Adipura 2027 di Depan Mata, DLH Malang Berpacu Benahi Sampah hingga Kawasan Sungai
- account_circle ADK
- calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, memaparkan upaya pembenahan pengelolaan sampah, kawasan sungai, dan ruang publik untuk mengejar Piala Adipura 2027. (Foto: Memodaily.id/ADK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DLH berencana melanjutkan pembenahan pada titik-titik yang membutuhkan penanganan, terutama menjelang musim hujan. Upaya tersebut diperlukan agar kebersihan kawasan sungai dan saluran drainase tetap terjaga.
“Kalau memang masih ada pekerjaan rumah untuk kawasan sungai, akan kami kerjakan. Kami berharap pembenahan bisa dilakukan pada minggu depan sebelum musim hujan,” ungkapnya.
Pembenahan kawasan sungai tidak hanya berkaitan dengan penampilan lingkungan, tetapi juga membutuhkan pemeliharaan berkelanjutan. Karena itu, penanganan titik yang masih bermasalah menjadi bagian penting dari upaya Pemkot Malang memperbaiki kualitas lingkungan.
Raymond menyebut Kota Malang memiliki sejumlah modal untuk mendukung target Adipura 2027. Di antaranya Kampung Iklim atau Proklim yang selama ini mendapat pembinaan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, sekolah-sekolah Adiwiyata, serta taman kota yang terpelihara dengan baik.
Namun, keberadaan program tersebut perlu diimbangi dengan konsistensi menjaga kebersihan di seluruh wilayah. Kawasan permukiman, ruang publik, taman, sungai, hingga lingkungan perkantoran harus tetap terawat, bukan hanya ketika penilaian berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, penilaian Adipura melibatkan berbagai OPD, mulai dari kelurahan dan kecamatan hingga dinas terkait. Kebersihan kantor serta kondisi lingkungan kerja juga menjadi bagian yang diperhatikan.
“Adipura ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, tetapi tanggung jawab Pemerintah Kota Malang. Semua OPD terkait kami libatkan, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, sampai dinas,” ujarnya.
Raymond menegaskan, target Pemkot Malang adalah meraih Piala Adipura. Ia menyebut hasil penilaian untuk tahun sebelumnya yang diumumkan pada 2026 belum menghasilkan penerima Piala Adipura dan masih berupa sertifikat menuju kota bersih.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Pemkot Malang untuk memperkuat pembenahan secara menyeluruh. Kebersihan taman dan ruang publik perlu berjalan seiring dengan pengurangan sampah, pemilahan dari rumah tangga, pengolahan di tingkat lingkungan, serta perbaikan kawasan sungai.
Hasil penilaian lapangan yang telah dilakukan diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan yang masih ditemukan. Dengan pengumuman hasil yang ditargetkan pada 2027, Pemkot Malang berharap berbagai upaya tersebut dapat mengantarkan kota ini meraih penghargaan yang dibidik.
“Target kami adalah mendapatkan Piala Adipura. Mudah-mudahan dari hasil penilaian kemarin, dengan Kampung Proklim yang telah dibina, sekolah Adiwiyata, taman-taman kota yang terpelihara, serta pembenahan sungai dan drainase, Kota Malang bisa mendapatkan Adipura,” pungkas Raymond.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar