Breaking News
Senin, 12 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » DPR Apresiasi Haji 2026, Atalia Minta Evaluasi Berujung Perbaikan Nyata

DPR Apresiasi Haji 2026, Atalia Minta Evaluasi Berujung Perbaikan Nyata

  • account_circle RFR
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Memodaily.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, menilai penyelenggaraan ibadah haji 2026 mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, ia menegaskan evaluasi tidak boleh berhenti sebagai laporan tahunan, tetapi harus diwujudkan dalam langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan jemaah pada musim haji berikutnya.

“Secara kuantitas maupun kualitas kita melihat adanya perbaikan. Karena itu penyelenggaraan haji tahun 2026 patut diapresiasi. Banyak pembenahan yang sudah dirasakan langsung oleh para jemaah. Tetapi evaluasi tidak boleh berhenti sebagai catatan tahunan, melainkan harus benar-benar menjadi perbaikan nyata pada penyelenggaraan haji berikutnya,” ujar Atalia dalam wawancara melalui WhatsApp, Rabu (1/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah proses evaluasi nasional penyelenggaraan haji 2026 yang masih mencatat sejumlah persoalan, di antaranya tingginya angka kematian jemaah, layanan di Mina, serta dugaan praktik pungutan liar.

Atalia mengatakan tidak ada jaminan formal seluruh rekomendasi DPR akan langsung dijalankan pemerintah. Namun, menurutnya, Komisi VIII DPR RI memiliki fungsi pengawasan, legislasi, dan anggaran untuk memastikan hasil evaluasi ditindaklanjuti.

“Kami tidak berhenti pada penyampaian rekomendasi. Komisi VIII akan terus mengawal melalui rapat kerja, rapat dengar pendapat, evaluasi berkala, hingga pembahasan anggaran sesuai amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025,” katanya.

Ia menyebut terdapat tiga aspek yang harus menjadi prioritas perbaikan. Pertama, penguatan penerapan syarat istithaah dari sisi kesehatan. Menurut Atalia, meskipun jumlah jemaah wafat tahun ini menurun, angka kematian jemaah Indonesia masih relatif tinggi dibandingkan sejumlah negara lain.

Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi tingginya jumlah jemaah berisiko tinggi serta rendahnya literasi kesehatan. Karena itu, edukasi, skrining kesehatan, dan kepatuhan terhadap prinsip istithaah harus diperkuat, bukan sekadar dipenuhi sebagai persyaratan administrasi.

Prioritas kedua adalah peningkatan layanan selama puncak ibadah di Armuzna, terutama di Mina. DPR masih menerima laporan mengenai kepadatan tenda, pendingin ruangan yang tidak berfungsi optimal, hingga jemaah yang tidak memperoleh tempat tidur.

“Secara umum penyelenggaraan Haji 2026 sudah jauh lebih baik. Tetapi persoalan di Mina tetap menjadi catatan penting yang harus dibahas bersama otoritas Arab Saudi,” ujar Atalia.

Sementara itu, aspek ketiga berkaitan dengan praktik badal haji ilegal dan dugaan pungutan liar oleh oknum penyelenggara. Menurutnya, praktik tersebut harus ditindak tegas karena merugikan jemaah dan mencederai kualitas pelayanan ibadah haji.

“Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan ibadah haji untuk kepentingan pribadi dan merugikan jemaah. Praktik seperti ini harus ditindak tegas,” tegasnya.

Atalia menambahkan arah pembenahan yang disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Gus Irfan Yusuf, seperti penguatan istithaah kesehatan, pembenahan pengelolaan Mina, serta ketepatan jadwal penerbangan, perlu diwujudkan dalam kebijakan yang terukur.

“Harapan kami, evaluasi tidak lagi menjadi agenda rutin yang mengulang persoalan yang sama setiap tahun. Evaluasi harus menjadi instrumen perbaikan yang terukur agar kualitas pelayanan haji Indonesia terus meningkat,” pungkasnya.

  • Penulis: RFR
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa UB RR Masih Jalani Perawatan Intensif, Polisi Fokus Pemulihan

    Mahasiswa UB RR Masih Jalani Perawatan Intensif, Polisi Fokus Pemulihan

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Kondisi RR (19), mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang mengalami insiden terjatuh dari lantai enam Gedung Sentral Fakultas Pertanian UB, dilaporkan stabil setelah menjalani operasi. Hingga Jumat (11/9/2026), RR masih mendapat perawatan intensif di ICU Kapuas RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Kedua kakinya telah dipasang gips, sementara terdapat sejumlah jahitan pada bagian […]

  • APBD Perubahan 2026 Naik, DPRD Kota Malang Soroti JKN dan Aset Daerah

    APBD Perubahan 2026 Naik, DPRD Kota Malang Soroti JKN dan Aset Daerah

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Malang menekankan pengawasan dan ketepatan penggunaan anggaran dalam pembahasan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2026. Ketua Banggar DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, mengatakan perubahan anggaran harus diarahkan untuk meningkatkan pelayanan publik dan memenuhi kebutuhan masyarakat. “Politik […]

  • Prabowo: Teknologi dan AI Harus Jadi Solusi, Bukan Ancaman bagi Bangsa

    Prabowo: Teknologi dan AI Harus Jadi Solusi, Bukan Ancaman bagi Bangsa

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan bangsa sekaligus meningkatkan efektivitas komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Di sisi lain, Presiden mengingatkan agar perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), digunakan secara bijaksana karena berpotensi membawa dampak besar jika disalahgunakan. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan […]

  • Dana BOS Kembali Disorot, Komisi X DPR Minta Pengawasan Anggaran Pendidikan Diperketat

    Dana BOS Kembali Disorot, Komisi X DPR Minta Pengawasan Anggaran Pendidikan Diperketat

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Temuan dugaan penyimpangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang kembali terungkap dalam pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memicu perhatian serius Komisi X DPR RI. Kasus yang berulang dinilai menjadi bukti masih lemahnya pengawasan dan akuntabilitas pengelolaan anggaran pendidikan di daerah. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa persoalan […]

  • Pabrik Pallet di Wagir Ludes Terbakar, Diduga Berawal dari Mesin Pemotong Kayu

    Pabrik Pallet di Wagir Ludes Terbakar, Diduga Berawal dari Mesin Pemotong Kayu

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Sebuah pabrik pengolahan kayu (pallet) di Dusun Jaten, Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, terbakar pada Sabtu (25/7/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Komandan Regu 2 Damkar Kabupaten Malang, Andrianto, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 03.15 WIB. Dua unit mobil […]

  • Lansia Kota Malang Tembus 110 Ribu Jiwa, DPRD Dorong Kebijakan dan Program yang Lebih Berpihak

    Lansia Kota Malang Tembus 110 Ribu Jiwa, DPRD Dorong Kebijakan dan Program yang Lebih Berpihak

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    Memodaily.id – Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Kota Malang menjadi perhatian serius DPRD Kota Malang. Saat ini, jumlah lansia di Kota Pendidikan tersebut telah mencapai lebih dari 110 ribu jiwa atau sekitar 13 persen dari total penduduk. Kondisi itu mendorong DPRD meminta Pemerintah Kota Malang untuk memperkuat berbagai kebijakan dan program yang lebih […]

expand_less