Breaking News
Selasa, 13 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Selly Adriani: Anggaran 2027 Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Serapan

Selly Adriani: Anggaran 2027 Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Serapan

  • account_circle RFR
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Memodaily.id – Pembahasan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan pagu indikatif tahun 2027 kembali memunculkan sorotan terhadap efektivitas penggunaan anggaran negara. Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Adriani Gantina, mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan tingginya serapan anggaran sebagai satu-satunya indikator keberhasilan pembangunan.

Menurut Selly, anggaran negara harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi persoalan kemiskinan, stunting, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga kerentanan terhadap bencana.

“Anggaran 2027 harus berorientasi pada outcome, bukan sekadar output dan tingkat serapan,” kata Selly kepada wartawan melalui wawancara WhatsApp, Rabu (10/6/2026).

Ia menilai masih banyak program yang perlu diperkuat, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat miskin, perlindungan kelompok rentan, serta penguatan ketahanan sosial di tingkat desa.

Menurutnya, target besar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 tidak akan tercapai apabila belanja negara masih didominasi pengeluaran rutin dan belum menyentuh akar persoalan masyarakat.

Selly menegaskan pemerintah perlu lebih fokus menangani kemiskinan ekstrem, stunting, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta memperkuat kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dijalankan pemerintah, ia meminta penghematan tidak menyasar program-program yang langsung dirasakan masyarakat. Efisiensi, kata dia, seharusnya difokuskan pada belanja administrasi dan biaya pendukung yang tidak berdampak langsung terhadap pelayanan publik.

“Prinsipnya bukan spending less, tetapi spending better,” tegasnya.

Selain itu, Selly memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan program bantuan sosial (bansos). Menurutnya, tantangan utama bansos saat ini bukan hanya soal besaran anggaran, melainkan akurasi data penerima manfaat dan efektivitas program dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia menilai bansos harus menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu membantu masyarakat keluar dari lingkaran kemiskinan secara berkelanjutan.

“Prioritas ke depan adalah penyempurnaan data, peningkatan ketepatan sasaran, dan penguatan program pemberdayaan agar keluarga penerima manfaat dapat naik kelas,” ujarnya.

Selly juga menyoroti masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di berbagai daerah. Menurutnya, meski pemerintah telah menerbitkan berbagai regulasi dan program perlindungan, kapasitas layanan di lapangan masih perlu diperkuat.

Ia mendorong peningkatan dukungan anggaran untuk rumah aman, layanan pendampingan korban, rehabilitasi, serta penguatan sumber daya manusia yang menangani perlindungan perempuan dan anak.

“Masih ada gap yang harus mendapat perhatian serius. Anggaran harus benar-benar diarahkan untuk memperkuat layanan perlindungan bagi kelompok rentan,” tuturnya.

Tak hanya itu, Selly juga mengingatkan pentingnya penguatan ketahanan bencana di tengah meningkatnya risiko akibat perubahan iklim. Pemerintah dinilai perlu memperkuat kapasitas masyarakat sejak tingkat desa agar lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Bagi Komisi VIII DPR RI, lanjut Selly, keberhasilan penggunaan anggaran negara tidak dapat diukur dari besarnya dana yang dibelanjakan kementerian dan lembaga. Yang lebih penting adalah sejauh mana anggaran tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Keberhasilan anggaran tidak diukur dari berapa triliun yang dibelanjakan, tetapi dari berapa banyak masyarakat yang benar-benar merasakan perubahan dalam kualitas hidupnya,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah keterbatasan fiskal dan tuntutan efisiensi, tantangan utama pemerintah bukan sekadar menghabiskan anggaran, melainkan memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan mampu menghasilkan manfaat nyata bagi rakyat.

  • Penulis: RFR
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejaksaan Agung Minta Publik Tak Berspekulasi soal Penggeledahan yang Dilakukan Polri

    Kejaksaan Agung Minta Publik Tak Berspekulasi soal Penggeledahan yang Dilakukan Polri

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Kejaksaan Agung mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait proses penggeledahan yang saat ini dilakukan oleh penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Imbauan tersebut disampaikan guna mencegah berkembangnya spekulasi di tengah maraknya informasi yang beredar di media massa maupun media sosial. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menegaskan […]

  • Marwan Dasopang Soroti Kebijakan Pesantren: Aturan Ada, Persoalan Belum Tuntas

    Marwan Dasopang Soroti Kebijakan Pesantren: Aturan Ada, Persoalan Belum Tuntas

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    MAGELANG, Memodaily.id – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menyoroti pelaksanaan kebijakan pemerintah terkait pesantren yang dinilai masih perlu disesuaikan dengan persoalan nyata di lapangan. Hal itu disampaikan Marwan saat memimpin pertemuan dengan pengelola Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2026). Pertemuan tersebut merupakan bagian dari penyerapan aspirasi Komisi […]

  • DPRD Kota Malang Uji BBM dari Sampah di TPA Supit Urang

    DPRD Kota Malang Uji BBM dari Sampah di TPA Supit Urang

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Komisi C DPRD Kota Malang meninjau langsung dua mesin pengolah sampah di TPA Supit Urang, Rabu (15/7/2026), untuk memastikan alat yang dibeli melalui APBD 2025 berfungsi optimal, termasuk teknologi pirolisis yang mampu mengubah sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM). Kunjungan kerja yang dirangkai dengan hearing tersebut dilakukan bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup […]

  • Ayam Bebas Sangkar Mulai Didorong, Kementan Pilih Transisi Bertahap

    Ayam Bebas Sangkar Mulai Didorong, Kementan Pilih Transisi Bertahap

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong transformasi peternakan unggas nasional melalui penerapan sistem pemeliharaan ayam petelur bebas sangkar (cage-free). Namun, penerapannya diarahkan berlangsung secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan peternak dan kondisi usaha. Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, I Ketut Wirata, mengatakan kesejahteraan hewan menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem peternakan yang berkelanjutan. Menurutnya, prinsip […]

  • Bos Vendor Motor Listrik MBG Jadi Tersangka Korupsi, Diduga Mark Up dan Manipulasi Pengadaan

    Bos Vendor Motor Listrik MBG Jadi Tersangka Korupsi, Diduga Mark Up dan Manipulasi Pengadaan

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Kejaksaan Agung menetapkan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM), sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Tahun Anggaran 2025–2026. Penetapan tersangka dilakukan oleh Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) setelah menemukan sedikitnya dua […]

  • Hari Bhayangkara ke-80, Kapolresta Malang Kota Ziarah ke Makam Korban Tragedi Kanjuruhan

    Hari Bhayangkara ke-80, Kapolresta Malang Kota Ziarah ke Makam Korban Tragedi Kanjuruhan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polresta Malang Kota berlangsung dengan suasana yang berbeda. Usai memimpin upacara peringatan, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana bersama jajaran melakukan ziarah ke makam para korban Tragedi Kanjuruhan sebagai bentuk penghormatan sekaligus refleksi atas nilai-nilai kemanusiaan, Rabu (1/7/2026). Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Hari Bhayangkara […]

expand_less