Pramuka Kota Malang Bedah Empat Rumah Warga, Tanamkan Semangat Gotong Royong
- account_circle ADK
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Kwarcab Pramuka Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, menjelaskan program bedah rumah untuk warga kurang mampu sebagai upaya menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong. (Foto: Memodaily.id/ADK)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Malang melanjutkan program Bedah Rumah bagi warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus pendidikan karakter bagi anggota Pramuka melalui semangat gotong royong.
Pada termin pertama tahun 2026, Kwarcab menargetkan renovasi empat rumah warga. Hingga akhir Juni, dua rumah telah selesai direnovasi di kawasan Tlogowaru dan Tasikmadu, sementara dua rumah lainnya masih dalam proses pengerjaan di wilayah Sukun dan lokasi lainnya.
Ketua Kwarcab Pramuka Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, mengatakan seluruh penerima bantuan dipilih melalui proses seleksi dan verifikasi agar program tepat sasaran.
Menurutnya, calon penerima wajib terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan kategori di bawah desil lima. Setelah itu, tim melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi rumah dan tingkat kemampuan ekonomi keluarga.
“Tolok ukur utama kami adalah kondisi sosial ekonomi warga. Setelah diverifikasi dan dipastikan memang membutuhkan, baru dilakukan renovasi atau bedah rumah,” ujar Ginanjar, Jumat (26/6/2026).
Ia menegaskan program tersebut tidak hanya berorientasi pada jumlah rumah yang direnovasi, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi anggota Pramuka untuk membangun kepedulian terhadap sesama.
“Target kami satu gugus depan satu rumah. Nilai utamanya bukan angka, tetapi bagaimana anggota Pramuka belajar peduli terhadap lingkungan dan sesama sejak dini,” katanya.
Ginanjar menjelaskan bentuk bantuan disesuaikan dengan kondisi rumah penerima. Perbaikan dapat meliputi atap, dinding, lantai, kamar mandi hingga fasilitas dasar lainnya tanpa harus membangun ulang seluruh bangunan.
Anggaran renovasi setiap rumah berkisar Rp30 juta hingga Rp35 juta yang digunakan untuk pembelian material dan biaya tenaga kerja.
Pendanaan program berasal dari kolaborasi Kwarcab, Kwartir Ranting, Gugus Depan, dukungan masyarakat, serta sektor swasta.
“Kami ingin membangun budaya kesetiakawanan sosial. Pramuka menjadi penggerak agar semakin banyak pihak ikut membantu warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan program bedah rumah tidak dikhususkan bagi keluarga besar Pramuka.
“Kebetulan penerima di lokasi ini merupakan aktivis Pramuka. Namun penerima di Tasikmadu, Sukun maupun wilayah lain adalah masyarakat umum. Tidak ada syarat harus menjadi anggota Pramuka,” tegasnya.
Selain renovasi rumah, Kwarcab juga berupaya membantu pemenuhan kebutuhan dasar penerima manfaat. Jika rumah belum memiliki sambungan listrik maupun air bersih, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti PLN, Perumda Tugu Tirta, maupun HIPPAM.
“Kalau rumah belum memiliki sambungan listrik atau air bersih, kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait. Itu merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, meski berada di luar anggaran renovasi rumah,” katanya.
Salah satu penerima manfaat, Ade Dharma Sisworo, mengaku bersyukur rumah yang ditempatinya bersama sang istri, Hanim Ainun Jariah, akhirnya dapat direnovasi. Pengerjaan dilakukan pada 9–20 Juni 2026 dengan perbaikan ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi.
Sebelum direnovasi, sebagian besar bangunan hanya menggunakan penutup dari banner bekas dan anyaman bambu sehingga tidak layak dihuni.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kwartir Daerah Jawa Timur dan Kwartir Cabang Kota Malang. Bantuan ini menjadi harapan besar bagi keluarga kami untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak,” ujar Ade.
Hanim menjelaskan rumah tersebut merupakan bagian dari rumah orang tuanya yang dibagi untuk tiga bersaudara. Meski kini kondisinya jauh lebih layak, keluarga mereka masih membutuhkan sambungan listrik dan jaringan air bersih.
Ade juga mengungkapkan kondisi ekonomi keluarganya semakin berat setelah berhenti bekerja pada Oktober 2025 usai hampir 20 tahun menjadi tenaga pengamanan di sebuah perusahaan. Saat ini, ia bersama istrinya aktif membantu kegiatan kepramukaan sembari mencari pekerjaan baru.
Melalui program Bedah Rumah, Kwarcab Pramuka Kota Malang berharap semakin banyak pihak terlibat dalam gerakan sosial untuk membantu masyarakat kurang mampu memperoleh hunian yang layak.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar