Breaking News
Senin, 12 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Harga Cabai Kota Malang Merangkak Rp80 Ribu, Musim Kemarau Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Kota Malang Merangkak Rp80 Ribu, Musim Kemarau Jadi Biang Kerok

  • account_circle ADK
  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Harga cabai di Kota Malang mulai membuat konsumen merogoh kocek lebih dalam. Dalam sepekan terakhir, harga komoditas tersebut terpantau berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Drs. Slamet Husnan Hariyadi, menyebut kondisi musim kemarau menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga cabai.

“Sekarang harga cabai mulai merangkak naik, ini dikarenakan masih masuk di musim kemarau,” ujar Slamet saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, kondisi kemarau membuat petani yang menanam cabai di lahan non-persawahan masih menunggu datangnya musim hujan. Saat ini sebagian petani masih berada pada tahap persiapan lahan.

“Untuk tanaman cabai yang tidak ditanam di lahan sawah itu menunggu awal musim hujan baru melaksanakan penanaman. Saat ini masih persiapan lahan,” jelasnya.

Persiapan tersebut salah satunya dilakukan pada lahan sekitar 2 hektare di Kota Malang. Lahan itu telah dibuat guludan, tanah diolah dan diberi pupuk kandang. Bibit cabai juga disebut sudah tersedia sehingga penanaman bisa segera dilakukan ketika musim hujan tiba.

“Salah satu contoh di Kota Malang ini ada lahan seluas 2 hektare sudah disiapkan berupa guludan-guludan. Tanah sudah diolah, sudah dikasih pupuk kandang, tinggal menunggu awal musim hujan maka akan langsung dilakukan penanaman. Bahkan bibitnya pun juga sudah siap,” ungkap Slamet.

Sementara itu, cabai yang ditanam di lahan persawahan sudah mulai memasuki masa tanam. Namun, hasilnya belum dapat langsung mengisi pasokan pasar dalam waktu dekat.

Slamet memperkirakan tanaman tersebut membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 3,5 bulan sebelum mulai dipanen. Itupun, hasil panen pertama biasanya belum besar dan produksi baru meningkat setelah tanaman memasuki beberapa kali panen.

“Tanaman cabai yang ada di lahan persawahan itu sudah mulai tanam, kemungkinan 3 atau 3 setengah bulan lagi mulai bisa panen. Tapi panen pertama pun tidak banyak, mungkin panen ke-8 atau ke-10 baru meningkat hasil,” katanya.

Ia menegaskan, kondisi pertanian cabai di Kota Malang sangat dipengaruhi faktor cuaca. Terlebih, sebagian lahan cabai merupakan lahan tadah hujan yang membuat petani harus menyesuaikan waktu tanam dengan datangnya musim hujan.

“Itu memang faktor cuaca, musim, dan kebanyakan khususnya di Kota Malang lahan untuk tanaman cabai ini lahan tadah hujan, sehingga menunggu musim hujan,” tegasnya.

Di tengah kenaikan harga tersebut, pemerintah masih melakukan pemantauan. Slamet menyebut apabila harga cabai bergerak hingga melewati Rp100 ribu per kilogram, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan menyiapkan langkah intervensi.

Intervensi tersebut salah satunya melalui toko atau warung tekan inflasi yang pelaksanaannya berada di bawah Diskopindag.

“Biasanya nanti dari tim TPID kalau memang kenaikannya di atas Rp100.000 akan ada intervensi melalui toko, warung tekan inflasi yang akan dijalankan oleh Diskopindag,” tuturnya.

Dari sisi produksi, Dispangtan juga melakukan persiapan tanaman cabai di wilayah Mbaran, Buring, Kedungkandang.

Tak hanya cabai, sejumlah komoditas hortikultura lain juga menjadi perhatian pemerintah, terutama bawang merah dan bawang putih yang turut berpotensi mengalami perubahan harga.

Dengan kondisi musim yang masih menjadi tantangan, pemerintah kini mengandalkan persiapan lahan dan ketersediaan bibit untuk memperkuat produksi ketika musim hujan tiba. Sementara cabai yang sudah ditanam di lahan persawahan masih membutuhkan waktu beberapa bulan sebelum dapat dipanen.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Novita Dorong UMKM Trenggalek Naik Kelas, Tak Cukup Andalkan Modal

    Novita Dorong UMKM Trenggalek Naik Kelas, Tak Cukup Andalkan Modal

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    TRENGGALEK, Memodaily.id – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong pelaku UMKM di Kabupaten Trenggalek meningkatkan kualitas usaha melalui standardisasi, legalitas, akses pasar, dan pemanfaatan teknologi digital. Dorongan itu disampaikan Novita saat menghadirkan Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk memberikan pendampingan kepada ratusan pelaku UMKM Trenggalek mengenai penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), Minggu (16/8/2026). “Kami […]

  • Wali Kota Malang Lepas Parade Kendaraan Listrik, Dorong Kota Bebas Emisi

    Wali Kota Malang Lepas Parade Kendaraan Listrik, Dorong Kota Bebas Emisi

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kota Malang terus memperkuat komitmen dalam mendukung transisi menuju energi bersih. Salah satu langkah nyata ditunjukkan melalui Sosialisasi Kendaraan Non-Fosil Seri ke-4 yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ijen, Minggu (26/7), ditandai dengan pelepasan Parade Kendaraan Listrik oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Puluhan kendaraan listrik dari berbagai […]

  • Wali Kota Malang Nonaktifkan Kepala SMPN 18, Siswa Dapat Pendampingan Psikologis

    Wali Kota Malang Nonaktifkan Kepala SMPN 18, Siswa Dapat Pendampingan Psikologis

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Wali Kota Malang Dr. Wahyu Hidayat menonaktifkan MAH dari jabatan Kepala SMP Negeri 18 Malang setelah muncul persoalan yang dilaporkan orang tua siswa kepada aparat kepolisian. Pemkot Malang kini fokus memastikan proses belajar tetap berjalan dan kondisi psikologis siswa mendapat pendampingan. Keputusan penonaktifan MAH dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani Wahyu […]

  • Onyeko Malang, Kafe Nyaman dengan Kopi Berkualitas dan Harga Bersahabat

    Onyeko Malang, Kafe Nyaman dengan Kopi Berkualitas dan Harga Bersahabat

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Kafe Onyeko di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, menjadi salah satu destinasi favorit bagi penikmat kopi dan pencari suasana santai. Mengusung konsep minimalis dengan area indoor dan outdoor, kafe ini menawarkan kenyamanan untuk bersantai, berdiskusi, maupun berkumpul bersama keluarga dan teman. Tak hanya menghadirkan beragam varian kopi, Onyeko juga menyediakan pilihan […]

  • Prabowo Minta Mitigasi Bencana Tak Lagi Menunggu Kejadian

    Prabowo Minta Mitigasi Bencana Tak Lagi Menunggu Kejadian

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana agar penanganan tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi. Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam dari Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin (7/9/2026). Dalam rapat tersebut, Prabowo memantau kondisi sejumlah wilayah sekaligus mengevaluasi penanganan bencana, […]

  • Wakil Ketua DPRD Jatim Sidak SMAN 1 Bojonegoro, Klarifikasi Dugaan Pungli

    Wakil Ketua DPRD Jatim Sidak SMAN 1 Bojonegoro, Klarifikasi Dugaan Pungli

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle WNZ
    • 0Komentar

    BOJONEGORO, Memodaily.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMAN 1 Bojonegoro, Senin (8/6/2026), guna meminta klarifikasi langsung terkait isu dugaan pungutan liar (pungli) yang sempat mencuat di lingkungan sekolah tersebut. Kedatangan politisi Partai Demokrat itu disambut Kepala SMAN 1 Bojonegoro, Wiwik Widowati, bersama jajaran wakil kepala sekolah. Dalam […]

expand_less