Breaking News
Selasa, 13 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » FPKS DPRD Jatim Soroti Rendahnya Serapan Belanja Pegawai dan Infrastruktur APBD 2025

FPKS DPRD Jatim Soroti Rendahnya Serapan Belanja Pegawai dan Infrastruktur APBD 2025

  • account_circle WNZ
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SURABAYA, Memodaily.id – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Jawa Timur menyoroti rendahnya realisasi belanja pegawai serta belanja modal untuk jalan, jaringan, dan irigasi dalam pelaksanaan APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025. Fraksi PKS meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan evaluasi menyeluruh agar serapan anggaran lebih optimal dan berdampak pada peningkatan pelayanan publik.

Sorotan tersebut disampaikan Juru Bicara FPKS DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, saat membacakan Pemandangan Umum Fraksi PKS terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur, Senin (29/6/2026).

Dalam pandangannya, Puguh mengungkapkan realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp31,20 triliun atau 93,82 persen dari total anggaran sebesar Rp33,25 triliun. Meski sebagian besar program telah terlaksana, masih terdapat sekitar Rp2,05 triliun anggaran yang belum terserap.

“Secara umum tingkat realisasi tersebut menunjukkan sebagian besar program telah berjalan. Namun masih terdapat anggaran lebih dari Rp2 triliun yang belum terealisasi. Hal ini perlu dievaluasi secara komprehensif agar diketahui faktor-faktor penyebabnya dan tidak terulang pada tahun anggaran berikutnya,” ujar Puguh.

FPKS juga mencatat tingkat realisasi belanja pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 96,14 persen. Penurunan tersebut dinilai menjadi sinyal perlunya perbaikan dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan anggaran.

Selain itu, Fraksi PKS menyoroti realisasi belanja pegawai yang baru mencapai 89,56 persen. Menurut Puguh, pemerintah perlu menjelaskan faktor penyebab rendahnya serapan tersebut sekaligus memastikan belanja pegawai tetap mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Belanja Operasi merupakan komponen terbesar dalam struktur APBD. Karena itu efisiensi belanja rutin harus terus ditingkatkan, tetapi rendahnya realisasi belanja pegawai juga perlu mendapat penjelasan agar tidak berdampak terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Di sektor pembangunan fisik, FPKS mengapresiasi realisasi belanja modal yang mencapai 92,47 persen. Namun, fraksi tersebut menilai belanja modal untuk jalan, jaringan, dan irigasi masih menjadi perhatian karena realisasinya hanya mencapai 86,64 persen, terendah dibandingkan komponen belanja modal lainnya.

Menurut Puguh, pembangunan infrastruktur dasar memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta memperkuat pelayanan publik.

“Belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat. Serapannya perlu terus ditingkatkan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat di seluruh Jawa Timur,” tegasnya.

FPKS juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengevaluasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tingkat serapan anggaran rendah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperbaiki kualitas perencanaan, pelaksanaan, serta pengendalian anggaran pada tahun-tahun berikutnya.

“Kami berharap pembahasan pertanggungjawaban APBD ini tidak hanya menjadi formalitas administratif, tetapi juga menjadi momentum memperbaiki tata kelola anggaran agar lebih efektif, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” pungkas Puguh.

  • Penulis: WNZ
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bocah 13 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Nuris Jember, Ditemukan Tim SAR Setelah Dua Jam

    Bocah 13 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Nuris Jember, Ditemukan Tim SAR Setelah Dua Jam

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle WIN
    • 0Komentar

    JEMBER, Memodaily.id – Seorang bocah berusia 13 tahun, Azka Hisyam Al Fahri, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Nuris, wilayah Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (30/6/2026). Korban ditemukan tim SAR gabungan sekitar dua jam setelah dilaporkan tenggelam. Peristiwa nahas tersebut bermula saat korban bersama tiga temannya bermain dan mandi di Sungai […]

  • Viral Tarif QRIS Parkir Motor Rp3.000 di Kayutangan, Dishub Malang Siapkan Evaluasi

    Viral Tarif QRIS Parkir Motor Rp3.000 di Kayutangan, Dishub Malang Siapkan Evaluasi

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang melakukan evaluasi terhadap sistem pembayaran parkir berbasis QRIS di Gedung Parkir Kayutangan Heritage setelah muncul unggahan viral yang menyoroti dugaan perbedaan tarif parkir sepeda motor antara karcis fisik dan pembayaran digital. Unggahan yang beredar di media sosial menunjukkan tarif parkir kendaraan roda dua pada karcis tercetak sebesar […]

  • Silpa Rp303,5 Miliar Disorot, Fraksi DPRD Kota Malang Kritik Efektivitas APBD 2025

    Silpa Rp303,5 Miliar Disorot, Fraksi DPRD Kota Malang Kritik Efektivitas APBD 2025

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp303,52 miliar menjadi sorotan utama dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Malang, Rabu (8/7/2026). Sejumlah fraksi menilai tingginya Silpa menunjukkan pelaksanaan APBD belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat, meski Pemerintah Kota Malang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). […]

  • Data Tanah Tumpang Tindih, Khozin Dorong Satu Sistem untuk Cegah Konflik Agraria

    Data Tanah Tumpang Tindih, Khozin Dorong Satu Sistem untuk Cegah Konflik Agraria

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Tumpang tindih data pertanahan menjadi salah satu persoalan yang disoroti dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria. Satu bidang tanah dapat tercatat dengan status berbeda di sejumlah instansi, mulai dari kawasan hutan, konsesi, hingga lahan garapan masyarakat. Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Muhammad Khozin menilai persoalan tersebut tidak hanya […]

  • Disporapar Kota Malang Buka Gebrakan Baru: Musik, Budaya dan Kuliner Disulap Jadi Magnet Wisata

    Disporapar Kota Malang Buka Gebrakan Baru: Musik, Budaya dan Kuliner Disulap Jadi Magnet Wisata

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Gemerlap musik di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Minggu (4/10/2026) malam, bukan sekadar hiburan. Di tengah ratusan warga yang memadati lokasi, jajaran OPD, Wali Kota Malang, Kapolresta Malang Kota, Komandan Kodim 0833, Plt Sekda hingga Kepala Disporapar ikut larut bernyanyi dan berjoget saat Yeni Inka membawakan lagu pamungkas “Bojo Anyar”. Namun, di balik […]

  • TPU Jalibar Disiapkan, Kades Oro-Oro Ombo Minta Warga Diajak Bicara

    TPU Jalibar Disiapkan, Kades Oro-Oro Ombo Minta Warga Diajak Bicara

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Rencana Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) membangun Tempat Pemakaman Umum (TPU) di kawasan Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo, mendapat tanggapan dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Oro-Oro Ombo, Wiweko, menegaskan rencana tersebut harus diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak memicu pro dan kontra. Pemkot Batu berencana menyiapkan […]

expand_less