Kementan Dorong Sapi Perah Grati, Genetik Lokal untuk Perkuat Produksi Susu Nasional
- account_circle ADK
- calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kunjungan Komisi IV DPR RI dan Kementan ke KUTT Suka Makmur, Grati, Kabupaten Pasuruan, membahas pengembangan Sapi Perah Grati dan penguatan produksi susu nasional. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PASURUAN, Memodaily.id – Pengembangan Sapi Perah Grati di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mendapat perhatian pemerintah sebagai salah satu sumber daya genetik lokal yang berpotensi mendukung penguatan peternakan dan produksi susu nasional.
Potensi tersebut mengemuka dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Grati, Kabupaten Pasuruan, Senin (28/9/2026).
Kunjungan dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) dan turut didampingi Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Suganda.
Titiek mengatakan Sapi Perah Grati memiliki potensi untuk dikembangkan sekaligus dijaga keberadaannya sebagai bagian dari kekayaan sumber daya genetik peternakan Indonesia.
“Sapi Grati dapat menjadi kebanggaan Indonesia. Bisa dikembangkan lagi dan dipertahankan, jangan sampai punah,” ujar Titiek.
Menurutnya, pengembangan sumber daya genetik lokal perlu dilakukan bersamaan dengan penguatan ekosistem persusuan, mulai dari produktivitas peternak, koperasi, ketersediaan pakan, kesehatan hewan hingga kepastian pasar.
“Kemandirian susu nasional bukan sekadar persoalan menambah sapi, tetapi membangun suatu ekosistem yang membuat peternak mampu menghasilkan susu secara produktif, efisien, dan berkelanjutan,” katanya.
Titiek berharap kunjungan kerja tersebut menghasilkan rekomendasi dan tindak lanjut konkret untuk menjaga sumber daya genetik lokal serta meningkatkan kontribusi produksi susu dalam negeri.
“Semoga kunjungan ini tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi menghasilkan rekomendasi dan tindak lanjut yang dapat memperkuat koperasi, meningkatkan kesejahteraan peternak, menjaga sumber daya genetik lokal, dan memperbesar kontribusi susu domestik terhadap kebutuhan nasional,” ujarnya.
Peternak Dorong Penguatan Genetik Sapi Grati
Ketua KUTT Suka Makmur Evi Zainal Abidin mengatakan kawasan Grati memiliki potensi genetik sapi perah yang menjadi bagian penting dari aktivitas peternakan masyarakat setempat.
“Di sini ada sumber genetika yang luar biasa, yaitu sapi perah dataran rendah,” ujar Evi.
Ia mengatakan pengalaman panjang peternak dalam memelihara sapi perah menjadi modal untuk mengembangkan potensi tersebut. Usaha peternakan sapi perah telah menjadi bagian dari kehidupan sekaligus sumber penghidupan keluarga peternak di kawasan Grati.
Menurut Evi, pengembangan sapi perah juga membutuhkan hubungan yang kuat antara koperasi dan industri.
“Industri dan koperasi tidak harus saling berhadapan. Industri dan koperasi sudah selayaknya menjadi mitra strategis yang saling membesarkan,” katanya.
KUTT Suka Makmur juga mendorong pengembangan produk susu bernilai tambah dengan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Namun, keberlanjutan usaha peternakan tetap membutuhkan dukungan ketersediaan pakan.
“Sumber pakan dan bahan baku pakan itu sangat penting dan menjadi kunci krusial berkembangnya peternakan sapi perah di Indonesia,” ujarnya.
Kementan Siapkan Penguatan Genetik dan Produktivitas
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan populasi dan produktivitas sapi perah melalui perbaikan genetik, penguatan kesehatan hewan serta penambahan sapi indukan.
Pemerintah juga melakukan pendampingan untuk memperkuat identitas dan karakteristik sapi perah yang berkembang di Grati, termasuk proses menuju penetapan galur.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan dasar yang lebih kuat bagi pelestarian sekaligus pengembangan Sapi Perah Grati.
Selain aspek genetik, pemerintah mendorong penguatan ketersediaan pakan, kesehatan hewan, pembiayaan serta kepastian penyerapan susu. Upaya tersebut diarahkan agar peningkatan populasi sapi perah dapat memberikan manfaat bagi peternak.
Pasuruan Perkuat Sentra Produksi Susu
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan Kabupaten Pasuruan memiliki potensi sebagai salah satu sentra produksi susu di Jawa Timur.
Menurutnya, pengembangan peternakan sapi perah perlu didukung ketersediaan lahan dan pakan agar produktivitas peternak dapat terus meningkat.
Pemerintah daerah juga melihat peluang pemanfaatan lahan untuk penanaman jagung silase dan hijauan pakan sebagai bagian dari penguatan usaha sapi perah di Kabupaten Pasuruan.
Pengembangan Sapi Perah Grati selanjutnya diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, peternak, perguruan tinggi dan industri.
Potensi sumber daya genetik lokal tersebut diharapkan tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi peternak dan mendukung peningkatan produksi susu dalam negeri.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar