Persema Bangkit Kembali! Rp300 Juta Disiapkan, Laskar Ken Arok Bidik Liga 3
- account_circle ADK
- calendar_month Senin, 19 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Dispora Kota Malang Dr Arif Tri Sastryawan menyampaikan persiapan kebangkitan Persema Malang menghadapi Liga 4 2026, dengan dukungan anggaran sarana latihan Rp300 juta dan Stadion Gajayana yang disiapkan sebagai kandang tim. (Foto: Memodaily.id/ADK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Persema Malang mulai menata langkah untuk mengembalikan kejayaannya. Tak sekadar mengikuti kompetisi Liga 4 2026, Laskar Ken Arok kini membidik target lebih tinggi, yakni menembus Liga 3. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pun menyiapkan anggaran Rp300 juta untuk menunjang kebutuhan sarana dan prasarana latihan tim kebanggaan masyarakat Kota Malang tersebut.
Keseriusan membangun kembali kekuatan Persema mulai terlihat dari persiapan seleksi pemain, pembenahan fasilitas, hingga rencana penggunaan Stadion Gajayana sebagai kandang tim. Hingga Senin (19/10/2026), sebanyak 150 pemain telah mendaftar untuk memperebutkan tempat dalam skuad Persema.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kota Malang, Dr Arif Tri Sastryawan, mengatakan anggaran Rp300 juta tersebut dialokasikan melalui APBD Perubahan 2026 untuk memenuhi kebutuhan dasar latihan, mulai dari bola, jersey, rompi, hingga perlengkapan pendukung lainnya.
“Persema saat ini masih di Liga 4. Artinya, masih diperbolehkan mendapatkan bantuan dari anggaran pemerintah kota. Tetapi perlu digarisbawahi, pemerintah membantu dalam rangka pemenuhan sarana dan prasarana latihan, seperti pembelian bola, jersey latihan, rompi, dan perlengkapan lainnya,” ujar Arif saat diwawancarai, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah difokuskan pada penyediaan fasilitas latihan. Anggaran tersebut bukan untuk membiayai seluruh operasional klub. Dispora kini mempersiapkan realisasi pengadaan agar kebutuhan tim segera terpenuhi.
“Anggarannya Rp300 juta. Segera kami realisasikan pembelanjaannya agar kebutuhan sarana dan prasarana latihan bisa tercukupi,” jelasnya.
Langkah awal membangun kekuatan tim dilakukan melalui seleksi pemain yang dijadwalkan berlangsung pada 23–26 Oktober 2026 di Stadion Gajayana.
Jumlah pendaftar yang mencapai 150 orang menunjukkan tingginya antusiasme calon pemain untuk menjadi bagian dari kebangkitan Persema. Peserta seleksi tidak hanya berasal dari Kota Malang, tetapi juga berpeluang datang dari wilayah Malang Raya hingga luar daerah.
Arif menegaskan, seleksi terbuka tanpa pembatasan jumlah peserta. Namun, komposisi akhir tim akan ditentukan berdasarkan kebutuhan dan penilaian pelatih bersama manajemen.
“Informasi terakhir yang saya terima, sudah ada 150 orang yang mendaftar. Untuk seleksi tidak ada batasan jumlah peserta. Nanti berapa pemain yang dibutuhkan akan ditentukan oleh manajer dan pelatih, Coach Farrudin,” terangnya.
Dari proses tersebut, Persema diproyeksikan membentuk skuad dengan komposisi sekitar 25–30 pemain. Dispora berharap kerangka tim sudah terbentuk pada November 2026 sehingga persiapan menghadapi kompetisi dapat berjalan lebih terarah.
Kebangkitan Persema juga ditopang kesiapan Stadion Gajayana yang direncanakan menjadi lokasi seleksi sekaligus kandang tim selama mengikuti Liga 4 2026.
Arif menyebut kondisi rumput lapangan telah ditinjau oleh ASCOT Persatuan Kota Malang dan dinilai layak digunakan. Fasilitas pendukung, termasuk ruang ganti pemain, juga dinilai memadai untuk menunjang pertandingan.
“Stadion Gajayana sudah sangat layak untuk mengarungi Liga 4. Rumputnya sudah ditinjau langsung oleh ASCOT Persatuan Kota Malang dan dinilai layak digunakan. Sarana prasarana lainnya, seperti ruang ganti pemain, juga sudah memadai,” ungkapnya.
Bagi Arif, Stadion Gajayana bukan sekadar venue pertandingan. Stadion tersebut memiliki nilai historis bagi perjalanan sepak bola Kota Malang, termasuk kiprah Persema dan Arema. Kembalinya Persema ke stadion itu diharapkan mampu menghidupkan kembali atmosfer pertandingan sekaligus membangkitkan semangat pemain dan suporter.
“Arema, Persema, dan Stadion Gajayana ini tidak bisa dipisahkan. Stadion ini mempunyai sejarah bagi perjalanan sepak bola Kota Malang. Kami berharap ketika Persema kembali bermain di Gajayana, atmosfer pertandingan semakin menarik dan semangat para pemain juga meningkat,” katanya.
Tak hanya menyiapkan stadion dan perlengkapan latihan, Pemkot Malang juga mempersiapkan tempat bagi pemain dan jajaran tim. Bekas kantor Kelurahan Blimbing di Jalan L.A. Sucipto direncanakan menjadi basecamp Persema.
Saat ini, bangunan tersebut masih dalam proses perbaikan dan ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026. Fasilitas itu diharapkan menjadi pusat aktivitas tim selama menjalani persiapan kompetisi.
“Sekarang masih dalam proses perbaikan. Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah selesai, sehingga kerangka tim, pelatih, manajer, dan para pemain sudah mendapatkan tempat untuk menjadi home base mereka,” tutur Arif.
Dengan dukungan anggaran, kesiapan stadion, serta proses seleksi pemain, Persema mulai membangun fondasi untuk kembali bersaing. Namun, target promosi ke Liga 3 tetap membutuhkan pembuktian melalui kualitas skuad, strategi pelatih, konsistensi permainan, dan hasil pertandingan.
Dispora berharap kebangkitan Persema tidak hanya mengembalikan prestasi klub, tetapi juga menghidupkan kembali dukungan Ngalamania yang menjadi bagian dari sejarah sepak bola Kota Malang.
“Harapan kami, prestasi Persema bisa digali kembali dan kejayaannya dapat dikembalikan. Atmosfer sepak bola di Kota Malang, khususnya Ngalamania, juga bisa bangkit lagi sehingga Arema dan Persema dapat berjalan beriringan untuk mengharumkan nama Kota Malang khususnya dan Malang Raya pada umumnya,” pungkas Arif Tri Sastryawan.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar