Tahu Campur, Sajian Gurih yang Cocok Menemani Santap Siang di Awal Pekan
- account_circle WTN
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sepiring tahu campur hangat dengan kuah kaldu dan petis menjadi pilihan kuliner tradisional yang cocok dinikmati saat santap siang di awal pekan. (Foto: Memodaily.id)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Memodaily.id – Awal pekan identik dengan kembali padatnya aktivitas. Di sela kesibukan tersebut, menikmati semangkuk tahu campur hangat bisa menjadi pilihan tepat untuk mengisi energi saat makan siang.
Kuliner khas Jawa Timur ini dikenal dengan perpaduan cita rasa gurih, manis, dan sedikit pedas dalam satu mangkuk. Isinya terdiri dari tahu goreng, potongan daging sapi atau kikil, taoge, selada, mie kuning, serta lentho yang kemudian disiram kuah kaldu berbumbu petis. Taburan bawang goreng, daun seledri, dan kerupuk menjadi pelengkap yang menambah kenikmatan saat disantap.
Keunikan tahu campur terletak pada kuahnya yang kaya rasa. Kaldu sapi yang dimasak dalam waktu cukup lama berpadu dengan petis menghasilkan aroma khas yang langsung menggugah selera. Perpaduan tekstur lembut tahu, kenyal kikil, renyah taoge, dan gurih lentho membuat setiap suapan terasa semakin nikmat.
Di Kota Malang, tahu campur mudah dijumpai, mulai dari pedagang kaki lima hingga rumah makan yang telah berjualan selama bertahun-tahun. Harganya pun relatif ramah di kantong, berkisar Rp15 ribu hingga Rp30 ribu per porsi, tergantung isi dan lokasi penjual.
Selain mengenyangkan, tahu campur juga menjadi salah satu kuliner tradisional yang tetap bertahan di tengah menjamurnya makanan modern. Banyak penikmat kuliner memilih menu ini karena cita rasanya yang autentik dan mampu menghadirkan suasana makan yang sederhana namun berkesan.
Saat cuaca sedikit mendung atau setelah menjalani aktivitas sejak pagi, semangkuk tahu campur hangat menjadi pilihan yang pas untuk mengembalikan tenaga. Tak heran jika kuliner legendaris ini masih menjadi favorit masyarakat lintas generasi.
Bagi pencinta kuliner Nusantara, tahu campur bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari kekayaan kuliner Jawa Timur yang terus dijaga keberadaannya. Menikmati seporsinya di awal pekan bisa menjadi cara sederhana untuk memulai hari dengan semangat baru.
- Penulis: WTN
- Editor: MUH


Saat ini belum ada komentar