Breaking News
Senin, 12 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Dugaan Penjualan Seragam Sekolah Kembali Mencuat, LIRA Malang Desak Dinas Pendidikan Bertindak Tegas

Dugaan Penjualan Seragam Sekolah Kembali Mencuat, LIRA Malang Desak Dinas Pendidikan Bertindak Tegas

  • account_circle ADK
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MALANG, Memodaily.id – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, dugaan praktik penjualan seragam sekolah yang dinilai membebani orang tua siswa kembali menjadi sorotan. Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Malang, Wiwied Tuhu Prasetyanto, S.H., M.H., mendesak Dinas Pendidikan di seluruh wilayah Malang Raya mengambil langkah tegas untuk menghentikan praktik yang diduga bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Desakan tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan para pemangku kebijakan pendidikan di Malang Raya pada Senin (29/6).

Menurut Wiwied, praktik penjualan seragam oleh sekolah tidak lagi sekadar menjadi persoalan administratif, melainkan telah mengarah pada dugaan pelanggaran hukum yang terus berulang tanpa pengawasan dan penindakan yang efektif.

“Setiap tahun ajaran baru masyarakat selalu mengeluhkan hal yang sama. Bahkan di sejumlah sekolah, pembelian seragam masih diduga dijadikan syarat daftar ulang dengan harga yang jauh di atas harga pasaran. Jika benar demikian, praktik seperti ini tidak bisa lagi dianggap sebagai tradisi tahunan,” ujar Wiwied.

Ia menyebut larangan penjualan seragam oleh sekolah telah diatur dalam sejumlah regulasi, di antaranya PP Nomor 17 Tahun 2010, Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022, Permendikbud Nomor 75 Tahun 2020, serta Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 3/PUU-XXII/2024 yang menegaskan hak masyarakat memperoleh pendidikan dasar tanpa pungutan.

Menurutnya, regulasi tersebut seharusnya menjadi landasan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan, bukan hanya menerbitkan surat edaran setiap awal tahun ajaran.

Wiwied juga menyoroti dugaan berbagai modus yang masih ditemukan di lapangan, seperti penjualan melalui koperasi sekolah, penunjukan vendor tertentu, hingga penggunaan surat pernyataan pembelian yang dikemas seolah-olah dilakukan secara sukarela.

“Kalau orang tua tidak memiliki pilihan lain selain membeli di sekolah, maka unsur sukarela patut dipertanyakan. Substansi hukumnya tetap harus diuji, bukan hanya administrasinya,” katanya.

LIRA Malang mengaku menerima informasi mengenai adanya paket seragam yang dijual dengan harga sekitar Rp1,2 juta, sementara harga perlengkapan serupa di pasaran disebut jauh lebih rendah. Atas informasi tersebut, Wiwied meminta aparat terkait menelusuri kemungkinan adanya penyalahgunaan kewenangan maupun dugaan pungutan liar apabila ditemukan pelanggaran.

Melalui surat terbuka tersebut, LIRA Malang juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Dinas Pendidikan di seluruh Malang Raya, antara lain melakukan inspeksi mendadak ke sekolah-sekolah, membuka posko pengaduan yang mudah diakses masyarakat, serta menjatuhkan sanksi kepada sekolah yang terbukti melanggar ketentuan.

Selain itu, LIRA meminta adanya transparansi dalam mekanisme penanganan laporan masyarakat agar publik dapat mengetahui tindak lanjut yang dilakukan pemerintah terhadap setiap pengaduan.

Wiwied menegaskan, apabila praktik penjualan seragam yang bersifat memaksa maupun dengan harga yang tidak wajar masih ditemukan pada tahun ajaran baru ini, LIRA Malang membuka kemungkinan menempuh langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk apabila ditemukan kelalaian dalam fungsi pengawasan.

“Kami tidak ingin persoalan ini terus berulang setiap tahun. Pendidikan harus bebas dari praktik yang memberatkan masyarakat. Yang dibutuhkan sekarang bukan lagi janji evaluasi, tetapi tindakan nyata serta penegakan aturan tanpa pandang bulu,” pungkasnya.

  • Penulis: ADK
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo dan PM Modi Tegaskan Komitmen Jaga Perdamaian Dunia dan Stabilitas Indo-Pasifik

    Prabowo dan PM Modi Tegaskan Komitmen Jaga Perdamaian Dunia dan Stabilitas Indo-Pasifik

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dan India untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga perdamaian dunia, stabilitas kawasan, serta mendorong tatanan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, transparan, dan berlandaskan hukum internasional. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers bersama Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa […]

  • ‎DPRD Kota Malang Soroti 34 Ribu RTLH, Aturan Bantuan Rumah Kini Dipermudah

    ‎DPRD Kota Malang Soroti 34 Ribu RTLH, Aturan Bantuan Rumah Kini Dipermudah

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id– ‎Persoalan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Malang mendapat perhatian serius DPRD Kota Malang setelah pemerintah pusat memberikan kelonggaran dalam persyaratan penerima bantuan perbaikan rumah. Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk mempercepat penanganan puluhan ribu rumah yang masih membutuhkan perbaikan. ‎ ‎Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengatakan perubahan mekanisme […]

  • Kejaksaan Tolak Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya, Ini Alasannya

    Kejaksaan Tolak Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya, Ini Alasannya

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Kejaksaan Agung menolak permohonan status Justice Collaborator (JC) yang diajukan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya (SS), tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2025-2026. Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, menyampaikan bahwa Tim Penyidik […]

  • Pasar Kota Rembang Dibongkar Total, Pedagang Diminta Kosongkan Lapak

    Pasar Kota Rembang Dibongkar Total, Pedagang Diminta Kosongkan Lapak

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle FRS
    • 0Komentar

    REMBANG, Memodaily.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menyiapkan revitalisasi total Pasar Kota Rembang. Seluruh pedagang diminta mengosongkan lapak paling lambat 30 November 2026 sebelum pasar dibongkar hingga ke pondasi. Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Sekda Kabupaten Rembang Nomor 511.2/524/2026. Selama proses revitalisasi, pedagang akan direlokasi sementara ke Pasar Barat atau Pasar Kambing di […]

  • Selly Adriani: Anggaran 2027 Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Serapan

    Selly Adriani: Anggaran 2027 Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Serapan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Pembahasan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan pagu indikatif tahun 2027 kembali memunculkan sorotan terhadap efektivitas penggunaan anggaran negara. Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Adriani Gantina, mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan tingginya serapan anggaran sebagai satu-satunya indikator keberhasilan pembangunan. Menurut Selly, anggaran negara harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama […]

  • DPR Desak Audit Nasional Gaji PPPK, Tolak Pegawai Dirumahkan

    DPR Desak Audit Nasional Gaji PPPK, Tolak Pegawai Dirumahkan

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin meminta pemerintah segera melakukan audit nasional terhadap pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Langkah itu dinilai penting untuk mencegah meluasnya krisis pembayaran gaji dan rencana merumahkan PPPK di sejumlah daerah. Khozin menegaskan pemerintah daerah tidak memiliki alasan menjadikan PPPK sebagai korban efisiensi anggaran. Menurutnya, […]

expand_less