Prabowo Resmikan 5 Bendungan, Targetkan Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia
- account_circle RFR
- calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan lima bendungan nasional di Bendungan Meninting, Lombok Barat, NTB, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan Indonesia. (Foto: BPMI Setpres)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NTB, Memodaily.id – Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan lima bendungan di sejumlah wilayah Indonesia dan menegaskan optimisme bahwa Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Menurutnya, peningkatan produksi pangan harus ditopang infrastruktur yang dikelola secara profesional demi memperkuat ketahanan pangan nasional.
Peresmian dilakukan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa setiap anggaran negara harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Setiap rupiah uang rakyat harus dimanfaatkan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia. Saya yakin kita akan menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Prabowo.
Presiden menekankan pentingnya pengelolaan bendungan secara profesional agar mampu mendukung produktivitas sektor pertanian. Ia meminta distribusi air dari bendungan benar-benar menjangkau para petani sebagai produsen utama pangan nasional.
“Jaga bendungan-bendungan ini dengan baik, kelola dengan profesional, rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara,” tegasnya.
Prabowo juga menyampaikan bahwa sektor pangan Indonesia mulai menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, Indonesia yang sebelumnya bergantung pada impor kini mulai mengekspor komoditas pangan ke berbagai negara.
Ia menyebut sejumlah negara seperti Australia, Brasil, Filipina, dan India telah meminta kerja sama, termasuk kebutuhan pupuk urea dari Indonesia.
“Dari kita impor, impor, impor, sekarang kita sudah mulai ekspor. Indonesia sekarang tanpa banyak gembar-gembor menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang sedang bangkit dan akan bangkit terus,” katanya.
Selain sektor pangan, Presiden kembali menegaskan komitmennya melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.
“Saya ingin Indonesia rakyatnya makmur. Saya ingin rakyat yang paling miskin senyum karena dia ada harapan. Saya tidak ingin lihat rakyat miskin. Saya tidak ingin lihat anak-anak lapar. MBG kita teruskan,” ujarnya.
Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan, Presiden meminta seluruh kepala daerah, aparat pemerintah, hingga aparat keamanan ikut mengawasi penyelenggaraan MBG agar tidak terjadi penyimpangan.
“Saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa boleh periksa semua dapur MBG. Laporkan ke Kepala BGN, kalau perlu lapor langsung ke saya,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Presiden menyatakan pembangunan bendungan merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah, lanjutnya, juga akan melanjutkan pembangunan berbagai infrastruktur strategis, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt.
“Kita perlu bendungan-bendungan lebih besar. Kita akan bangun tenaga surya 100 gigawatt. Kita akan melaksanakan pembangunan besar-besaran. Orang-orang nanti akan lihat Indonesia yang bangkit itu bagaimana. Kita akan buktikan Indonesia akan bangkit menjadi negara yang hebat,” tandas Presiden.
- Penulis: RFR
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar