerugian Tembus Rp210 Juta

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Dua kebakaran melanda Kabupaten Malang dalam rentang waktu Kamis (8/10/2026) malam hingga Jumat (9/10/2026) dini hari. Kandang sapi di Kecamatan Kromengan dan kandang ayam di Kecamatan Kalipare dilalap api dengan total kerugian material ditaksir mencapai Rp210 juta. Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Kabupaten Malang, Winz Haliem, S.T., M.T., saat dikonfirmasi […]

  • Coding dan AI Jadi Kebutuhan Sekolah

    Coding dan AI Jadi Kebutuhan Sekolah

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Perkembangan teknologi mendorong sekolah tidak lagi sekadar mengajarkan penggunaan perangkat digital. Kemampuan coding dan kecerdasan artifisial (AI) mulai menjadi bagian dari kompetensi yang diperlukan siswa untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan kehidupan berbasis teknologi. Penerapan teknologi di lingkungan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan perangkat. Kesiapan pendidik, pemilihan teknologi yang sesuai, serta […]

  • Bapenda Malang Mulai Pasang PERSADA di Restoran Tasikmalaya

    Bapenda Malang Mulai Pasang PERSADA di Restoran Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    TASIKMALAYA, Memodaily.id – Bapenda Kota Malang bersama Bapenda Kota Tasikmalaya mulai memasang perangkat e-Tax PERSADA (Perangkat Perekam Data Transaksi Pajak Daerah) di sejumlah restoran di Kota Tasikmalaya. Langkah ini menjadi tahapan awal implementasi digitalisasi pengawasan pajak daerah untuk meningkatkan transparansi dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemasangan perangkat dilakukan pada hari kedua pelaksanaan bimbingan teknis […]

  • Jelang Muktamar NU 2026, Gus Salam Mengaku Terima Banyak Dukungan Maju Ketua Umum PBNU

    Jelang Muktamar NU 2026, Gus Salam Mengaku Terima Banyak Dukungan Maju Ketua Umum PBNU

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle EAP
    • 0Komentar

    JOMBANG, Memodaily.id – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 pada Agustus 2026, bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat. Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, mengaku menerima banyak aspirasi dan dukungan dari pengurus NU di berbagai daerah untuk maju dalam kontestasi tersebut. Dukungan […]

expand_less