Breaking News
Selasa, 13 Oktober 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan Hidup » Hetifah: Karhutla Kalimantan, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Hetifah: Karhutla Kalimantan, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

  • account_circle RFR
  • calendar_month Sabtu, 22 Agu 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Memodaily.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan terus meluas. Lonjakan titik panas tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, mobilitas, hingga aktivitas penerbangan.

Data Kementerian Kehutanan mencatat 518 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan pada 19 Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya. Dalam periode 17-19 Agustus, tercatat 750 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Kondisi serupa terjadi di Kalimantan Timur. Data BPBD Kalimantan Timur per 19 Agustus mencatat 413 titik karhutla dengan luas hutan dan lahan terbakar mencapai 936,95 hektare. Kabupaten Kutai Barat menjadi salah satu wilayah terdampak, dengan 72 lokasi kebakaran dan luas area terbakar mencapai 415,51 hektare.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan karhutla telah menjadi ancaman bencana yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Ini bukan lagi sekadar soal api di hutan dan lahan. Ketika asap sudah mengganggu jarak pandang, aktivitas masyarakat dan penerbangan, serta berpotensi mengganggu kesehatan warga, maka keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” ujar Hetifah, Jumat (21/8/2026).

Sebagai legislator dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, Hetifah meminta pemerintah memperkuat respons di lapangan dan tidak menunggu dampak karhutla semakin luas.

“Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, saya tentu sangat prihatin. Kaltim juga menghadapi peningkatan karhutla. Kita tidak boleh menunggu sampai dampaknya semakin besar baru kemudian bergerak,” tegasnya.

Hetifah mengapresiasi pengerahan personel gabungan, pemadaman melalui jalur darat, penggunaan water bombing, hingga Operasi Modifikasi Cuaca. Namun, penanganan kebakaran, menurut dia, harus berjalan bersamaan dengan perlindungan masyarakat yang terpapar asap.

Pemerintah daerah diminta memastikan fasilitas kesehatan siap menangani dampak kabut asap, menyediakan masker yang sesuai, serta memberikan informasi kualitas udara yang mudah diakses masyarakat.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, juga perlu mendapat perlindungan khusus selama kualitas udara memburuk.

Selain itu, Hetifah meminta BNPB dan BPBD mempercepat verifikasi setiap hotspot yang terdeteksi. Kecepatan dari deteksi titik panas, pemeriksaan lapangan, hingga tindakan pemadaman dinilai penting untuk mencegah kebakaran berkembang lebih luas.

“Yang kita perlukan adalah respons cepat berbasis data. Hotspot harus segera diverifikasi di lapangan. Jangan sampai ada jeda terlalu panjang antara deteksi, laporan, dan pemadaman,” ujarnya.

Risiko karhutla juga masih perlu diantisipasi dalam beberapa pekan ke depan. Prakiraan BMKG menunjukkan sebagian wilayah Kalimantan masih menghadapi kondisi minim pertumbuhan awan, sementara potensi musim hujan diperkirakan baru datang sekitar pertengahan Oktober.

Karena itu, Hetifah meminta pemerintah menyiapkan strategi menghadapi kemungkinan kebakaran berulang hingga kondisi cuaca membaik.

“Jangan hanya berpikir bagaimana memadamkan api hari ini. Pemerintah harus menyiapkan skenario menghadapi kemungkinan karhutla berulang sampai kondisi cuaca kembali membaik,” pungkasnya.

  • Penulis: RFR
  • Editor: MUH

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setelah Lama Mati, Tarekot Malang Dibidik Jadi Kawasan Wisata Terpadu

    Setelah Lama Mati, Tarekot Malang Dibidik Jadi Kawasan Wisata Terpadu

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle ADK
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Taman Rekreasi Kota (Tarekot) Malang yang sudah tidak beroperasi sejak akhir Desember 2022 kembali masuk radar Pemerintah Kota Malang. Kawasan yang berada di belakang Balai Kota Malang tersebut kini diarahkan untuk dihidupkan kembali melalui rencana revitalisasi dan optimalisasi aset daerah. Tak tanggung-tanggung, lahan yang menjadi bagian kawasan Tarekot itu memiliki luas kurang […]

  • ODL Mahal Disorot, Bupati Subandi Ancam Ganti Kepala Sekolah

    ODL Mahal Disorot, Bupati Subandi Ancam Ganti Kepala Sekolah

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle AMZ
    • 0Komentar

    SIDOARJO, Memodaily.id – Bupati Sidoarjo Subandi memperingatkan kepala sekolah SD dan SMP Negeri terkait pelaksanaan Outdoor Day Learning (ODL) yang dinilai membebani wali murid. Ia meminta Dinas Pendidikan mengevaluasi biaya, lokasi kegiatan hingga penyediaan transportasi. Peringatan tersebut disampaikan Subandi setelah menerima sejumlah aduan dari wali murid mengenai biaya ODL yang mencapai lebih dari Rp1 juta […]

  • Kemenkum Jatim Dorong Perlindungan Hak Cipta di KEK Singhasari Malang

    Kemenkum Jatim Dorong Perlindungan Hak Cipta di KEK Singhasari Malang

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle DAY
    • 0Komentar

    MALANG, Memodaily.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur memperkuat upaya perlindungan kekayaan intelektual di sektor ekonomi kreatif melalui peningkatan pencatatan hak cipta dan produk hak terkait di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Selasa (23/6). Kegiatan yang digelar di KEK Singhasari tersebut mempertemukan pelaku industri kreatif, akademisi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan pemahaman […]

  • 150 Bantengan Meriah di Batu, Pejabat Pemkot Tak Tampak

    150 Bantengan Meriah di Batu, Pejabat Pemkot Tak Tampak

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Festival Bantengan Nuswantara 2026 berlangsung meriah di Kota Batu, Minggu (2/8/2026). Sebanyak 150 kelompok bantengan dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati jalur kirab budaya yang menjadi bagian dari upaya pelestarian seni tradisi. Di tengah antusiasme ribuan penonton yang memadati lokasi acara, tidak terlihat satu pun pejabat Pemerintah Kota Batu hadir di […]

  • DPR Dorong RUU Ketenagakerjaan Seimbangkan Perlindungan Buruh dan Kepastian Dunia Usaha

    DPR Dorong RUU Ketenagakerjaan Seimbangkan Perlindungan Buruh dan Kepastian Dunia Usaha

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle RFR
    • 0Komentar

    JAKARTA, Memodaily.id – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Ledia Hanifa Amaliah menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan harus mampu menyeimbangkan perlindungan hak pekerja dengan kepastian bagi dunia usaha. Menurutnya, regulasi baru tidak boleh hanya berpihak pada satu sisi, tetapi harus menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan iklim investasi yang kondusif. Pernyataan tersebut disampaikan Ledia saat […]

  • Jalan Sehat HUT RI ke-81, Pemkot Batu Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

    Jalan Sehat HUT RI ke-81, Pemkot Batu Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle PRI
    • 0Komentar

    BATU, Memodaily.id – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Batu tak sekadar diisi dengan kegiatan olahraga. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu juga menggelar aksi sosial untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan bertajuk “Senam Bersama dan Gerak Jalan Sehat 2026” tersebut berlangsung di kawasan Balai Kota Among Tani, Jumat […]

expand_less