Breaking News
Rabu, 14 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Atalia Soroti Kasus Bayi, Remaja Diminta Berani Cari Pertolongan

Atalia Soroti Kasus Bayi, Remaja Diminta Berani Cari Pertolongan

  • account_circle RFR
  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Memodaily.id – Kasus penemuan jasad bayi yang melibatkan anak sebagai pihak yang berhadapan dengan hukum dinilai tidak cukup hanya dilihat dari sisi pidana. Persoalan tersebut juga menjadi perhatian terhadap kondisi pergaulan remaja, keberanian mencari pertolongan, serta pendampingan bagi anak ketika menghadapi persoalan serius.

Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mengatakan kasus tersebut harus menjadi peringatan untuk memperkuat perlindungan dan pendampingan terhadap remaja.

“Tentu kasus ini harus menjadi alarm keras bagi kita semua. Kita tidak boleh lagi abai dan menutup mata terkait kondisi pergaulan remaja saat ini,” ujar Atalia dalam wawancara melalui WhatsApp, Jumat (11/9/2026).

Menurut Atalia, aspek hukum tetap harus berjalan apabila anak berhadapan dengan hukum. Namun, proses tersebut harus mengacu pada ketentuan khusus dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Ia menjelaskan, anak tetap dapat dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya. Namun, proses hukum harus mempertimbangkan perkembangan anak, memberikan perlindungan dari dampak negatif lingkungan, serta membuka ruang rehabilitasi dan diversi.

“Dalam Undang-undang ini anak tidak bebas dari pertanggungjawaban hukum, namun proses hukumnya harus mempertimbangkan tahap perkembangan, memberikan perlindungan dari dampak negatif lingkungan dan diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, menyongsong masa depannya, serta kembali ke lingkungan sosial secara wajar tanpa stigmatisasi,” katanya.

Atalia juga meminta perhatian tidak berhenti pada proses hukum setelah kejadian. Menurutnya, rangkaian persoalan yang terjadi sebelum tindak pidana perlu dikaji untuk mengetahui kondisi yang membuat seorang remaja berada dalam situasi tersebut.

“Namun demikian, kita harus berani melihat apa yang terjadi sebelum tindak pidana itu terjadi; kehamilan yang disembunyikan, rasa takut yang luar biasa kepada orang tua, ketiadaan keberanian meminta pertolongan, hingga proses persalinan sendiri tanpa bantuan medis yang memadai,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan sistem perlindungan dan pendampingan bagi remaja. Anak yang menghadapi persoalan serius, kata Atalia, perlu memiliki ruang aman untuk bercerita dan mendapatkan bantuan sebelum mengambil keputusan yang berisiko.

“Akar masalah inilah yang justru jauh lebih penting untuk kita bedah bersama,” tegas Atalia.

Karena itu, ia mendorong penguatan sistem pendampingan agar remaja memiliki keberanian mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan, termasuk yang berkaitan dengan pergaulan dan kesehatan reproduksi.

“Kita perlu membangun sistem yang membuat seorang remaja, ketika menghadapi masalah besar, berani mencari pertolongan sebelum masalah tersebut menjadi tragedi,” katanya.

Atalia juga menekankan pentingnya pendidikan seksual yang sesuai usia dan edukasi mengenai pergaulan sehat. Menurutnya, upaya pencegahan perlu diperkuat agar remaja memiliki pengetahuan sekaligus akses terhadap pendampingan yang memadai.

“Dan lebih dari itu, pencegahan melalui pendidikan seksual dan pergaulan remaja yang sehat adalah kunci. Maka kejadian ini harus menjadi momentum kita semua menguatkan edukasi dan pendampingan remaja,” pungkasnya.

  • Penulis: RFR
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karhutla TNBTS Belum Padam, Helikopter Water Bombing Mulai Bergerak Besok

    Karhutla TNBTS Belum Padam, Helikopter Water Bombing Mulai Bergerak Besok

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus diperkuat. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai dioperasikan pada Jumat (7/8/2026) untuk mempercepat pengendalian api. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, selama beberapa hari terakhir pemadaman […]

  • Korupsi Hibah SMK Jatim 2017, Eks Pejabat Disdik Dituntut 16,5 Tahun, Pengusaha 18 Tahun

    Korupsi Hibah SMK Jatim 2017, Eks Pejabat Disdik Dituntut 16,5 Tahun, Pengusaha 18 Tahun

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle AMZ
    • 0Komentar

    SIDOARJO, Memodaily.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut dua mantan pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur masing-masing 16 tahun 6 bulan penjara, serta seorang pihak swasta 18 tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi belanja modal dan hibah SMK Tahun Anggaran 2017. Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya yang […]

  • Terharu Kisah Maba Unismuh, Mentan Amran Bayar Kos 3 Tahun

    Terharu Kisah Maba Unismuh, Mentan Amran Bayar Kos 3 Tahun

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    MAKASSAR, Memodaily.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terharu mendengar kisah Harlen, mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) yang sejak kecil ditinggal ayahnya. Dalam keterbatasan ekonomi, Harlen tetap berjuang melanjutkan pendidikan hingga harus tinggal di asrama karena tidak mampu membayar biaya kos. Kisah tersebut disampaikan saat Mentan Amran menghadiri Taaruf dan Kuliah Umum Mahasiswa […]

  • 13 Siswa Diswab, Dinkes Malang Selidiki Penyebab Gangguan Pernapasan di SMP Taman Siswa

    13 Siswa Diswab, Dinkes Malang Selidiki Penyebab Gangguan Pernapasan di SMP Taman Siswa

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang masih memburu kepastian penyebab gangguan kesehatan yang sempat membuat puluhan siswa SMP Taman Siswa tidak masuk sekolah. Sebanyak 13 siswa menjalani pemeriksaan swab setelah sebelumnya mengalami keluhan flu, batuk dan demam. Sampel tersebut kini masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan melalui Whole Genome Sequencing (WGS). Kepala Dinas Kesehatan […]

  • Atalia Soroti Skema Baru Bansos, Ingatkan Celah Penyimpangan

    Atalia Soroti Skema Baru Bansos, Ingatkan Celah Penyimpangan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, menilai wacana penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa Merah Putih perlu dikaji secara matang. Menurutnya, perubahan mekanisme tersebut berpotensi memperpanjang rantai distribusi dan membuka peluang terjadinya penyimpangan dalam penyaluran bantuan. Atalia mengatakan, hingga saat ini rencana tersebut belum pernah dibahas bersama Komisi VIII DPR […]

  • Coban Ciblungan di Ampelgading Malang, Surga Air Terjun Bertingkat yang Masih Asri

    Coban Ciblungan di Ampelgading Malang, Surga Air Terjun Bertingkat yang Masih Asri

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Coban Ciblungan di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan panorama air terjun bertingkat dengan suasana yang masih alami. Keunikan air terjun ini membuatnya menjadi pilihan wisata bagi pengunjung yang ingin menikmati kesejukan alam. Coban Ciblungan memiliki satu aliran air terjun utama yang dipadukan dengan beberapa aliran […]

expand_less