Vandalisme Anjungan Air Minum Kayutangan Dikecam, Wali Kota: Masyarakat yang Dirugikan
- account_circle ADK
- calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, saat menunjuk aksi vandalisme terhadap fasilitas Anjungan Air Siap Minum (ASM) di kawasan Kayutangan Heritage. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MALANG, Memodaily.id – Aksi vandalisme yang merusak fasilitas Anjungan Air Siap Minum (ASM) di kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang, menuai kecaman dari Pemerintah Kota Malang dan Perumda Tugu Tirta. Fasilitas publik yang disediakan secara gratis bagi masyarakat dan wisatawan itu dicoret-coret oleh oknum tak bertanggung jawab hingga mengganggu fungsi serta estetika kawasan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyayangkan perusakan fasilitas yang dibangun untuk kepentingan masyarakat luas tersebut. Menurutnya, dampak utama dari tindakan vandalisme justru dirasakan oleh warga dan pengunjung yang memanfaatkan layanan air minum gratis.
“Ya, kita sangat menyayangkan. Ini kan kepentingan umum. Justru masyarakat yang akhirnya dirugikan. Fasilitas air minum gratis yang disiapkan untuk membantu warga dan wisatawan malah dirusak,” ujar Wahyu, Rabu (24/6/2026).
Pemerintah Kota Malang berencana memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran dalam menjaga fasilitas publik.
“Ke depan yang penting adalah sosialisasi dan membangun kesadaran masyarakat. Ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga tanggung jawab bersama menjaga ruang publik,” katanya.
Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, turut mengecam keras aksi vandalisme tersebut. Ia menilai perusakan ASM tidak hanya merugikan aset daerah, tetapi juga menghilangkan manfaat yang seharusnya dapat dinikmati masyarakat.
“Ini ironis. Di satu sisi kita membangun layanan publik untuk masyarakat, tetapi di sisi lain ada oknum yang merusaknya. Ini bukan hanya kerugian material, tetapi juga sosial,” tegasnya.
Perumda Tugu Tirta menyatakan siap menempuh jalur hukum terhadap pelaku perusakan. Tindakan tersebut dinilai dapat dijerat ketentuan pidana dengan ancaman hukuman penjara sesuai peraturan yang berlaku.
Fasilitas ASM yang menjadi sasaran vandalisme berada di salah satu titik strategis kawasan wisata Kayutangan Heritage. Coretan cat berwarna hitam terlihat pada papan informasi dan tiang penyangga fasilitas, sehingga mengganggu tampilan kawasan heritage yang menjadi salah satu ikon wisata Kota Malang.
Selain merusak estetika, tindakan tersebut juga dinilai mengurangi kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang memanfaatkan fasilitas air minum gratis.
Sementara itu, Polresta Malang Kota masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Kasihumas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan langsung melakukan pendalaman.
“Laporan kami terima dan langsung kami tindaklanjuti dengan penyelidikan. Saat ini masih dalam proses pendalaman,” ujarnya.
Polisi telah mengumpulkan sejumlah bukti di lokasi kejadian serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar kawasan Kayutangan Heritage guna mengidentifikasi pelaku.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas umum dan segera melapor apabila menemukan tindakan perusakan atau aktivitas mencurigakan melalui layanan darurat 110 maupun hotline Jogo Malang Presisi.
Kasus ini menjadi perhatian dalam upaya menjaga keberlanjutan fasilitas publik yang dibangun untuk meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan masyarakat di Kota Malang.
- Penulis: ADK
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar