Wahyu Hidayat Promosikan Visi Malang Mbois Berkelas di Jakarta Future Festival 2026
- account_circle ADK
- calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memaparkan strategi pembangunan inklusif dan ekonomi kreatif Kota Malang dalam Jakarta Future Festival 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. (Foto: Dok. Pemkot Malang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Memodaily.id – Kota Malang kembali mendapat panggung nasional. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat tampil sebagai narasumber dalam Jakarta Future Festival (JFF) 2026 yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026) malam.
Dalam forum yang mempertemukan pemimpin daerah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, hingga generasi muda tersebut, Wahyu memaparkan strategi pembangunan Kota Malang yang mengedepankan kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan sebagai fondasi menghadapi tantangan masa depan.
Di hadapan peserta dari berbagai daerah, Wahyu memperkenalkan visi pembangunan “Menuju Malang Mbois dan Berkelas”. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan kesejahteraan yang merata serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Pembangunan kota harus dilakukan secara inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci utama dalam mewujudkan masa depan Kota Malang yang lebih baik,” ujar Wahyu.
Ia menjelaskan, Kota Malang memiliki sejumlah keunggulan strategis. Selain dikenal sebagai kota pendidikan dengan banyak perguruan tinggi, Malang juga berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif yang ditopang pelaku UMKM, komunitas seni budaya, startup digital, serta generasi muda yang inovatif.
Potensi tersebut, lanjutnya, menjadi modal penting dalam meningkatkan daya saing daerah di tengah perkembangan teknologi dan perubahan global yang berlangsung cepat. Untuk itu, Pemerintah Kota Malang terus memperkuat sinergi melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, dan masyarakat.
Wahyu menegaskan sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu penggerak utama pembangunan daerah. Berbagai program pemberdayaan UMKM, pengembangan industri kreatif, penguatan ekosistem digital, hingga pembinaan talenta muda terus didorong guna menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain itu, Pemkot Malang juga fokus pada penataan kawasan perkotaan melalui revitalisasi ruang publik, pengembangan kawasan tematik, peningkatan kualitas infrastruktur, digitalisasi layanan publik, hingga penguatan sistem transportasi perkotaan.
“Malang harus tumbuh sebagai kota yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat ini sekaligus siap menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, pembangunan harus dilakukan secara terencana, adaptif, dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga menyoroti capaian Kota Malang yang telah mendapat pengakuan sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO kategori Media Arts. Predikat tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat Malang mampu bersaing dan mendapat apresiasi di tingkat internasional.
Menurutnya, status tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab untuk terus memperkuat ekosistem kreatif yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa kreativitas tidak hanya menjadi identitas Kota Malang, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Partisipasi Kota Malang dalam Jakarta Future Festival 2026 sekaligus menjadi momentum memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai daerah dan pemangku kepentingan. Melalui forum tersebut, Pemkot Malang juga berkesempatan bertukar gagasan mengenai praktik terbaik pembangunan kota yang modern, tangguh, dan berkelanjutan.
Dengan berbagai inovasi yang terus dikembangkan, Pemerintah Kota Malang optimistis dapat mewujudkan visi Malang Mbois dan Berkelas sebagai kota yang unggul dalam kreativitas, kuat secara ekonomi, maju dalam pelayanan publik, serta nyaman untuk dihuni, belajar, bekerja, dan berinvestasi.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar