Breaking News
Selasa, 13 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Gus Yahya Ungkap Diplomasi Geopolitik Mbah Wahab

Gus Yahya Ungkap Diplomasi Geopolitik Mbah Wahab

  • account_circle EAP
  • calendar_month Minggu, 16 Agu 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JOMBANG, Memodaily.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengungkap pemikiran geopolitik KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), dalam bedah buku di Universitas KH Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas, Jombang, Sabtu (15/8/2026) malam.

Gus Yahya mengajak warga NU, akademisi, santri, dan seluruh komponen jam’iyah menengok kembali perjuangan para muassis NU serta gagasan yang menjadi fondasi berdirinya organisasi tersebut.

Dalam bedah buku karya H Abdul Mun’im DZ setebal 262 halaman yang diterbitkan Unwaha Press pada 2024 itu, Gus Yahya memaparkan perjalanan pemikiran Mbah Wahab, termasuk pandangannya dalam membaca dinamika geopolitik dunia Islam.

Menurut Gus Yahya, kematangan pemikiran Mbah Wahab tidak terlepas dari pengalaman menimba ilmu di Makkah dan keterlibatannya dalam Sarekat Islam (SI).

“Sepulang dari Tanah Suci, Mbah Wahab kemudian mengembangkan berbagai gerakan yang memadukan pendidikan keagamaan, kebangsaan, intelektualitas, dan kemandirian ekonomi umat,” ujar Gus Yahya, Minggu (16/8/2026).

Pada 1916, Mbah Wahab mendirikan Nahdlatul Wathan sebagai wadah pendidikan dan persemaian gagasan keagamaan serta kebangsaan bagi generasi muda. Gerakan itu kemudian berkembang menjadi jaringan lembaga pendidikan madrasah di sejumlah wilayah Jawa Timur hingga Jawa Barat.

Pada 1918, Mbah Wahab menggerakkan Nahdlatut Tujjar untuk menghimpun pedagang dan saudagar guna memperkuat kemandirian ekonomi umat. Pada tahun yang sama, ia juga menginisiasi Tashwirul Afkar sebagai ruang pertukaran gagasan bagi para kiai, guru, dan cendekiawan muslim.

“Ketiga gerakan tersebut, yakni Nahdlatul Wathan, Nahdlatut Tujjar, dan Tashwirul Afkar, kemudian menjadi fondasi penting yang mengantarkan pada berdirinya Nahdlatul Ulama pada 1926,” tutur Gus Yahya.

Diplomasi “Tertinggal Kapal”

Salah satu pembahasan utama Gus Yahya adalah sikap geopolitik Mbah Wahab setelah runtuhnya Khilafah Utsmaniyah pada dekade 1920-an.

Mbah Wahab disebut mendapat undangan menghadiri Muktamar Khilafah di Arab Saudi. Namun, ia tidak menghadiri agenda tersebut dengan alasan “tertinggal kapal”.

Menurut Gus Yahya, alasan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan perjalanan, tetapi menjadi cara diplomasi Mbah Wahab dalam menyampaikan sikap politiknya secara halus.

“Mbah Wahab tidak menyetujui apabila Arab Saudi dijadikan pusat atau basis khilafah baru setelah runtuhnya kekuasaan Turki Utsmani,” ujarnya.

Sikap tersebut berkaitan dengan pandangan Mbah Wahab terhadap perkembangan paham keagamaan di Hijaz yang dinilai berbeda dengan tradisi keilmuan Islam Nusantara yang mempertahankan sanad keilmuan bersambung atau muttashil serta berpijak pada Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Gus Yahya menyebut keputusan Mbah Wahab untuk tidak menghadiri momentum politik di Saudi dan memilih memperkuat gerakan keislaman di Indonesia menunjukkan perhatiannya terhadap dinamika politik dunia Islam.

Ia juga menegaskan bahwa berdirinya NU bersama para kiai di Indonesia merupakan bagian penting dari sejarah perkembangan Islam dan kebangsaan. NU lahir dari tangan para ulama di tengah situasi penjajahan, bukan dari lingkaran penguasa politik maupun militer.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya kembali menyampaikan pesan KH Abdul Wahab Hasbullah tentang pentingnya menjaga NU dari upaya perusakan dari dalam.

“Barang siapa yang bertekad merusak NU dari dalam, niscaya ia akan hancur oleh ulahnya sendiri,” kata Gus Yahya mengutip pesan Mbah Wahab.

Kilas balik tersebut menunjukkan proses panjang lahirnya NU pada 1926, yang mencakup pembangunan pendidikan, penguatan ekonomi umat, pengembangan intelektualitas, serta perjuangan kebangsaan.

  • Penulis: EAP
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo dan Presiden Jerman Sepakat Perkuat Investasi hingga Transisi Energi

    Prabowo dan Presiden Jerman Sepakat Perkuat Investasi hingga Transisi Energi

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier menyepakati penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor prioritas, mulai dari investasi, perdagangan, transisi energi, hingga pengembangan sumber daya manusia. Kesepakatan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral kedua kepala negara di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026). Pertemuan itu menjadi momentum penting di tengah […]

  • Kejagung Periksa 2 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

    Kejagung Periksa 2 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali melakukan pemeriksaan saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) tahun 2025 hingga 2026. Pemeriksaan tersebut dilakukan Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS), Rabu (23/9/2026). Kepala Pusat […]

  • Penemuan Jenazah Gegerkan Pemancing Brantas, Lansia 70 Tahun Tewas Mendadak

    Penemuan Jenazah Gegerkan Pemancing Brantas, Lansia 70 Tahun Tewas Mendadak

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Suasana di tepi Sungai Brantas, Dusun Tawang, Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, mendadak geger, Jumat (2/10/2026). Aktivitas memancing yang semula berlangsung biasa berubah menjadi kepanikan setelah dua pemancing menemukan seorang perempuan lanjut usia dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Korban diketahui bernama Waginten (70), warga Dusun Barisan RT 06/RW 01, Desa Arjowilangun, […]

  • Jasmine Azzahra Raih Perunggu Asian Games, DPRD Kota Malang Tagih Efek Rp7,5 Miliar Anggaran KONI

    Jasmine Azzahra Raih Perunggu Asian Games, DPRD Kota Malang Tagih Efek Rp7,5 Miliar Anggaran KONI

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Prestasi atlet BMX Racing Indonesia, Jasmine Azzahra Setyobudi, yang berhasil merebut medali perunggu pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, menjadi contoh bagaimana proses pembinaan atlet membutuhkan waktu, dukungan dan sistem yang berkelanjutan. Di sisi lain, besarnya anggaran pembinaan olahraga di Kota Malang ikut menjadi perhatian DPRD. Sekitar Rp7,5 miliar dialokasikan melalui Komite Olahraga […]

  • Jembatan Sonokembang Ditutup Mulai 9 Juli, Dishub Kota Malang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

    Jembatan Sonokembang Ditutup Mulai 9 Juli, Dishub Kota Malang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mengimbau masyarakat mengantisipasi penutupan sementara Jembatan Sonokembang di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, mulai 9 hingga 16 Juli 2026. Penutupan total dilakukan untuk mendukung tahap akhir pembangunan jembatan permanen, yakni pembongkaran Jembatan Bailey yang selama ini digunakan sebagai akses sementara. Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Wijaya Saleh Putra, […]

  • Pemkot Malang Bongkar Persoalan Aset: Ada Izin Habis, Alih Fungsi hingga Bangunan Tanpa Izin

    Pemkot Malang Bongkar Persoalan Aset: Ada Izin Habis, Alih Fungsi hingga Bangunan Tanpa Izin

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Persoalan aset milik Pemerintah Kota Malang kembali mencuat. Pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) ternyata masih menyisakan sejumlah masalah, mulai dari izin yang telah kedaluwarsa, aset yang dibiarkan terlantar, perubahan fungsi tanpa penyesuaian izin, hingga bangunan yang berdiri tanpa izin resmi. Pemerintah Kota Malang kini mulai membongkar persoalan tersebut melalui penataan ulang, pendataan […]

expand_less