Breaking News
Selasa, 13 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Beras Premium Raib di Pasaran, DPRD Kota Malang Curiga Ada yang Main di Tengah

Beras Premium Raib di Pasaran, DPRD Kota Malang Curiga Ada yang Main di Tengah

  • account_circle ADK
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Beras premium makin sulit ditemukan di pasaran. Kondisi ini memantik pertanyaan serius di tengah menguatnya daya beli petani. Jangan sampai harga tinggi dan kelangkaan justru bukan karena persoalan di tingkat petani, melainkan akibat permainan di sepanjang rantai distribusi.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Ginanjar Yoni Wardoyo, ST, MT, meminta pemerintah turun tangan mengawasi jalur pasokan beras dari produsen hingga ke tangan konsumen.

Menurutnya, pemerintah memiliki tiga kewajiban utama dalam persoalan pangan, yakni memastikan stok tersedia, harga terjangkau masyarakat, sekaligus menjaga kesejahteraan petani.

“Kenaikan harga di tingkat petani memang harus kita apresiasi karena berkaitan dengan kesejahteraan. Tapi harga juga harus tetap terjangkau oleh masyarakat dan ketersediaan harus dijamin,” ujar Ginanjar saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

Yang menjadi persoalan, kata dia, ketika kenaikan harga di tingkat konsumen jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan yang diterima petani. Kondisi tersebut patut dicurigai sebagai persoalan pada mata rantai distribusi.

“Jangan-jangan masih ada tengkulak yang bermain, yang justru menahan stok sehingga kenaikan harganya bukan karena dari petani, tapi karena menahan komoditi,” tegasnya.

Ginanjar meminta Pemkot Malang tidak hanya mengawasi pedagang di pasar. Distributor, agen dan seluruh mata rantai pasokan juga harus diperiksa, terutama jika terjadi kelangkaan barang di tengah permintaan masyarakat.

Ia menilai operasi pasar dapat menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga pasokan sekaligus menekan gejolak harga. Namun, langkah tersebut harus dibarengi pengawasan agar persoalan tidak kembali berulang.

“Yang tidak kita inginkan harga naik bukan karena naiknya di produsen petani, tapi karena permainan di tengah, di rantai antara produsen dengan konsumen,” katanya.

Bagi Ginanjar, kenaikan kesejahteraan petani semestinya tidak menjadi alasan konsumen harus membeli beras dengan harga yang semakin sulit dijangkau.

Petani harus mendapatkan harga layak. Konsumen juga berhak memperoleh beras dengan harga wajar. Jika stok tiba-tiba langka, pemerintah harus berani membongkar titik persoalannya, bukan sekadar memantau harga di permukaan.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Khofifah Cetak Transaksi Rp12 Triliun di Hong Kong

    Khofifah Cetak Transaksi Rp12 Triliun di Hong Kong

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle WNZ
    • 0Komentar

    SURABAYA, Memodaily.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung East Java Trade and Investment Forum 2026 di Regal Hotel Hong Kong, Kamis (23/7/2026). Misi dagang tersebut berhasil membukukan transaksi senilai Rp12.038.159.976.541, melonjak drastis dibanding misi dagang perdana di Hong Kong pada Mei 2023 yang mencatat sekitar Rp1,1 triliun. Forum bisnis itu diikuti sekitar […]

  • Harga Cabai Kota Malang Merangkak Rp80 Ribu, Musim Kemarau Jadi Biang Kerok

    Harga Cabai Kota Malang Merangkak Rp80 Ribu, Musim Kemarau Jadi Biang Kerok

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Harga cabai di Kota Malang mulai membuat konsumen merogoh kocek lebih dalam. Dalam sepekan terakhir, harga komoditas tersebut terpantau berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Drs. Slamet Husnan Hariyadi, menyebut kondisi musim kemarau menjadi salah satu faktor yang memengaruhi […]

  • Kementan Dorong Sapi Perah Grati, Genetik Lokal untuk Perkuat Produksi Susu Nasional

    Kementan Dorong Sapi Perah Grati, Genetik Lokal untuk Perkuat Produksi Susu Nasional

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    PASURUAN, Memodaily.id – Pengembangan Sapi Perah Grati di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mendapat perhatian pemerintah sebagai salah satu sumber daya genetik lokal yang berpotensi mendukung penguatan peternakan dan produksi susu nasional. Potensi tersebut mengemuka dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Grati, Kabupaten Pasuruan, Senin (28/9/2026). […]

  • Sidang Terpadu Perwalian Anak Permudah Warga Kota Batu

    Sidang Terpadu Perwalian Anak Permudah Warga Kota Batu

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Wali Kota Batu Nurochman bersama Kepala Kejaksaan Negeri Batu Arya Wicaksana menyaksikan pelaksanaan Sidang Terpadu Perwalian Anak yang digelar serentak se-Jawa Timur di Gedung Bina Bakti Praja, Kota Batu, Kamis (16/7/2026). Program ini mempermudah masyarakat memperoleh penetapan perwalian anak sekaligus mengurus administrasi kependudukan dalam satu layanan terpadu. Sidang terpadu tersebut merupakan inovasi […]

  • DPR Fasilitasi Sengketa Pekerja BUMN, Anggia: Hak Karyawan Tak Boleh Terabaikan

    DPR Fasilitasi Sengketa Pekerja BUMN, Anggia: Hak Karyawan Tak Boleh Terabaikan

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Komisi VI DPR RI memfasilitasi sejumlah persoalan hubungan industrial di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk aspirasi pekerja PT Pos Indonesia. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini mengatakan sejumlah aduan dari pekerja dan mitra BUMN telah diterima dan ditindaklanjuti melalui dialog yang mempertemukan pekerja, serikat pekerja, manajemen perusahaan, […]

  • Menkeu Purbaya: APBN Jawa Tengah Tetap Kuat, Topang Pertumbuhan Ekonomi 5,89 Persen

    Menkeu Purbaya: APBN Jawa Tengah Tetap Kuat, Topang Pertumbuhan Ekonomi 5,89 Persen

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Jawa Tengah hingga Semester I 2026 tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian. Kinerja fiskal tersebut dinilai mampu menopang pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,89 persen sekaligus mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah. Hal itu disampaikan […]

expand_less