Breaking News
Senin, 12 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kota Malang Raih Juara I PPA Award Jatim 2026, Inovasi Perlindungan Anak Jadi Sorotan

Kota Malang Raih Juara I PPA Award Jatim 2026, Inovasi Perlindungan Anak Jadi Sorotan

  • account_circle ADK
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Pemerintah Kota Malang meraih Juara I Penilaian Kinerja Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak (PPA Award) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi, kepada Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Senin (29/6/2026).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya Pemerintah Kota Malang dalam memperkuat perlindungan anak melalui berbagai program pencegahan perkawinan usia dini yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, hingga masyarakat.

Dalam proses penilaian, tim evaluator menilai berbagai aspek mulai dari kebijakan, efektivitas pelaksanaan program, sinergi lintas sektor, keterlibatan masyarakat, hingga inovasi daerah dalam menjamin pemenuhan hak anak.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak yang selama ini berkomitmen menjaga dan melindungi hak-hak anak di Kota Malang.

“Alhamdulillah Kota Malang mendapatkan prestasi yang luar biasa sebagai Juara I Pencegahan Perkawinan Anak tingkat Provinsi Jawa Timur. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi perangkat daerah, dunia pendidikan, masyarakat, komunitas, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan anak-anak,” ujar Wahyu.

Ia menegaskan, pencegahan perkawinan anak tidak dapat dilakukan pemerintah semata. Peran keluarga, lingkungan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah di tingkat akar rumput dinilai sangat penting untuk memastikan anak-anak memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.

Menurut Wahyu, perkawinan anak berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari terhambatnya pendidikan, meningkatnya risiko kesehatan ibu dan anak, hingga persoalan sosial yang dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

“Pencegahan perkawinan anak adalah tanggung jawab bersama. Seluruh komponen masyarakat harus bergerak bersama agar anak-anak dapat belajar, mengembangkan potensi, dan meraih cita-cita tanpa kehilangan masa depan akibat perkawinan usia dini,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kota Malang terus memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta komunitas pemerhati anak.

Dalam penilaian PPA Award 2026, dua inovasi Kota Malang menjadi perhatian tim penilai. Pertama, Musrenbang Tematik Anak, yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

Kedua, Program RT Berkelas, yang berfokus pada edukasi masyarakat hingga tingkat lingkungan terkecil. Program ini mencakup pendampingan terkait pola asuh anak, penguatan ketahanan keluarga, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan kekerasan terhadap anak, serta bahaya perkawinan usia dini.

Wahyu menegaskan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat program perlindungan anak di Kota Malang.

“Kami berkomitmen menjadikan pencegahan perkawinan anak sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Penghargaan ini menjadi penyemangat agar seluruh program terus berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri PPPA RI Arifah Fauzi menyatakan bahwa perkawinan anak merupakan persoalan multidimensi yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan perlindungan hak anak sehingga membutuhkan penanganan secara terintegrasi.

“Perkawinan anak adalah permasalahan yang kompleks dan multidimensi. Penanganannya membutuhkan penguatan sistem perlindungan anak yang terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor agar setiap anak memperoleh haknya secara utuh,” kata Arifah.

Penghargaan yang diraih Kota Malang tersebut menjadi indikator keberhasilan daerah dalam membangun lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak melalui penguatan sistem perlindungan yang berkelanjutan.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hydro Coco Gaungkan Semangat Kebersamaan Lewat Kampanye “Don’t Stop The Celebration”

    Hydro Coco Gaungkan Semangat Kebersamaan Lewat Kampanye “Don’t Stop The Celebration”

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Hydro Coco menghadirkan kampanye bertajuk “Don’t Stop The Celebration” sebagai upaya mengajak masyarakat terus merayakan momen kebersamaan dengan energi positif, terinspirasi dari antusiasme pecinta sepak bola yang selalu menjadikan pertandingan sebagai ajang berkumpul dan berbagi cerita. Bagi banyak orang, sepak bola bukan sekadar pertandingan di lapangan. Momen menonton bersama keluarga, sahabat, maupun […]

  • Karhutla TNBTS Terkendali, Water Bombing Berhasil Padamkan Titik Api

    Karhutla TNBTS Terkendali, Water Bombing Berhasil Padamkan Titik Api

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akhirnya berhasil dikendalikan setelah empat hari penanganan intensif melalui operasi darat dan water bombing. Hingga Jumat (7/8/2026) sore, tidak lagi ditemukan kobaran api di kawasan Blok Bantengan hingga lereng Cemoro Anget, wilayah Pos Jemplang. Meski kondisi telah terkendali, tim […]

  • Polemik Mentan Amran dan Komnas Perempuan Berakhir, Kini Fokus Kolaborasi

    Polemik Mentan Amran dan Komnas Perempuan Berakhir, Kini Fokus Kolaborasi

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Polemik terkait pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengenai persoalan di Surabaya dinyatakan selesai setelah Komnas Perempuan melakukan klarifikasi langsung di Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (13/8/2026). Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor mengatakan, pertemuan tersebut digelar setelah pihaknya memperoleh informasi dari pemberitaan media mengenai pernyataan Mentan Amran. “Kedatangan kami, Komnas Perempuan […]

  • Sidak DPRD Ungkap Dugaan Kerusakan Stadion Kanjuruhan, Aset Belum Diserahterimakan

    Sidak DPRD Ungkap Dugaan Kerusakan Stadion Kanjuruhan, Aset Belum Diserahterimakan

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Hasil inspeksi mendadak (sidak) Anggota DPRD Kabupaten Malang Fraksi PDI Perjuangan, Zulham Ahmad Mubarok, mengungkap dugaan sejumlah kerusakan pada Stadion Kanjuruhan yang baru selesai direnovasi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp335 miliar. Selain temuan dugaan kerusakan, proses serah terima fisik stadion kepada Pemerintah Kabupaten Malang hingga akhir Juli 2026 […]

  • Said Abdullah Minta Gibran Tunjukkan Ijazah, Soroti Etika Pemerintahan

    Said Abdullah Minta Gibran Tunjukkan Ijazah, Soroti Etika Pemerintahan

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle AAM
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan ijazahnya secara terbuka untuk menjawab pertanyaan publik. Menurut Said, langkah tersebut dapat meredam polemik yang kembali mencuat dan mencegah munculnya spekulasi baru. Said menegaskan, persoalan ijazah Gibran tidak seharusnya berkembang menjadi kegaduhan politik berkepanjangan. Ia juga membantah […]

  • Dinsos Malang Bongkar Data Perlinsos: Baru 15,4 Persen, 50 Ribu KK Dikejar

    Dinsos Malang Bongkar Data Perlinsos: Baru 15,4 Persen, 50 Ribu KK Dikejar

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id — Pendataan perlindungan sosial (perlinsos) di Kota Malang masih dikebut. Hingga Senin (31/8), capaian baru mencapai 15,4 persen, sementara Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang menargetkan angka tersebut naik menjadi 17 persen. Target 17 persen itu diperkirakan setara dengan 45 ribu hingga 50 ribu […]

expand_less